Saat ini banyak sekali seniman yang memanfaatkan internet sebagai ruang pamer agar karyanya dapat diapresiasi masyarakat luas. Namun karena kebebasan dan kemudahannya itulah, banyak orang yang menyalahartikan atau bahkan memanfaatkannya dalam bentuk kejahatan, seperti penjiplakan karya seni dan digunakan untuk kepentingan komersial tanpa seijin seniman pemilik hak ciptanya.

Untuk mencuri/menjiplak karya desain/seni rupa di internet sangatlah mudah. Dengan membuka gambar lalu mengklik kanan – save image as… saja sudah mendapatkan kopiannya, atau jika website tersebut dilindungi bisa juga dengan menggunakan print screen melalui keyboard.

Jika hanya mengkopi karya untuk sebagai koleksi atau bahan referensi sih tidak terlalu jadi masalah, namun jika menggunakan karya orang lain tanpa ijin untuk kepentingan komersial itu merupakan suatu kejahatan. Seperti contoh > kasus < yang menimpa brand pakaian milik Olga Syahputra “Mosc B Diamond”. Desainer mereka (Mosc B Diamond) menggunakan karya desain milik orang lain tanpa ijin, lalu mencetak dan menjualnya dalam bentuk kaos.

Sebagian karya desain tersebut dicomot dari website deviantart.com. Ketika para deviant artist tersebut ditanya dan diklarifikasi, ternyata mereka sama sekali tidak memberi ijin karyanya untuk digunakan oleh brand milik Olga, bahkan sebagian dari mereka marah besar, ketika tahu bahwa karyanya dicuri. Hal tersebut sangat memalukan industri kreatif Indonesia, terutama para desainer grafis yang karyanya sudah mendunia akan tercoreng akibat kelakuan beberapa oknum.

Untuk mengurangi resiko dari pencurian itu ada beberapa alternatif, yaitu ketika meng-upload gambar ke internet cukup dengan resolusi kecil saja, jangan lupa tambahkan watermark yang besar agar sulit dihilangkan. Pintar-pintarlah mengatur komposisi dan tipografi agar tidak mengganggu gambar utama. Langkah yang terakhir adalah menyimpannya dalam format .gif (Save for web).

Jadilah pengguna internet yang bijak, manfaatkan keunggulan internet untuk hal-hal yang baik.

Salam Kreatif !
REN_9041
@cazender_gotcha

Semua orang pasti pernah merasakan cinta, entah cinta pada kekasih, pada alam, atau pada sahabat. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli, cinta merupakan reaksi kimia di dalam tubuh. Jadi tubuh itu memproduksi zat-zat yang dapat membuat kita bisa bahagia, berdebar-debar, bahkan salah tingkah.

Nah, jika kamu mendaki gunung saat sedang jatuh cinta pasti akan bertambah semangatnya, karena yang ada di dalam pikiran adalah hal-hal yang indah bersama pujaan hati, sehingga rasa lelah dan kecemasan akan terlupakan. Terlebih lagi jika kamu mendaki bersama sang pacar, kamu pasti tidak mau terlihat lemah di hadapannya dan akan mengeluarkan segenap tenaga agar menjadi orang yang tangguh dan menjadi pelindung (setidaknya di hadapan pacar :p).

Dalam situasi seperti ini banyak sekali contohnya, seperti orang-orang yang rela melakukan “ritual” di Tanjakan Cinta Gunung Semeru. Mereka dengan bersusah payah mendaki hingga puncak tanpa berhenti, tanpa menoleh ke belakang, dan terus memikirkan pujaan hatinya, berharap seseorang yang dipikirkannya itu mau dengannya. Di situlah salah satu bukti kekuatan cinta dapat memicu semangat para pendaki untuk mengeluarkan segala kemampuannya, karena jika cinta pada seseorang, juga harus cinta terhadap alamnya

Bagi yang jomblo jangan berkecil hati, dunia ini belum berakhir, karena dunia akan berakhir jika puncak Everest sejajar dengan lautan.

Ada cara jitu bagi para pendaki jomblo ketika mendaki gunung agar tetap semangat. Pertama sebelum mendaki, dengarkanlah musik-musik favoritmu lalu hapalkanlah, karena musik tersebut akan menjadi soundtrack ketika dalam perjalanan dan dapat mengisi kekosongan.

