Instagram merupakan salah satu platform yang digandrungi anak muda masa kini. Tak hanya untuk berbagi karya fotografi dan aktivitas sehari-hari, juga banyak yang menggunakannya untuk mempromosikan usahanya.

Hal tersebut bisa dibilang sangat efektif karena sebagian besar pengguna sosmed menggunakan waktu luangnya untuk mencari informasi maupun hiburan lewat Instagram. Salah satu strategi brand untuk meningkatkan jumlah follower dan meningkatkan pembelian adalah mengadakan giveaway / kuis / kompetisi semacamnya itu dengan iming-iming hadiah menarik. Dari situ terlihat banyak sekali para pengguna yang tertarik mengikutinya agar mendapatkan hadiahnya itu.

Perlu diketahui bahwa giveaway atau kuis di Instagram sifatnya adalah "ringan". Jadi berbeda dengan kompetisi fotografi yang terkesan sangat serius dengan menitikberatkan penilaian pada konsep, teknis fotografi, jangka waktu pengambilan gambar, dan juga akan dipertanggungjawabkan yang memotret atau yang memencet tombol shutter. Karena ini menyangkut hak cipta pada foto tersebut.

Sedangkan dalam giveaway Instagram beberapa hal tersebut ditiadakan. Jadi tidak masalah jika foto yang diikutkan kompetisi itu yang memotret orang lain, dan kita bertindak sebagai modelnya.

Banyak yang tanya bagaimana cara dapet informasi tentang kuis-kuis tersebut.

“Mas, gimana sih, kok bisa tau kalo ada kuis gitu ?”

Gini lho dek, sekarang kan udah ada akses internet, dan kita bisa dengan mudah cari informasinya. Caranya coba cari aja di Instagram dengan mengetikkan keyword “Kuis” di kolom Searching, nanti bakal muncul beberapa pilihan akun yang isinya tentang kuis, tinggal follow deh.


Tapi ada cara lain sih, yaitu kita sering-sering aja cek atau follow brand-brand besar, mulai dari Fashion, E-commerce, Online Travel Agent, Perbankan, dan yang paling banyak sih produsen makanan dan minuman ringan. Biasanya kalo mereka ngadain kuis gitu tiba-tiba suka nongol iklannya di timeline kita maupun Instastory, meskipun kita gak follow. Makanya itu jangan lupa langsung di-save dan follow akunnya.


HADIAHNYA APA ?

Cem-macemlah…mulai dari Hampers sebagai hadiah hiburan, voucher belanja, voucher hotel, voucher makan, pakaian, gadget, tiket, uang tunai puluhan juta, paket liburan, hingga kendaraan berupa sepeda motor lho. Kan lumayan banget buat mengisi perabotan rumah atau dijual kembali buat tambahan menghidupi keluarga.

Nah, untuk memenangkan giveaway atau kuis Instagram perlu strategi khusus yang bisa diterapkan oleh siapa saja. Yukk simak tipsnya berikut :

1. MENCOBA
Semua itu berawal dari niat yang baik dan rasa yang optimis. Banyak sekali teman-teman saya yang belum mencoba tapi udah takut kalah duluan.

“Duhh, pengen sih ikutan kuis Instagram, tapi takut kalah. Apalagi saingannya fotonya bagus-bagus. Gak jadi deh kalo gitu”.

Nyett, gimana kita tau kalo kita bakal menang, kalo kita aja gak pernah NYOBA untuk ikutan. Ini sama aja mengharapkan uang banyak, tapi kita gak bekerja, atau mencoba membuat usaha. Mau melihara tuyul ??

Saya sampai bosen ditanya, “Lo gimana sih bisa sering menang kuis ?”. Ya elu nyobalah ikutan, kalo diem-diem bae ya gak bakal tau hasilnya. Belum apa-apa udah ngeluh, dasar mental pemalas.

“Gw udah ikutan kok gak pernah menang yaa ?”.

Lo kira main sulap kali langsung bisa dapet. Semua itu butuh proses. Kalah menang itu adalah hal yang wajar. Yang gak wajar adalah kalo lo punya orang dalem buat menangin.
Nihh yaa…dari sekian ratus saya ikutan kuis Instagram, puluhan kali mengalami kekalahan dan itu gak menghalangi saya untuk ikutan lagi. Hingga akhirnya perbandingannya kisaran 10 kali ikutan, dan 5 kali meraih kemenangan. Sangat lumayan sekali, karena udah cukup sering. Maka dari itu tetaplah berusaha, niscaya rejeki akan datang sendirinya.

