Review Go Clean Sang Penyelamat Rumah Tanggaku

/ October 25, 2019

Hidup setelah berumah tangga itu berbeda sekali dengan waktu jaman masih ngekos dulu. Semua terbiasa dilakukan sendiri, bahkan cuma beresin kamar sendiri susahnya minta ampun. Namun sekarang, kita bisa saling berbagi pekerjaan rumah, istri nyapu, ngepel, nyuci, nyetrika, masak, sementara saya bersihin kamar mandi, nyuci motor, nyabutin rumput, dan nebang tanaman liar di depan rumah. Apa yang dilakukan membuat hidup saya jadi lebih seimbang dan teratur. Kita nggak pakai jasa asisten rumah tangga karena cuma tinggal berdua di rumah yang kecil ini, jadi cukup dikerjakan sendiri aja.

Semua yang terbiasa kami lakukan bersama itu terhenti pada bulan Juni pasca Idul Fitri. Saat itu istri saya tengah mengandung 8 bulan dan memang sudah saya rencanakan untuk lahiran di Jogja hingga 3 bulan ke depan pasca melahirkan agar bayi kami lebih siap untuk dipindahkan kembali ke Jakarta. Setelah ditinggalkan sementara oleh istri, saya kemudian membiasakan diri untuk mengerjakan semuanya sendirian.

“Wahh….jadi anak kost lagi nihh ?”


Itulah yang sering diucapkan oleh orang-orang terdekat saya saat tau kalau tinggal di rumah sendirian selama 4 bulan. Saat awal-awal pikirku terlihat gampang dan sepele. Yahh…cuma nyapu ini, nyuci juga ada mesin cuci, trus baju yang disetrika juga nggak banyak-banyak amat. Namun ternyata setelah dikerjakan cukup bikin saya kewalahan. Mulai dari gak sempet nyapu hingga nyetrika tapi gak rapi-rapi pakaiannya. Emang ya saya gak berbakat soal menyetrika ini.

Aktivitas harian saya sebagian besar dihabiskan di kantor. Berangkat pukul 08.00 hingga pulang setelah Magrib, bahkan kalo lembur bisa pulang pukul 22.00. Jadi mana sempat untuk bersih-bersih. Baru sampai rumah aja pikirannya selalu “Aduh pengen rebahan nihh”. Bagi saya rebahan itu adalah godaan yang sangat kuat sekali, padahal maksud hati cuma mau rebahan sebentar aja, tiba-tiba bablas sampai pagi. Hal paling mungkin tiap malam adalah nyuci baju dan nyuci piring, itu pun jemurnya besok paginya kalo gak lupa. Jadi boro-boro ngepel, ngelapin meja dan sebagainya aja gak sempat. Kalo lantai berdebu atau sudut ruangan penuh sarang Spiderman sih udah biasa. Tapi satu hal yang paling saya takutkan adalah kotornya kompor kesayangan istriku :D

Memang setiap masak punya resiko untuk mengotori kompor tersebut, mulai dari minyak, potongan mie instan, sampai tetesan putih telur yang mengerak. Bahkan kadang saya membiarkan piring kotor lebih dari 3 hari sehingga timbul jamur-jamur yang siap dipanen. Akhirnya saya menyerah deh, memang saya nggak bakal sanggup untuk mengerjakan ini semua. Padahal sebentar lagi istri mau balik ke Jakarta bersama bayi kami, mau nggak mau rumah harus dalam keadaan bersih, rapi, dan wangi.

Sempet bingung mau minta bantuan siapa, karena di sini saya belum kenal orang yang bisa dipercaya untuk bersih-bersih rumah. Saat browsing di internet, eh gak sengaja saya liat ada program layanan Go Life dari Gojek, namanya Go Clean. Langsung aja deh saya download aplikasinya trus order. Go Clean adalah layanan jasa membersihkan isi rumahmu, gak cuma debu-debu aja yang bisa dibersihkan, tapi juga bisa menyingkirkan barang pemberian mantan :D Sebelumnya saya belum pernah tau layanan ini seperti apa, belum sempet cek Review GoClean, tapi nekat aja langsung coba order. Cara ordernya pun mudah, pastikan kamu punya akun Gojek dulu dan memiliki saldo Gopay. Kalo nggak punya bisa bayar dengan uang cash.