Kedua pandangi atau bawalah foto gebetan saat mendaki, kalau tidak punya gebetan, bisa googling foto-foto selebritis di internet Karena ketika sepanjang perjalanan, wajah gebetanmu akan selalu “menemanimu”, terngiang-ngian dan seakan-akan memanggil namamu sambil memberi semangat dari jauh #eeaaa

Lalu yang ketiga targetkanlah puncak sebagai tempat berkontemplasi dan berdoa agar doamu mendapatkan jodoh cepat dikabulkan Tuhan, dari situ kamu bisa mendapatkan “The Power of Love” *criing….

Ketika mendaki gunung, salah satu permasalahan yang sangat krusial adalah Buang Air Besar alias BAB. Memang urusan yang satu ini sangat sulit diajak kompromi untuk ditunda keluarnya, karena merupakan panggilan "alam".

Berhubung di alam bebas atau lebih spesifiknya di gunung tidak ada toilet umum, mau tidak mau kita harus membuang sang hajat di tempat yang tidak biasanya. Berikut ini adalah tips cara buang air besar di alam terbuka :

  • Survey lokasi terlebih dahulu, dan pastikan lokasinya aman.

  • Jauhi tempat yang sering dilalui orang.

  • Pastikan anda membawa tisu basah, tisu kering, dan sedikit air untuk bilas.

  • Jika perlu, gunakanlah sekat penutup seperti matras, fly sheet, atau pun ponco.

  • Jangan buang air besar dekat sumber air ataupun tempat yang dianggap keramat.

  • Ajak temanmu untuk bantu menemani, tapi buatlah jarak, jangan terlalu dekat apalagi sampai mengintip.

  • Permisilah terlebih dahulu atau bacalah doa sesuai agama masing-masing.

  • Galilah tanah dengan kedalaman -+ 1 jengkal. Tempatkanlah kotoranmu di lubang tersebut. Jika sudah selesai, timbun kembali.

  • Sebagai bangsa Indonesia yang menganut adab ketimuran, saat cebok/bilas gunakanlah tangan kiri, karena tangan kanan digunakan untuk makan. Pastikanlah menggunakan tangan sendiri, bukan tangan orang lain, atau pun tangan mantan pacarmu :p

  • Setelah itu bilaslah tangan menggunakan sedikit air, lalu lap pakai tisu basah dan keringkan.

  • Jangan sampai masih terdapat sisa-sisa kotoran yang menyempil di kuku. Karena jika masih terlihat sesuatu berwarna kuning kecoklatan di sela-sela kuku, biasanya otomatis kamu akan mencium tangan tersebut (padahal sudah tahu bahwa tangannya itu bau) maka dari itu gunakanlah gel antiseptic.

  • Jangan tinggalkan tisu atau sampah lainnya di TKP, bawalah semuanya turun kembali.

  • Sehebat apapun anda mendaki gunung, jangan pernah mencoba untuk BAB sambil berdiri.


Demikianlah tips dari saya, semoga dapat memberikan pencerahan agar tidak salah paham dalam melakukan buang air besar di alam bebas :D



Musim hujan telah tiba, saatnya sobat petualang mempersiapkan perlengkapan utama di musim hujan, yaitu "Rain Coat" atau jas hujan. Di Indonesia banyak sekali macam pilihan jas hujan. Meskipun begitu, janganlah sembarangan dalam memilih jas hujan, karena kalau salah akan mengakibatkan fatal pada diri sendiri.

Pada kali ini saya akan memberikan sedikit tips dalam memilih jas hujan yang baik.

1. Sebelum membeli, pastikanlah yang dibeli adalah jas hujan, bukan jas almamater kampus ataupun jas tuxedo.

2. Pastikan jas hujan tersebut tidak tembus air (terserah mau memilih yang ada "wings" nya ataupun tidak).

3. Pastikan jas hujan yang dibeli memiliki lubang di kepala, tangan, dan kaki.

4. Gunakanlah jas hujan hanya ketika hujan turun.

5. Saat menggunakan jas hujan anda tidak perlu menggunakan dasi kupu-kupu, soalnya desain jas hujan berbeda sekali dengan jas tuxedo.

6. Saat menggunakan jas hujan berbentuk ponco, jangan pernah mencoba untuk mengenakan celana dalam di luar, karena khawatir akan dikira Batman.

Bila anda bingung untuk membeli jas hujan, bisalah mampir ke Cartenz Store terdekat, karena Cozmeed menyediakan jas hujan yang cocok digunakan untuk berkegiatan di alam bebas. Dengan memakai jas hujan tersebut akan dijamin :

  "Saat hujan tidak akan kepanasan dan saat panas tidak akan kehujanan".

Selamat bertualang ^_^!


20

Kalian sudah berapa lama pacaran ? Jika ingin tahu karakter asli sang pacar, ajaklah dia naik ke gunung, karena ketika di gunung karakter asli manusia akan keluar semua.