2. BACALAH !

Pada tahap ini banyak sekali peserta yang gagal menang karena malas membaca secara lengkap. Maka dari itu bacalah dan pahami, lalu patuhi semua rules atau aturannya.

3. ATUR TIMELINE
Buatlah catatan atau reminder kapan deadline kuisnya dan kapan kita mulai mengeksekusinya. Jangan terlalu terburu-buru posting, dan jangan terlalu mepet, apalagi telat, karena kalo terlalu banyak pesertanya dan bagus-bagus, biasanya juri udah punya kandidat sendiri, jauh sebelum deadline.


4. PETAKAN KEKUATAN
Widihh, udah kayak perang aja nih. Eh, tapi emang iya, kita harus bisa memetakan kekuatan lawan lho. Mana yang konsepnya bagus tapi eksekusi biasa aja, mana yang biasa semuanya, dan mana yang eksekusinya bagus banget.

Setelah mengetahui potensi kekuatan lawan, kita bisa dong mengukur kemampuan sendiri. Misalnya, peralatan foto kita dan propertinya kurang, tapi kita gak bisa maksain untuk jadi perfect, pakai lighting di sana sini, lensa mahal, lokasinya bagus. Cukup eksplorasi dari konsepnya aja agar lebih “mengena” terhadap pesan yang ingin disampaikan brand tersebut. Hal ini bisa juga didukung dengan copywriting caption yang baik. Maka dari itu kita harus riset kecil-kecilan pada produk atau jasa perusahaan yang mengadakan kuis tersebut. Ibaratnya, maksimalkan kelebihan agar kelemahan bisa tertutupi. Karena kesempurnaan itu hanya milik Allah.

Dengan memetakan kekuatan lawan, kita bisa juga mendapatkan referensi baru, jadi kita udah tau gambaran eksekusinya nanti seperti apa.


5. TELITILAH SEBELUM MEMBELI
Khusus untuk kuis berupa produk, sebelum membeli alangkah baiknya diteliti terlebih dahulu tentang produk yang akan dilombakan. Jangan sampai ketika sudah dieksekusi harusnya beli produk rasa stroberi, eh belinya malah rasa coklat. Kan lumayan buang-buang waktu dan uang. Begitu juga perhatikan dengan seksama, dimanakah kewajiban untuk membeli produk, apakah di Indomacet atau di Alphamaz, karena pihak produsen biasanya bekerjasama dengan beberapa supermarket. Dan jangan lupa untuk menyimpan struknya sebagai bukti, biasanya juga diwajibkan untuk menyantumkan kode unik transaksinya.

6. IKUTI KUIS YANG TIDAK POPULER
Bagi yang udah kebelet pengen ngerasain gimana menang giveaway, cobalah ikutan giveaway atau kuis yang tidak populer. Carilah brand-brand yang tidak terlalu populer atau jadi favorit, biasanya parenting atau rumah tangga, meskipun hadiahnya berupa voucher atau hampers yang
tidak seberapa. Tak ada salahnya untuk dicoba.
Untuk pesertanya, kebanyakan sih ibu-ibu, bisa dicek seberapa banyak peserta melalui hashtag. Ibu-ibu biasanya motret "sekenanya" tanpa memikirkan teknis dan estetika lebih dalam. Maka dari itulah celah yang baik untuk membuat foto yang lebih bagus.

7. EKSEKUSI YANG BAIK
Memotret yang baik bukan sekadar visual yang tajam dan terang semata. Tapi juga mampu menggugah orang lain akan foto yang kita ciptakan. Persiapkanlah segala properti penunjang foto, kalau bisa totalitaslah. Tapi jangan norak atau alay. Seleramu menentukan imejmu sendiri. Biasanya juri sangat menghargai peserta yang sudah melakukan totalitas.

Untuk mendapatkan hasil yang baik kadang memang butuh modal lebih. Cobalah pergi ke tempat-tempat wisata atau tempat yang unik untuk mendapatkan background penunjang yang menarik sesuai dengan tema. Buatlah stok yang banyak, dengan dan tanpa produk, karena biasanya suatu saat foto yang tanpa produk bisa terpakai di kuis yang lain, jadi tidak rugi bolak-balik.