Sistem kerja Go Clean ini berdasarkan kategori dan durasi pengerjaan. Penjelasannya sebagai berikut :

1. REGULER
Ini merupakan layanan yang biasa atau sering dipesan sehari-hari untuk membersihkan rumahmu. Bagi yang menggunakan peralatan pribadi, tentunya harga akan lebih murah. Durasi pengerjaan pun kita bisa pilih, mulai dari 1 jam hingga 6 jam, tergantung luas rumahmu, jadi kamu sendiri yang harus memperkirakan berapa lamanya. Area yang dibersihkan mulai dari teras, kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, kulkas, termasuk setrika 8 pakaian.

2. SPESIAL
Bagi yang tinggal di apartemen atau kost bisa memilih kategori ini. Selain itu juga ada layanan setrika yang dibuat terpisah. Jadi jumlah pakaian yang akan disetrika lebih banyak lagi.

3. DEEP CLEANING
Ini khusus untuk membersihkan area secara mendetail, seperti kamar mandi, lantai keramik, tandon air, hingga sedot WC. Tentunya ini dilakukan oleh tim yang profesional karena membutuhkan alat dan penanganan khusus.

4.SERVICE AT EVENT
Pilihan ini membersihkan selama event berlangsung, seperti meeting di kantor, reuni, atau syukuran.

Ini dia tahapannya dalam memesan.

Untuk pembayarannya, berdasarkan pengalaman, jika membayar menggunakan Gopay maka biasanya tarifnya lebih murah seperti Go Ride. Eh iya bener, waktu itu saya liat ada promo, tarif normalnya sebesar Rp 40.000, setelah menggunakan voucher promo Gopay kena potongan jadi Rp 20.000, murah banget kan. Maka dari itu sebelum memesan, saya isi saldo Gopay terlebih dahulu. Karena rumah saya kecil, saya memesan layanan reguler selama 1 jam. Saya rasa durasi itu cukup untuk membersihkan hal yang inti berupa lantai, meja, kursi, kamar tidur, kamar mandi, dan juga dapur.

Siapkan perlengkapannya terlebih dahulu.

Kita juga bisa memilih preferensi penyedia jasanya, pria atau wanita. Kalo saya sendiri sih lebih memilih wanita untuk soal kebersihan rumah tangga, karena biasanya lebih ulet kayak istri saya. Setelah menentukan pilihan, tinggal order deh. Aplikasi akan otomatis mencari penyedia jasa yang terdekat dari rumahmu. Jangan lupa menyertakan alamat lengkap dan patokannya supaya mudah sampai ke tempatmu. Estimasi waktu order dengan kedatangan penyedia jasa sekitar 45 menit, jadi harap bersabar yaa. Kebetulan yang datang itu Ibu Desiani, beliau rumahnya tidak jauh dari tempat saya, maka dari itu beliau lebih memilih jalan kaki. Tapi untungnya datangnya tepat waktu.


Sore itu ketika beliau datang, saya sudah menyiapkan peralatan apa saja yang akan digunakan dan memindahkan motor-motor di teras serta merapikan peralatan fotografi yang tercecer. Ini sangat penting sekali, karena untuk membantu kinerja mereka agar lebih efisien waktu dan kerja jadi maksimal. Jangan mentang-mentang ada yang bersih-bersih, kita bisa seenaknya ngacak-ngacak barang dan bikin kotor. Lagipula yang lebih mengerti posisi barang-barang itu kan kita sendiri, tugas kita hanya memberi instruksi dengan jelas mana aja yang jadi prioritas untuk dibersihkan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan. Contohnya seperti ini, saat ingin membersihkan kamar mandi udah saya kasih tau lokasi sikat yang biasa digunakan, sehingga tidak perlu menggunakan sikat yang biasa digunakan untuk menyikat pakaian.


