Bukit Huta Ginjang, Tempat Terbaik Menikmati Danau Toba


Tidak butuh waktu lama jarak tempuh dari bandara Silangit menuju bukit Huta Ginjang ini, hanya 30 menit kita sudah sampai di sebuah pelataran berumput hijau yang cukup luas. Dengan hati-hati saya abadikan keindahan lanskap Danau Toba dari atas, tapi perlu kewaspadaan ekstra karena tidak adanya pagar pembatas ataupun papan peringatan di sini. Salah-salah jika teledor bisa menggelinding ke jurang. 



Dari namanya, bukit ini memiliki 2 arti, Huta berarti perkampungan dan Ginjang yang berarti di atas, jadi Huta Ginjang adalah perkampungan yang berada di atas. Dengan berada di ketinggian sekitar 1550 mdpl membuat bukit Huta Ginjang di Kabupaten Tapanuli Utara ini terasa sejuk. Tak ayal lokasi ini dijadikan tempat take off paralayang dan juga gantole. 

Sejauh mata memandang, kita disuguhi birunya langit dan air danau yang seolah-olah seperti laut. Ditambah juga kontur dinding-dinding kaldera yang masih terlihat kokoh menghijau mirip seperti di Eropa. Rasanya ingin berlama-lama berada di sini.



Siang itu sejenak saya merenung menghadap ke arah danau sambil membayangkan dahsyatnya letusan Toba Super Volcano pada masa prasejarah. Menurut berbagai sumber sejarah yang saya baca, danau Toba ini awalnya berupa sebuah gunung, lalu gunung tersebut meletus sangat dahsyat hingga membentuk sebuah danau tekto-vulkanik yang panjang kalderanya mencapai 100 km dan menjadikannya sebagai danau terbesar di Asia Tenggara. Dengan klasifikasi VEI ( Volcanic Explosivity Index ), Gunung Toba ini masuk kategori VEI 8, yaitu yang letusannya paling besar sepanjang sejarah umat manusia, mengalahkan Gunung Tambora dan juga Krakatau.

Jadi bisa dibayangkan letusannya, Gunung Tambora saja yang sebegitu besar ukuran kalderanya, masih kalah jauh dengan Gunung Toba.


Saya senang sekali bisa berada di sini menikmati indahnya alam yang dahulunya turut mempengaruhi peradaban dunia. Menurut sebagian besar traveler, di bukit Huta Ginjang inilah diyakini sebagai tempat terbaik menikmati keindahan Danau Toba. Tidak hanya itu, keindahannya pun didukung dengan pengelolaan kawasan yang cukup baik. Saat saya mengunjungi lokasi ini fasilitas toiletnya cukup bersih, begitu juga lingkungan sekitarnya nyaris tidak ada sampah. Jadi tidak salah memang, jika Danau Toba telah dijadikan destinasi prioritas dan dicanangkan sebagai "10 Bali Baru" oleh pemerintah pusat. Keindahannya tidak kalah dengan Bali, Nusa Tenggara, maupun Papua, karena masih banyak potensi di sini yang belum terekspos secara luas. 

Jadi harapan saya, semoga semakin banyak yang membuka trip ke Danau Toba, terutama yang dari Jawa, karena dari situlah dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar dan juga bisa mengenal lebih dalam budaya Batak.