Contohnya : Saya akan melakukan perjalanan mudik via udara dari Jakarta ke Yogyakarta. Selama perjalanan saya bisa memaksimalkan bisa untuk foto produk makanan, minuman ringan, obat-obatan, maskapai, asuransi perjalanan, OTA, fashion, dan lain-lain, di beberapa spot bandara maupun dalam pesawat. Maka dari itu kita harus tau kuis apa yang akan dieksekusi.

Perhatikan proporsi produk. Usahakan tidak ada hal lain yang mengganggu keberadaan produk, apalagi sampai ada merk kompetitor. Pahami tema apa yang dimaksud, lalu bebaskanlah berekspresi dengan memperhatikan komposisi agar terlihat menarik dan dramatis. Jika itu produk makanan atau minuman, cobalah ajak temanmu untuk in frame berinteraksi bersama, akting seolah-olah bahagia ((bahagia)).

Harus berani malu itu pasti. Tapi jangan sampai malu-maluin. Buatlah foto yang "berani" jika lokasinya di tempat umum. Sesuaikan lokasi, properti, dengan tema yang diangkat.

Jika menggunakan kamera ponsel, jangan memotret menggunakan flash built in-nya, karena hasilnya akan flat, cahayanya akan keras dan tidak rata. Tapi coba gunakanlah cahaya alami seperti matahari, atau bisa juga pakai lampu belajar yang berwarna putih, sehingga bisa diatur posisi arah datangnya cahaya.


Namun jika dirasa kurang meyakinkan, ya apa boleh buat. Sewalah fotografer profesional, agar bisa lebih tenang berekspresi.


Untuk beberapa brand besar, mereka punya kualitas tersendiri dalam menentukan pemenang. Pelajari dulu temanya, banyak dari mereka yang tidak menginginkan direct selling pada produknya. Misal, brand celana jeans memiliki imej bahwa brand mereka cocok untuk petualangan, dan mereka mencari petualang yang bisa memaknai petualangannya itu serta memberikan kebaikan kepada masyarakat. Jadi tampilkanlah pengalaman itu ke dalam sebuah foto beserta ceritanya, tak harus mengenakan brand tersebut, dan jangan sampai terkesan "jualan".

Selain itu juga perhatikanlah aturannya, apakah boleh diedit hanya sekadar tone-nya, apakah boleh sampai Digital Imaging (penambahan elemen, composite, dsb).


8. POSTING
Ini dia yang paling krusial, yaitu tahapan posting. Sebelum posting perlu diperhatikan beberapa hal yang penting sebagai berikut :
  • Akun Pribadi
    Gunakanlah akun pribadi, bukan akun jualan, ataupun akun repost. Tak harus ribuan follower, yang penting aktif dan ada interaksi. Tapi jangan cuma 1 foto ya di akunnya, harus udah ada beberapa, karena jika tidak, bisa dicurigai itu akun bermasalah. Bukan juga akun khusus kuis hunter, karena biasanya juri males memenangkan akun yang isinya kuis semua tanpa ada selingan postingan yang biasa.

    Dan ini yang paling penting, akunnya jangan "digembok" alias di-private mode. Yaelahh, itu akun instagram apa folder foto bokep pake digembok segala -_-.
  • Follow
    Follow terlebih dahulu semua akun sosmed yang menyelenggarakan kuis / giveaway tersebut, jangan sampai lupa, karena ini syarat utamanya agar mereka followernya bertambah. Dulu pernah ada kejadian, setelah dinyatakan menang dan diumumkan, akhirnya dibatalkan karena syarat utamanya tidak dipenuhi.


  • Share / Regram / Repost
    Sebenernya ini optional, tergantung aturan masing-masing penyelenggara. Tapi jika mewajibkan, maka sebelum posting haruslah repost poster kuis yang bersangkutan.
  • Caption
    Buatlah caption yang menarik, jangan bertele-tele, tapi buatlah yang mengedukasi tentang keunggulan produknya, bisa juga berdasarkan pengalaman. Jangan menghina atau menyebutkan produk lain dan menyinggung SARA. Jangan lupa juga, caption dan foto harus nyambung yaa.

  • Hashtag
    Hashtag ini sangatlah penting bagi juri untuk mencari calon kandidat pemenangnya. Jangan sampai ada hashtag lain di luar syarat ya, meskipun itu hashtag pribadimu. Jika ingin mencantumkan hashtag lain, silahkan tulis di kolom komentar agar tertutup.
  • Mention & Tag
    Mention dan tag-lah akun penyelenggaranya untuk menandainya. Selain itu jika diwajibkan, mention juga beberapa akun instagram temenmu. Jangan akun jualan, atau akun selebritis ya.