Ketika semua sudah siap, bu Desiani menekan tombol start melalui aplikasi di ponsel yang telah usang itu. Artinya dia sudah memulai pekerjaannya hingga 1 jam ke depan. Sementara itu saya bisa dengan tenang meneruskan pekerjaan saya di rumah, sambil beberapa kali rebahan agar rileks. Tak terasa 1 jam berlalu, si ibu telah menyelesaikan pekerjaannya. Karena penasaran, saya cek satu persatu yang sudah dikerjakannya, dan ternyata semuanya telah bersih sesuai dengan target yang telah saya instruksikan, bahkan si ibu membantu mengumpulkan sampah lain yang tercecer di depan rumah. Tapi yang paling penting adalah kompor istriku kembali kinclong lagi seperti baru, aduhh lega deh rasanya, karena saya pikir kotorannya nggak bisa dibersihkan lagi.

Sesaat sebelum pulang, si ibu sejenak cerita.

“Iya mas, Go Clean ini ngebantu banget perekonomian saya, lumayan nambah penghasilan” kata si ibu bangga.

“Emang sehari bisa berapa orderan bu ?” tanya saya.

“Kalo sepi cuma 1, kalo rame bisa sampai 5 kali mas sehari kayak pas mau lebaran itu, tapi hari ini untungnya deket, jadi saya cukup jalan kaki ke rumah masnya”.



Setelah saya cari tahu, ternyata semua mitra GoClean ini telah mendapatkan pelatihan khusus, sehingga lebih terampil dan cekatan sesuai dengan target waktu yang ditentukan. Pantas saja kinerjanya…sat…set…sat…set, karena emang udah terbiasa, yang penting kita sebagai pengguna jasanya turut membantu juga agar mereka bisa bekerja dengan baik.

Tak terasa hari semakin sore, waktunya si ibu pulang dan saya menikmati rumah yang telah bersih dan rapi. Hari itu beban saya sudah banyak berkurang, kini bisa menyambut kedatangan istri dan anak saya dengan tenang tanpa ada khawatir lagi rumahnya kayak kapal pecah. Saya percaya, tiap ada kesulitan mengatur rumah, pasti ada jalan :D



Hidup setelah berumah tangga itu berbeda sekali dengan waktu jaman masih ngekos dulu. Semua terbiasa dilakukan sendiri, bahkan cuma beresin kamar sendiri susahnya minta ampun. Namun sekarang, kita bisa saling berbagi pekerjaan rumah, istri nyapu, ngepel, nyuci, nyetrika, masak, sementara saya bersihin kamar mandi, nyuci motor, nyabutin rumput, dan nebang tanaman liar di depan rumah. Apa yang dilakukan membuat hidup saya jadi lebih seimbang dan teratur. Kita nggak pakai jasa asisten rumah tangga karena cuma tinggal berdua di rumah yang kecil ini, jadi cukup dikerjakan sendiri aja.

Semua yang terbiasa kami lakukan bersama itu terhenti pada bulan Juni pasca Idul Fitri. Saat itu istri saya tengah mengandung 8 bulan dan memang sudah saya rencanakan untuk lahiran di Jogja hingga 3 bulan ke depan pasca melahirkan agar bayi kami lebih siap untuk dipindahkan kembali ke Jakarta. Setelah ditinggalkan sementara oleh istri, saya kemudian membiasakan diri untuk mengerjakan semuanya sendirian.

“Wahh….jadi anak kost lagi nihh ?”


Itulah yang sering diucapkan oleh orang-orang terdekat saya saat tau kalau tinggal di rumah sendirian selama 4 bulan. Saat awal-awal pikirku terlihat gampang dan sepele. Yahh…cuma nyapu ini, nyuci juga ada mesin cuci, trus baju yang disetrika juga nggak banyak-banyak amat. Namun ternyata setelah dikerjakan cukup bikin saya kewalahan. Mulai dari gak sempet nyapu hingga nyetrika tapi gak rapi-rapi pakaiannya. Emang ya saya gak berbakat soal menyetrika ini.