  • Jika pacarmu banyak mengeluh atau mengajak pulang, berarti dia adalah orang yang manja.

  • Jika pacarmu tidak mau membantu mendirikan tenda atau memasak, berarti dia seorang pemalas.

  • Jika pacarmu menghabiskan makanan dan minuman sendirian, berarti pacarmu egois.

  • Jika pacarmu meninggalkan sampahnya di gunung, berarti pacarmu tidak bertanggungjawab.

  • Jika pacarmu menunggu di sampingmu sambil membawakan tisu ketika buang air besar, berarti dia adalah orang yang setia.

  • Jika pacarmu membawakan semua barang bawaanmu dengan cara dipikul, berarti dia seorang porter :p


Selain itu ada juga cara lain, misalnya ketika kamu akan mendaki gunung dan pacarmu tidak ikut, lalu lontarkanlah sebuah pertanyaan seperti berikut :

“Sayang, aku mau naik gunung nih, kamu mau oleh-oleh apa ?”

Jika pacarmu menjawab :

“Tolong bawain aku bunga edelweiss yahh !”

Berarti pacarmu seorang perusak alam, karena lebih mementingkan benda dibandingkan dirimu sendiri, dan kamu perlu mempertimbangkan lagi hubungan kalian tersebut.

Lalu jika pacarmu menjawab :

“Aku gak mau dibawain apa-apa, cukup kamu bisa pulang lagi dengan sehat aja aku udah seneng”. #eeaa

Berarti pacarmu memang benar-benar sayang denganmu, karena lebih mementingkan nyawamu dibandingkan dengan kenang-kenangan yang didapat dengan cara merusak, dan hubungan kalian patut dipertahankan.

Selamat Mencoba :D



Kegalauan hati memang sudah biasa terjadi pada insan petualang, namun hal tersebut ternyata memiliki resiko yang cukup besar. Jika ketika mendaki gunung tapi hati sedang galau, maka akan mempengaruhi kondisi psikologis pendaki tersebut, sehingga konsentrasi dan tingkat kewaspadaan akan berkurang, dan bisa mengakibatkan kecelakaan.

Contohnya saja sekitar tahun 2009, ada seorang anak SMP Magetan, dia hilang di gunung Lawu. Setelah 24 jam akhirnya anak tersebut ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR. Menurut penuturan para rekan-rekannya, anak tersebut ternyata naksir seorang cewek yang ada di rombongannya, namun cewek tersebut malah dekat ke cowok lain. Walhasil anak tersebut menjadi cemburu, hatinya galau, gundah gulana, dan tak tahu harus ke mana, sehingga dirinya terpisah dari rombongannya.

Anak tersebut ditemukan di jalur air, setelah dievakuasi, dia kemudian menceritakan kronologisnya. Ketika dia terpisah dengan rombongan, dia merasa dapat bisikan gaib, sehingga harus menuju ke suatu tempat, dan tiba-tiba ia terperosok masuk ke dalam jurang yang dalamnya sekitar 25 meter. Beruntung anak tersebut hanya mengalami lecet-lecet.

Contoh kedua lokasinya masih di gunung Lawu. Pada tahun 2011, gunung Lawu dihebohkan oleh sesosok mayat yang tergantung di pohon. Ternyata mayat tersebut adalah mayat pendaki yang hilang selama 11 hari. Menurut penuturan rekan-rekan, korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di gunung karena putus cinta.

Kejadian terakhir saat saya baru saja turun dan sampai di posko induk Cemoro Kandang 17 Agustus 2015, mendapatkan kabar bahwa ada seorang pendaki wanita yang kakinya sakit di Pos 1 Cemoro Sewu, sehingga dia gak bisa turun.

Waktu itu menunjukkan pukul 20.00 WIB. Langsung saja 3 rekan saya menerobos pekatnya malam, dan melawan udara dingin Lawu. Mereka menjemput dan mengevakuasi pasien tersebut ke TKP.

Saat akan dievakuasi, wanita itu menolak dan tidak mau turun, dengan alasan sedang "PATAH HATI". Hanya berbekal plastik kresek, dia menyelimuti tubuhnya dari udara dingin.
 

Yap, semua itu karena masalah CINTA !  

Cinta itu memang menyenangkan, tapi kadang juga menyakitkan. Jika kalian tidak kuat merasakan sakitnya, ya jangan jatuh cinta, meskipun cinta itu proses alamiah. Kita sebagai petualang harus bisa menanggung resikonya. Karena cinta itu ibarat naik gunung, ada senengnya, ada capeknya, dan ada sakitnya. Kalau gak mau nerima resiko itu ya gak usah naik gunung, ke pantai aja biar bisa santai, atau nggak tidur di rumah.