    9. BERDOA
    Setelah yakin dengan foto dan captionnya, langkah terakhir yaitu posting lalu berdoa. Boleh berharap menang tapi jangan terlalu. Biasanya sih kalo terlalu berharap dan menggebu-gebu malah gak jadi menang. Justru setelah berdoa dan kita lupakan, tau-tau ada aja yang DM ngucapin selamat kalo kita menang :D



    Tambahan :Saya gak akan mau ikut giveaway yang dinilai berdasarkan jumlah likes, karena menurut saya itu gak objektif, bisa saja ada yang beli jasa "likes" untuk bisa menang. Ikutilah yang dinilai berdasarkan kreatifitas dan penilaian juri. Jika penentuan pemenang berdasarkan undian, kita gak perlu susah-susah bikin karya foto, buatlah yang biasa aja dengan budget minim, toh diundi ini.


    Sedangkan giveaway yang hanya perlu komentar dan dinilainya berdasarkan undian, tak ada ruginya juga untuk ikutan, meskipun komentarnya udah ribuan, coba saja, siapa tau beruntung, karena kita tidak memerlukan modal untuk eksekusi karya.

    Penjurian
    Pada umumnya, para juri memiliki pilihan kandidat masing-masing setelah ada penyeleksian dari ribuan peserta yang ikut. Mereka (juri) akan saling adu argumen dengan juri yang lain tentang pilihannya masing-masing untuk menentukan manakah yang layak jadi juaranya. Itu bukanlah hal yang mudah, karena menentukan reputasi juri maupun brand penyelenggaranya.

    Tapi perlu diperhatikan ada juga Faktor X nya. Setelah kita semua melakukan tahapan di atas dan yakin akan karya kita akan menang, eh ternyata yang menang orang lain. Jangan terlalu kecewa, karena ada buanyakkk kasus yang menurut saya ada beberapa orang lain (bukan saya) yang sangat layak menang, unggul dalam berbagai aspek, eh ternyata yang menang fotonya cuma gitu doang.

    Memang sih agak kesal, tapi ya gimana lagi, ini tergantung selera jurinya sih. Biasanya ada aja sindiran kasarnya dari para peserta.

    "Oh ini kirain kompetisi bagus-bagusan foto, ternyata jelek-jelekan foto" :D

    Boleh aja untuk komplain tapi jangan berlebihan. Untuk lebih jelasnya akan saya bahas etika pasca menang giveaway di artikel terpisah.

    Sementara ini, sampai di sini dulu, kalo ada tambahan monggo silahkan komentar di bawah ini.




    *artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi sebagai peserta maupun sebagai juri giveaway / kuis di beberapa brand.



Kabupaten Tangerang merupakan wilayah industri yang terdapat banyak pabrik. Setiap melewati jalan raya Serang ini, rasanya saya ingin cepat-cepat sampai tujuan karena tak tahan dengan panasnya matahari, debu, deru, dan asap kendaraan besar yang lalu-lalang di sini.

Semenjak pindah ke Jakarta, setidaknya satu bulan sekali saya melewati jalan ini untuk pulang ke Cilegon naik sepeda motor dan sama sekali tak tertarik mengeksplor wilayahnya. Siang itu kebetulan jadwalnya pulang ke Cilegon bersama istri. Dia bersikukuh untuk mampir dulu untuk mengunjungi Kandang Godzilla.

Ok, baiklah…demi istri tercinta.

Jakarta memang keras, tapi lebih keras lagi Kab. Tangerang, karena mempunyai “Kandang Godzilla” atau biasa disebut juga Tebing Koja. Ini bukan Godzilla beneran lho yaa, tapi merupakan tempat wisata alam yang suasananya mirip dengan habitat Godzilla. 

Untuk menuju ke sana, saya naik motor dari Pamulang (Tangerang Selatan) menuju Jalan Raya Serang, yang ditempuh sekitar 1,5 - 2 jam perjalanan. Jika dari arah timur, setelah Balaraja nantinya akan menjumpai pertigaan Cisoka, dari jalan raya sudah terlihat jelas kok tulisan petunjuknya. Setelah itu belok kiri ikuti terus Jl. Raya Cisoka ke arah selatan. Untuk lebih meyakinkan bukalah Google Map dengan mengetik Koja Cliff Park, nanti akan diarahkan.

