Di jaman yang serba cepat ini menuntut kita untuk cepat dan praktis dalam mobilitas di manapun, terutama soal pekerjaan. Sebagai  fotografer yang gemar traveling, saya membutuhkan perangkat yang canggih untuk menunjang kinerja pekerjaan saya. Tidak hanya canggih, namun juga ringan dan kuat dari segi fisiknya agar lebih nyaman dan aman ketika dibawa traveling ke manapun.


Selama ini saya menggunakan laptop Asus K42J sejak tahun 2009 hingga sekarang (2018). Begitu juga istri saya merupakan pengguna laptop ASUS. Saya sangat puas sekali dengan performanya, karena sudah banyak karya yang saya hasilkan berupa tulisan, desain grafis maupun digital imaging. Namun seiring dengan kebutuhan masa kini dan bertambahnya usia, saya memang membutuhkan laptop yang lebih ringan agar memudahkan saya untuk mobilisasi ketika traveling dan juga presentasi ke klien di berbagai kota di Indonesia.

Dalam dunia traveling, saya adalah penganut sistem “Ultralight Backpacking”, yaitu seni jalan-jalan dengan budget murah dan membawa barang seringan mungkin, tanpa mengurangi standar perlengkapan dan esensi dari traveling itu sendiri. Tidak mudah memang untuk ultralight backpacking, karena harus memperhitungkan bobot barang bawaan dan efisiensinya, apalagi jika harus membawa kamera dan laptop sambil bekerja di lapangan. 

Namun, semua itu bisa terjawab setelah hadirnya ASUS ZenBook 13 UX331UAL ke pasaran Indonesia. Laptop canggih nan tipis dan ringan ini seakan membawa angin segar bagi traveler seperti saya. Meskipun memiliki ketebalan hanya 13,9 mm dan berat 985 gram saja, laptop Asus Zenbook 13 UX331UAL ini ternyata memiliki material yang sangat kokoh karena berbahan magnesium alloy.  Bahkan ia telah lolos uji daya tahan sesuai standar military-grade MIL-STD 810G. Gilanya lagi, Raditya Dika pernah test ketahanan dengan cara menjatuhkan, menginjak, dan melindas laptopnya menggunakan motor. Hasilnya, laptopnya masih sehat wal’afiat dan berfungsi dengan normal tanpa ada keretakan. Wuiihh… jadi gak perlu khawatir lagi untuk dibawa ke mana-mana. Gokill banget nggak tuhh…

Soal performa juga tidak perlu diragukan. Berbicara soal kecepatan, Asus Zenbook 13 UX331UAL memiliki prosesor Intel Core i generasi ke-8. Ditambah juga memory 8 GB. Jadi, sudah sangat mumpuni untuk mengerjakan digital imaging photo. Ada satu hal lagi yang menarik. Laptop ini memiliki cara canggih untuk mengoperasikan akses Windows 10 hanya dengan menghadapkan wajah ke layar atau sentuhan jari di sensor fingerprint. Jadi, fasilitas ini sangat berguna bagi yang kerap kerja di lapangan yang membutuhkan akses sangat cepat dan praktis, dan teknologi ini dirancang untuk menambah keamanan penggunanya. Ibarat seperti di teve-teve, tinggal pantengin muka ke layar monitor sambil bilang 

“Tatap mata saya !”.

Kita bisa menyuruh si laptop untuk membuka Windows tanpa perlu mengetik password.


Pekerjaan utama saya adalah sebagai fotografer dan digital imaging artist, namun saya juga memiliki pekerjaan lain sebagai travel blogger. Untuk mendukung hal itu, saya membutuhkan keyboard yang nyaman untuk mengetik. Untungnya Asus Zenbook 13 UX331UAL telah menyediakan yang saya butuhkan. Dengan diciptakannya keyboard yang memiliki desain ergonomis, saya bisa lebih nyaman mengetik dan jari tidak mudah lelah, serta sangat membantu saat mengetik di tempat minim pencahayaan.