Aktivitas harian saya sebagian besar dihabiskan di kantor. Berangkat pukul 08.00 hingga pulang setelah Magrib, bahkan kalo lembur bisa pulang pukul 22.00. Jadi mana sempat untuk bersih-bersih. Baru sampai rumah aja pikirannya selalu “Aduh pengen rebahan nihh”. Bagi saya rebahan itu adalah godaan yang sangat kuat sekali, padahal maksud hati cuma mau rebahan sebentar aja, tiba-tiba bablas sampai pagi. Hal paling mungkin tiap malam adalah nyuci baju dan nyuci piring, itu pun jemurnya besok paginya kalo gak lupa. Jadi boro-boro ngepel, ngelapin meja dan sebagainya aja gak sempat. Kalo lantai berdebu atau sudut ruangan penuh sarang Spiderman sih udah biasa. Tapi satu hal yang paling saya takutkan adalah kotornya kompor kesayangan istriku :D

Memang setiap masak punya resiko untuk mengotori kompor tersebut, mulai dari minyak, potongan mie instan, sampai tetesan putih telur yang mengerak. Bahkan kadang saya membiarkan piring kotor lebih dari 3 hari sehingga timbul jamur-jamur yang siap dipanen. Akhirnya saya menyerah deh, memang saya nggak bakal sanggup untuk mengerjakan ini semua. Padahal sebentar lagi istri mau balik ke Jakarta bersama bayi kami, mau nggak mau rumah harus dalam keadaan bersih, rapi, dan wangi.

Sempet bingung mau minta bantuan siapa, karena di sini saya belum kenal orang yang bisa dipercaya untuk bersih-bersih rumah. Saat browsing di internet, eh gak sengaja saya liat ada program layanan Go Life dari Gojek, namanya Go Clean. Langsung aja deh saya download aplikasinya trus order. Go Clean adalah layanan jasa membersihkan isi rumahmu, gak cuma debu-debu aja yang bisa dibersihkan, tapi juga bisa menyingkirkan barang pemberian mantan :D Sebelumnya saya belum pernah tau layanan ini seperti apa, belum sempet cek Review GoClean, tapi nekat aja langsung coba order. Cara ordernya pun mudah, pastikan kamu punya akun Gojek dulu dan memiliki saldo Gopay. Kalo nggak punya bisa bayar dengan uang cash.



Sistem kerja Go Clean ini berdasarkan kategori dan durasi pengerjaan. Penjelasannya sebagai berikut :

1. REGULER
Ini merupakan layanan yang biasa atau sering dipesan sehari-hari untuk membersihkan rumahmu. Bagi yang menggunakan peralatan pribadi, tentunya harga akan lebih murah. Durasi pengerjaan pun kita bisa pilih, mulai dari 1 jam hingga 6 jam, tergantung luas rumahmu, jadi kamu sendiri yang harus memperkirakan berapa lamanya. Area yang dibersihkan mulai dari teras, kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, kulkas, termasuk setrika 8 pakaian.

2. SPESIAL
Bagi yang tinggal di apartemen atau kost bisa memilih kategori ini. Selain itu juga ada layanan setrika yang dibuat terpisah. Jadi jumlah pakaian yang akan disetrika lebih banyak lagi.

3. DEEP CLEANING
Ini khusus untuk membersihkan area secara mendetail, seperti kamar mandi, lantai keramik, tandon air, hingga sedot WC. Tentunya ini dilakukan oleh tim yang profesional karena membutuhkan alat dan penanganan khusus.

4.SERVICE AT EVENT
Pilihan ini membersihkan selama event berlangsung, seperti meeting di kantor, reuni, atau syukuran.

Ini dia tahapannya dalam memesan.