Obyek wisata ini dahulu merupakan lahan tambang pasir. Karena sudah tidak terpakai dan hanya menyisakan bekas galian, lama-kelamaan bentuknya terlihat artistik dan bagus untuk difoto. Akhirnya oleh warga sekitar dijadikanlah tempat wisata. Yaa mirip-mirip dengan bukit kapur Arosbaya di Madura dan Brown Canyon di Semarang.

Lokasi Tebing Koja memang tidak terlalu jauh dari Danau Cisoka, jadi jika berminat bisa mampir sekalian. Akses jalannya pun sudah dicor, namun mendekati lokasi jalan akan menyempit dan berbatu-batu. Waktu itu sesaat akan sampai lokasi, kami dihadang oleh dua orang warga setempat dan meminta retribusi Rp 3.000 untuk kas desa. 

"Ok lahh, kalo untuk kas desa nggak masalah, ada bukti pembayarannya juga". 


Tak jauh dari situ ambil jalan yang menurun menuju pintu masuknya. Saya pikir retribusi tadi sudah termasuk tiketnya, ternyata berbeda. Ketika sampai sini saya kembali ditarik tiket masuknya sebesar Rp 5.000 per orang, ditambah parkir motor Rp 5.000. Memang kurang efektif sih, karena sedikit-sedikit ada penarikan, seharusnya dijadikan satu pintu sekali bayar agar jelas.

Seorang warga sekitar tiba-tiba menawarkan diri menemani kami dan menunjukkan spot yang biasa digunakan untuk foto. Dia menceritakan bahwa lahan Tebing Koja ini merupakan milik pribadi dan ternyata ada 2 kubu yang mengelolanya. Sebenarnya pernah ada rencana untuk menggabungkannya, namun itu tak kunjung terealisasikan karena perbedaan pendapat. Akhirnya diputuskan tetap ada dua pembagian wilayah dengan pintu masuk yang berbeda.

Katanya batu yang depan itu mirip Godzilla.

Tempat yang saya masuki ini Tebing Koja 1, di spot inilah yang terdapat batu yang konon (jangan dibalik) berbentuk Godzilla. Namun jika ingin mengeksplorasi bagian bawahnya yang berupa padang rumput itu akan dikenai biaya lagi, karena itu sudah beda wilayah. Menurut saya sih, tempat yang terbaik berada di Tebing Koja 1, karena minim gangguan visual. Sedangkan di Tebing Koja 2 yang letaknya berseberangan, terdapat banyak spot foto buatan manusia seperti tulisan bentuk love, hiasan-hiasan, bahkan warung, yang menurut saya malah merusak estetika dari tempat tersebut.

Waktu yang terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah pagi dan sore hari hingga menjelang magrib, karena selain tidak terlalu panas juga foto yang dihasilkan akan lebih bagus lagi. Menurut penuturan warga, saat menjelang matahari terbit terdapat kabut tipis dan embun di bulir-bulir padi yang membuat dramatis. Maka dari itu, tempat ini juga kerap digunakan untuk foto pre-wedding, conceptual, maupun produksi film. 
 


Nilai tambahnya adalah pada bagian bawahnya terdapat genangan air seperti sungai di tengah tebing. Kita bisa menyusurinya menaiki perahu dengan membayar Rp 10.000 per orang. Bagi yang ingin foto, harap berhati-hati karena tebingnya sangat tinggi dan genangan airnya cukup dalam. Begitu juga yang ingin memotret harus memperhatikan posisinya sudah aman atau belum.

Sebenernya masih banyak spot yang harus dieksplorasi, tapi karena hari itu masih siang dan matahari di sini seolah-olah ada banyak, maka saya memutuskan untuk menyudahi pencarian Godzilla kali ini. Siang itu biarlah para domba melakukan tugasnya membasmi rerumputan.


Kehadiran Tebing Koja alias Kandang Godzilla di desa ini cukup membantu perekonomian warga sekitar. Angkutan umum, ojek, maupun warung tradisional pun turut kecipratan rejeki dari pengunjung yang datang. Meskipun begitu, seharusnya para pengelola dan warga sekitar bisa memperbaiki sistem tiket yang jelas agar pengunjung nyaman, dan juga mengurangi hal-hal yang mengganggu estetika alami.