Seperti biasanya, hari ke-3 lebaran selalu kami sempatkan untuk liburan. Ada destinasi baru yang sangat unik di Bawen, Kabupaten Semarang tahun ini, yaitu Dusun Semilir. Perjalanan dimulai dari Jogja menuju Bawen yang ditempuh sekitar 2,5 jam karena kondisi lalu lintas saat itu cukup ramai. 

Hamparan sawah dan gunung-gunung yang indah membentang sepanjang jalan saat melewati Ambarawa. Tak lama, dari kejauhan di atas bukit nampak terlihat bangunan unik yang berderet menyerupai genta atau lonceng. Ternyata itulah destinasi yang akan kami tuju.

Lokasinya yang strategis membuatnya sangat ramai, karena mudah dilalui wisatawan, yaitu di Jl. Soekarno Hatta No. 49. Mungkin sekitar 300 meter dari Exit Toll Semarang - Bawen. Pokoknya cari saja bangunan yang mirip stupa candi.


Dusun Semilir adalah tempat wisata terintegrasi yang berkonsep ecopark nan asri dengan suasana pedesaan yang dipadukan dengan desain modern. Di dalamnya terdapat restoran, foodpark, taman, pusat souvenir, dan juga selfie spot. Untuk tiket masuknya sendiri sangatlah murah, hanya Rp 5.000 / orang. Namun harus menggunakan kartu khusus, karena di dalam sini menerapkan cashless untuk segala transaksinya. Satu kartu minimal Top up saldo Rp 50.000 dan bisa digunakan untuk orang banyak sejumlah saldo tersebut. Bagusnya lagi, jika masih ada sisa saldo yang tidak terpakai, saat pulang bisa melakukan refund. Tapi khusus berlaku top up menggunakan uang cash ya, tidak berlaku pembayaran menggunakan kartu kredit atau debit.

Desain arsitektur Dusun Semilir ini unik sekali, terdiri dari 7 stupa yang menjadi satu, karena mengusung konsep Stupa Candi Borobudur yang merupakan representasi logo Provinsi Jawa Tengah.
 

Saat memasuki bangunannya, kita akan “terhadang” pohon besar yang letaknya di tengah-tengah. Instalasi khas hutan tropis itu menjadi landmark tempat wisata ini. Pengelolanya memang sudah mempersiapkan dan menandai di lantainya, dari titik mana sajakah angle yang terbaik untuk memotret.


Dari pohon besar, perjalanan kita akan melewati Warisan Indonesia yang menjual berbagai macam souvenir dan kerajinan khas Indonesia, lalu dilanjutkan menuju Teras Gunung yang berada di belakangnya. Di sini akan terhubung dengan Jembatan Senggol yang terbuat dari bambu, dan memiliki pola zig-zag pada jalurnya yang menurun. Sepanjang jembatan ini terdapat beberapa stand makanan makanan tradisional yang bisa menggoda kita untuk berhenti dan mencicipinya. Jembatan yang lebarnya 10 meter ini cukup lega sekali untuk lalu lalang pengunjung. Jika sedang terik matahari, lantainya akan terlihat bergaris-garis membentuk bayangan kerangka bambunya. Keren banget buat difoto.


Jembatan Senggol
Perjalanan melintasi Jembatan Senggol berakhir di Sepoi-Sepoi Foodcourt di bagian bawah. Berada di punggungan bukit membuat Dusun Semilir memiliki udara yang cukup sejuk saat malam sekitar 20-23 derajat, tapi saat siang yaa tetap panas, maka dari itu saat datang pakaiannya harus disesuaikan.

Sepoi-Sepoi Foodpark

Sebenarnya Dusun Semilir tempat yang bagus untuk liburan keluarga, namun sayangnya saat itu kondisi bangunannya belum 100% selesai, mungkin baru sekitar 65%. Pada area belakang dan sekelilingnya masih terlihat proses pengerjaannya. Menurut website resminya, nanti akan tersedia penginapan berkonsep Exotic & Glamping Villas, danau buatan, pet village, dan taman bermain anak. Semoga saja bisa segera berbenah dan menyediakan mushola atau tempat sholat yang lebih luas.


Cemilan Indonesia
Untuk menuju pintu keluar, kita harus naik lagi melewati Jembatan Senggol lalu belok ke kiri. Sebelum pintu keluar kita akan melewati pusat oleh-oleh Cemilan Indonesia. Di sini menyediakan berbagai macam oleh-oleh nusantara yang diproduksi oleh berbagai UKM lokal. Satu hal yang pasti akan terngiang-ngiang di kepala ketika kita pulang adalah jingle lagu Dusun Semilir, karena sepanjang hari diputar terus hingga kita hapal sendiri.



Di kaki gunung-gunung berjajar megah…
Danau biru awan putih.
Sejuk terasa menyegarkan jiwa.

Dusun Semilir tempat wisata keluarga bahagia.
Ayo kita wisata ke Dusun Semiliiiiirrrrrrr…..


Oh may gosh, bahkan sampe ngetik tulisan ini nadanya pun masih hapal :D