Naik gunung itu cukup bawa beban di punggung saja, jangan beban di hati ataupun pikiran. Karena salah satu tujuan orang naik gunung itu kan melepaskan semua beban di hati, mencari kebebasan dan kedamaian di atas awan. Cobalah berpikir dengan logis, dan pikirkan dampak buruknya terhadap semuanya. Jangan biarkan hatimu galau soal cinta. Jomblo itu bukan kutukan, tapi pilihan :)

Jadi jangan merasa rendah diri menjadi seorang pendaki yang jomblo. Karena saat ini banyak sekali wanita-wanita cantik atau cowok-cowok ganteng yang suka naik gunung. Sering-seringlah naik gunung dan berdoa di atas, siapa tahu Tuhan bakal ngasih jodoh yang terbaik buatmu, syukur-syukur kalo orang itu adalah pendaki gunung juga. 

Berbahagialah kamu yang punya pacar yang juga pendaki gunung ^_^!



Malam hari biasanya digunakan untuk istirahat, namun banyak juga para pendaki yang memilih malam hari untuk melakukan pendakian ke gunung, salah satu alasannya adalah udaranya tidak panas. Selain itu salah satu gunung di Indonesia, yaitu Semeru memiliki aturan harus turun dari puncak pukul 10.00 pagi, karena dikhawatirkan angin akan berubah arah membawa gas beracun. Jadi mau tidak mau para pendaki harus mendaki ke puncak saat malam hari. Namun begitu, ada resiko-resiko yang harus dihadapi ketika mendaki di malam hari seperti :

1. Dingin
Saat malam hari tentunya udara lebih dingin daripada siang hari. Hal ini berpotensi besar akan terkena hipotermia, terutama jika cuaca sedang buruk.

2. Mengantuk
Manusia diciptakan sebagai makhluk diurnal, yaitu beraktifitas di siang hari, dan ketika malam hari otak otomatis akan merespon tubuh yang telah lelah, sehingga akan terasa mengantuk, karena pada malam hari inilah waktu yang tepat untuk beristirahat.

3. Disorientasi medan
Ketika malam hari, cahaya matahari telah bersembunyi di balik cakrawala sehingga semuanya akan gelap. Di kegelapan itulah mata kita sulit untuk melihat di kejauhan untuk melakukan navigasi, meskipun ada senter sebagai penerangan, hal itu belumlah cukup, karena cahayanya tidak mencakup semuanya. Banyak para pendaki yang tersesat di malam hari karena disorientasi medan, bahkan banyak pula yang mengalami kecelakaan seperti masuk ke dalam jurang karena mata tidak bisa melihat dengan jelas.

4. Gangguan satwa liar
Jika “beruntung” sobat petualang sekalian akan bertemu dengan satwa-satwa nocturnal atau yang aktif di malam hari seperti burung hantu, musang, tarsius, hingga macan tutul

5. Sulit memotret
Bagi yang memiliki hobi fotografi tentunya akan kecewa, karena akan kesulitan memotret. Sebab fotografi sangat membutuhkan cahaya, meskipun ada lampu flash dan senter, itu tidaklah cukup, karena tidak bisa menjangkau bentang alam yang sangat luas, belum lagi kesulitan untuk autofocus dan mau tidak mau harus menggunakan long exposure untuk mendapatkan foto pemandangan di malam hari.

6. Halusinasi
Ketika berjalan di malam hari tubuh juga akan lelah, di saat lelah itulah biasanya otak manusia akan “membuat” imajinasinya sendiri, sehingga mata akan merasa melihat objek-objek yang tidak masuk akal ketika berada di atas gunung, dan hal itu akan mempengaruhi psikologis pendaki itu sendiri.

Meskipun begitu itu adalah pilihan masing-masing mau mendaki saat siang atau malam hari, namun yang jelas para pendaki harus bisa mengantisipasi segala resiko yang ada saat mendaki di malam hari.


Sebuah perjalanan yang memang tidak pernah direncanakan bahkan dibayangkan sebelumnya. Perjalanan yang mengingatkan kembali ke masa lampau...

Trowulan, Mojokerto

27 September 2013

[gallery ids="417,418,419,421,422,423,424"]

Back To The Past

by on January 22, 2014
Sebuah perjalanan yang memang tidak pernah direncanakan bahkan dibayangkan sebelumnya. Perjalanan yang mengingatkan kembali ke masa lampau.....