Untuk pembayarannya, berdasarkan pengalaman, jika membayar menggunakan Gopay maka biasanya tarifnya lebih murah seperti Go Ride. Eh iya bener, waktu itu saya liat ada promo, tarif normalnya sebesar Rp 40.000, setelah menggunakan voucher promo Gopay kena potongan jadi Rp 20.000, murah banget kan. Maka dari itu sebelum memesan, saya isi saldo Gopay terlebih dahulu. Karena rumah saya kecil, saya memesan layanan reguler selama 1 jam. Saya rasa durasi itu cukup untuk membersihkan hal yang inti berupa lantai, meja, kursi, kamar tidur, kamar mandi, dan juga dapur.

Siapkan perlengkapannya terlebih dahulu.

Kita juga bisa memilih preferensi penyedia jasanya, pria atau wanita. Kalo saya sendiri sih lebih memilih wanita untuk soal kebersihan rumah tangga, karena biasanya lebih ulet kayak istri saya. Setelah menentukan pilihan, tinggal order deh. Aplikasi akan otomatis mencari penyedia jasa yang terdekat dari rumahmu. Jangan lupa menyertakan alamat lengkap dan patokannya supaya mudah sampai ke tempatmu. Estimasi waktu order dengan kedatangan penyedia jasa sekitar 45 menit, jadi harap bersabar yaa. Kebetulan yang datang itu Ibu Desiani, beliau rumahnya tidak jauh dari tempat saya, maka dari itu beliau lebih memilih jalan kaki. Tapi untungnya datangnya tepat waktu.


Sore itu ketika beliau datang, saya sudah menyiapkan peralatan apa saja yang akan digunakan dan memindahkan motor-motor di teras serta merapikan peralatan fotografi yang tercecer. Ini sangat penting sekali, karena untuk membantu kinerja mereka agar lebih efisien waktu dan kerja jadi maksimal. Jangan mentang-mentang ada yang bersih-bersih, kita bisa seenaknya ngacak-ngacak barang dan bikin kotor. Lagipula yang lebih mengerti posisi barang-barang itu kan kita sendiri, tugas kita hanya memberi instruksi dengan jelas mana aja yang jadi prioritas untuk dibersihkan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan. Contohnya seperti ini, saat ingin membersihkan kamar mandi udah saya kasih tau lokasi sikat yang biasa digunakan, sehingga tidak perlu menggunakan sikat yang biasa digunakan untuk menyikat pakaian.


Ketika semua sudah siap, bu Desiani menekan tombol start melalui aplikasi di ponsel yang telah usang itu. Artinya dia sudah memulai pekerjaannya hingga 1 jam ke depan. Sementara itu saya bisa dengan tenang meneruskan pekerjaan saya di rumah, sambil beberapa kali rebahan agar rileks. Tak terasa 1 jam berlalu, si ibu telah menyelesaikan pekerjaannya. Karena penasaran, saya cek satu persatu yang sudah dikerjakannya, dan ternyata semuanya telah bersih sesuai dengan target yang telah saya instruksikan, bahkan si ibu membantu mengumpulkan sampah lain yang tercecer di depan rumah. Tapi yang paling penting adalah kompor istriku kembali kinclong lagi seperti baru, aduhh lega deh rasanya, karena saya pikir kotorannya nggak bisa dibersihkan lagi.

Sesaat sebelum pulang, si ibu sejenak cerita.

“Iya mas, Go Clean ini ngebantu banget perekonomian saya, lumayan nambah penghasilan” kata si ibu bangga.

“Emang sehari bisa berapa orderan bu ?” tanya saya.

“Kalo sepi cuma 1, kalo rame bisa sampai 5 kali mas sehari kayak pas mau lebaran itu, tapi hari ini untungnya deket, jadi saya cukup jalan kaki ke rumah masnya”.



Setelah saya cari tahu, ternyata semua mitra GoClean ini telah mendapatkan pelatihan khusus, sehingga lebih terampil dan cekatan sesuai dengan target waktu yang ditentukan. Pantas saja kinerjanya…sat…set…sat…set, karena emang udah terbiasa, yang penting kita sebagai pengguna jasanya turut membantu juga agar mereka bisa bekerja dengan baik.