Ketika traveling ke berbagai pelosok kota, kadang saya sulit menemukan colokan listrik selama di perjalanan. Padahal saya biasa mengerjakan sesuatu di kendaraan karena sering diburu deadline agar tidak telat. Namun kekhawatiran itu sekarang tidak terjadi, karena Asus Zenbook 13 UX331UAL memiliki daya tahan baterai hingga 4 jam 43 menit, itupun jika digunakan non-stop untuk pekerjaan berat seperti video editing. Bahkan jika dipakai untuk pekerjaan ringan seperti mengetik, bisa bertahan hingga 15 jam lho.

Menurut saya pemilihan warna laptop itu mencerminkan penggunanya. Orang yang romantis dan terbuka biasanya akan memilih Asus Zenbook 13 UX331UAL warna Rose Gold. Sedangkan bagi orang yang kalem, misterius, dan sangar seperti saya akan memilih Deep Dive Blue yang cenderung lebih gelap.

Well, apapun pilihan warnanya, upgrade laptop ASUS dari K42J ke Zenbook 13 UX331UAL adalah sebuah pilihan yang sangat tepat bagi para traveler. Dengan bobot yang sangat ringan sekali membuat kita sebagai traveler bisa lebih leluasa dalam mobilitasnya, dan juga bentuknya yang tipis sangat efisien dalam urusan packing. Ditambah pula ketahanan dan performa yang sangat apik bisa mendukung dalam penciptaan karya-karya baru dalam menyelesakan pekerjan.


#LaptopIdamanSobatTraveler #2018PakaiZenBook #ASUSxTravelerien

Ibukota negara Indonesia, yaitu Jakarta adalah kota metropolitan yang sangat padat. Kemacetan yang semakin hari semakin menggila membuat saya jadi suntuk, ditambah rumah kontrakan kami yang kecil di daerah Pamulang menambah bosan akhir pekan karena tidak ada aktivitas. Untuk mengobati rasa penat itu, istri saya mengajak untuk menginap di Manhattan Hotel. 

Bukan.

Ini bukan Manhattan yang ada di USA, tapi Hotel Manhattan yang berada Jakarta. Dengan mengusung nama yang sama, Hotel Manhattan ingin menyajikan suasana mewah seperti sedang berada di Manhattan. Penasaran dengan berbagai hal yang ada di sana ? Yukk kita bahas.


Bagaimana cara ke sana ?

Dengan berlokasi di daerah Kuningan, Manhattan Hotel sangat mudah kita datangi, yaitu tepatnya di Jl. Prof Dr. Satrio No. 1, Kav. 22, Cassablanca, Jakarta Selatan. Bila dari arah Selatan, ambillah menuju Jl. Rasuna Said, lalu saat sampai di perempatan Cassablanca, tinggal belok ke kiri atau ke arah barat. Hotelnya terlihat menjulang tinggi.

Secara lokasi, hotelnya pun sangat strategis, karena berada di dekat pusat perbelanjaan, yaitu Kuningan City, Lotte Shopping Avenue, Mal Ambassador, dan juga Cartenz Store.


Desain Hotel

Sejak awal masuk saya langsung merasakan aroma kemewahan di sini, lobby-nya sangat besar dan disediakan ruang tunggu yang nyaman. Serta memiliki NYC Bar & Lounge di bagian pojoknya. Perpaduan desain yang modern dan minimalis dikemas apik pada hotel ini.
Lobby Hotel

Fasilitas Hotel
Kamar yang saya tempati merupakan tipe Mars and Venus Suites dengan range harga sekitar Rp. 1.190.000/malamnya. Untuk fasilitasnya di dalamnya terdapat kulkas, microwave, TV, mini bar, DVD player, dan ruangan kamar yang sangat lega sekali. Ini adalah kali pertama saya menginap di hotel yang memiliki total 36 lantai. Pemandangan sekitarnya keren banget, kita bisa melihat pemandangan dari 2 sisi, karena letak kamarnya berada di sudut, jadi ini sangat cocok sekali untuk memotret cityscapes. 