Tak terasa hari semakin sore, waktunya si ibu pulang dan saya menikmati rumah yang telah bersih dan rapi. Hari itu beban saya sudah banyak berkurang, kini bisa menyambut kedatangan istri dan anak saya dengan tenang tanpa ada khawatir lagi rumahnya kayak kapal pecah. Saya percaya, tiap ada kesulitan mengatur rumah, pasti ada jalan :D


Continue Reading

Menurut banyak orang, Bandung itu terbuat dari berjuta kenangan. Sama seperti di lagu "Halo-halo Bandung". Di dalamnya mengandung berjuta kerinduan yang melibatkan perasaan. Seorang penulis terkenal, M.A.W Brouwer mengibaratkan bahwa bumi Pasundan, Bandung khususnya lahir ketika Tuhan sedang tersenyum. Tak salah memang jika Kota Bandung dijuluki Kota Kembang karena keindahan yang tersedia di tiap sudutnya. Itulah alasannya saya memilih kota Bandung sebagai tujuan bulan madu setelah menikah.

Dengan lokasinya yang tak terlalu jauh dari Jakarta membuat kota ini menjadi salah satu destinasi favorit akhir pekan. Banyak cara yang bisa kita tempuh menuju Bandung, namun yang menjadi favorit bagi saya adalah menggunakan kereta. Tak hanya menyajikan budaya dan pemandangan alamnya saja yang indah, Bandung juga menawarkan wisata atraksi yang cocok untuk keluarga, salah satunya adalah Trans Studio Bandung.

Lalu apa serunya di sini ? Biasanya di sini kan untuk anak-anak.
Lho jangan salah, di sini kita bisa menaiki wahana yang memacu adrenalin, di sinilah kita bisa meluapkan emosi namun tetap bergembira karena terhibur bisa menjaga kekompakan bersama pasangan.

Beli tiket di Traveloka dapet bingkisan dong.

Alasan lain kami memilih Trans Studio untuk berwisata adalah yang pertama karena saya belum pernah ke sini merasakan bermain di Indoor Theme Park terbesar di Indonesia, yang kedua adalah ajang berlatih sambil membayangkan jika nanti punya anak, pasti bakal sering main ke tempat-tempat seperti ini. Maklumlah pengantin baru.


Trans Studio Bandung ini areanya menyatu dengan Trans Studio Mall, sehingga mudah aksesnya. Siang itu kami bergegas menuju loket untuk beli tiket dan disambut ramah dengan petugasnya.

"Mas udah punya kartunya belum ?", tanya petugasnya.

Ternyata untuk masuknya harus menggunakan kartu. Untungnya, seorang petugas loketnya memberi info tambahan jika beli tiket melalui Traveloka akan mendapatkan harga khusus, yang tentunya lebih murah daripada harga reguler. Tanpa berpikir panjang, kami berdua yang merupakan kaum pecinta diskon langsung buka aplikasi Traveloka dengan kategori Xperience melalui smartphone.
Traveloka Xperience adalah fitur terbaru Traveloka yang menyediakan layanan untuk kebutuhan travel dan lifestyle. Selain itu tersedia juga pilihan pengalaman wisata di seluruh dunia dengan harga spesial dan metode pembayaran yang beragam.


Beginilah tahap menggunakan Traveloka Xperience
Untuk menunya tinggal memilih kategori Xperience yang iconnya berwarna merah muda, lalu pilih Atraksi. Biasanya setelah pilih atraksi akan ada beberapa pilihan aktivitas alternatif menyesuaikan lokasi di mana kamu berada saat itu. Sebagai contoh, waktu itu saya sedang berada di Bandung, secara otomatis akan langsung mendeteksi area sekitar dan muncullah pilihan Trans Studio Bandung, tinggal klik saja. Namun jika tidak tersedia secara otomatis, bisa mengetikkan destinasi atau aktivitasnya di kolom bagian atas yang terdapat icon kaca pembesar.