Mars & Venus Suites
Ada satu hal lagi yang menarik, yaitu kamar mandinya memiliki bath tub dengan jendela kaca yang mengarah ke luar. Wihh, jadi asik nih buat berendam sambil melihat kemacetan di kota Jakarta yang ternyata keren untuk dilihat dari atas dan menyebalkan ketika menjalaninya.


Sore hari menjelang malam saya dan istri santai sejenak melihat gedung-gedung Jakarta yang terlihat dekat sambil menikmati orange juice di The 8 Pub & Lounge. Suasananya tidak ramai, karena bukan peak season, jadi terasa seperti dibooking untuk hanya kita berdua. Saat kami menginap bertepatan dengan pertandingan Piala Dunia. Sejak awal saya berharap bisa nonton dengan santai dan nyaman di kamar yang luas ini, tapi sayangnya itu tidak terjadi karena channel tv di hotel tidak menyediakan siaran piala dunia karena terkait lisensi hak siar. Jadi dengan terpaksa saya nonton melalui layar ponsel. Untung saja akses wifi di sini cukup kencang.


Pagi sebelum sarapan adalah waktunya yang tepat bagi kami untuk berenang. Udara Jakarta yang masih cukup segar di hari Minggu membuat kami betah bersantai di sini sambil lihat pemandangan gedung-gedung Jakarta dan orang-orang yang berlarian di Car Free Day. Yahh, sambil membayangkan kalau sedang berada di Manhattan. Untungnya saat itu hari Minggu, karena saat hari kerja, kemungkinan kita yang sedang berenang akan jadi tontonan para karyawan di Gedung Bank Muamalat yang tepat berada di sebelahnya, jadi berasa seperti sirkus lumba-lumba -_-.

Sauna, Spa, Salon, dan Fitness Center
Bagi yang tidak suka berendam air dingin, sepertinya kolam renang ini tidak cocok bagi kalian, soalnya airnya dingin banget, ditambah letaknya yang berada di ketinggian, membuat angin bisa dengan mudah menerpa badan kita. Tapi jangan khawatir, di ruang ganti dekat kolam renang terdapat ruangan sauna, cocok untuk menghangatkan badan dan juga mengeluarkan keringat tanpa perlu capek olahraga. Tidak hanya itu, fasilitas lain untuk memanjakan tubuh juga hadir di sini seperti fitness center, salon, dan juga Ayur Bali Spa, yang dari kejauhan sudah tercium aroma terapinya.


Manhattan Hotel sendiri memiliki 5 restoran dengan tema yang berbeda, namun saat sarapan, semua dipusatkan di Central Park Restaurant yang memang buka 24 jam. Di restoran ini menyajikan berbagai macam masakan, mulai dari Indonesia, Chinese, dan juga Western, jadi banyak sekali pilihan variannya.


Oh iya, untuk keperluan booking Manhattan Hotel ini saya pakai Mister Aladin, caranya pun mudah, bisa lewat ponsel. Pernah kejadian waktu ada promo saya agak kesulitan memasukkan kode bookingnya, terus saya minta bantuan customer service-nya, lalu dipandu dan dilayani dengan baik dehh.

Pergi ke US membutuhkan banyak biaya dan persyaratan yang tidak mudah, namun menginap di Manhattan Hotel ini sedikit mengobati keinginanku untuk ke Manhattan yang sebenarnya. Yahh, anggap saja latihan, karena bukan tidak mungkin, suatu saat saya dan istri bisa berkunjung ke US secara gratis :D

Aamiin.

Hotel di Jakarta Rasa Manhattan

by on September 19, 2018
Ibukota negara Indonesia, yaitu Jakarta adalah kota metropolitan yang sangat padat. Kemacetan yang semakin hari semakin menggila membuat...