Setelah ketemu aktivitasnya, tinggal pilih dan transfer deh, bisa lewat mobile banking maupun ATM. Abis itu kita akan mendapatkan "Voucher Issued" nya, yang menandakan transaksi telah berhasil, lalu laporkan ke petugas loketnya untuk diproses dan voilaaa...kita bisa melenggang masuk Trans Studio untuk menikmati berbagai wahana sepuasnya. Mudah dan cepat sekali prosesnya, nggak ribet.

Ada banyak keuntungan yang bisa kami dapatkan jika membeli tiket melalui Traveloka Xperience, seperti :

  • Harga spesial.
    Mau ada promo atau nggak, yang jelas harganya spesial, biasanya lebih murah daripada reguler. Waktu itu kami datang hari Rabu yang tiket normalnya per orang Rp 180.000. Setelah pesan lewat Traveloka, harga normal yang seharusnya untuk 2 orang sebesar Rp 360.000 jadi Rp 248.738. Kan lumayan banget hematnya. Nggak cuma itu, ternyata kita dapet tambahan Hampers Biskuit segambreng banyaknya. Wihh...untungnya berkali-kali nih.

  • Jalur Khusus.
    Di Trans Studio Bandung ada jalur khusus bagi pengguna Traveloka yaitu Traveloka Easy Access yang terpisah dan jelas lebih cepat daripada antrean reguler lainnya. Ini lumayan mengirit waktu banget, apalagi biasanya antrean loket yang reguler biasanya ramai.

  • Dapat Poin.
    Setiap transaksi atau pembelian tiket di Traveloka pasti akan mendapatkan poin, dan poin ini nantinya bisa ditukarkan dengan undian berhadiah atau berbagai voucher diskon lainnya.

  • Praktis.
    Nggak ribet
    sama sekali. Traveloka sangat membantu bagi yang gak bawa uang cash, jadi pembayaran bisa secara digital ke berbagai bank sehingga lebih ramah lingkungan karena paperless. Tapi pastikan baterai smartphone-mu cukup ya dan sinyal tersedia dengan baik.

  • Layanan Maksimal.
    Kita bisa menikmati aktivitas dengan tenang dan nyaman karena pelayanan customer Traveloka siap membantu selama 24 jam jika terjadi kendala. Dulu pernah punya pengalaman ada masalah booking karena kesalahan saya, terus saya minta bantuan dan dilayani dengan baik sama CS-nya, padahal waktu itu udah tengah malam.

Jadi hemat banget kan.

Yang perlu kami pikirkan selanjutnya adalah bersenang-senang menikmati wahana yang ada sepuasnya tanpa kepanasan. Jujur, ini adalah salah satu pengalaman menyenangkan bagi kami saat berbulan madu di Bandung. Gak cuma bisa beli tiket transportasi, ternyata di Traveloka Xperience menyediakan berbagai ribuan pengalaman di seluruh dunia sesuai minat kita seperti. Setidaknya ada 12 kategori Xperience yang bisa kita jelajahi :

1. Atraksi
Atraksi ini berupa taman hiburan (amusement park), museum / galeri, wisata alam, kolam renang.

2. Bioskop
Gak perlu capek-capek ngantri dateng duluan biar bisa nonton film terbaru di bioskop.

3. Event
Berbagai event pertunjukkan seperti konser atau festival bisa kita dapatkan tiketnya di sini.

4. Hiburan
Hiburan untuk segala usia tersedia seperti karaoke, virtual reality, dan game online.


5. Olahraga
Mulai dari fitness center, tenis, futsal, dan lain sebagainya.

6. Spa & Kecantikan
Kalau yang ini jelas favoritnya para wanita untuk memanjakan diri melalui perawatan tubuh.

7. Taman Bermain
Anak-anak pun tersedia tempat bermainnya seperti voucher game arcade dan voucher tempat bermain anak.

8. Transportasi
Bagi yang traveling ke luar negeri bisa terbantu untuk layanan antar jemput bandara maupun transportasi umum lokal di sana.

9. Tur
Saat ini banyak operator tur yang abal-abal, tapi kalo di Traveloka dijamin profesional. Pakai layanan ini kita bisa ikutan tur wisata ke berbagai daerah.

10. Pelengkap Travel
Traveling ke luar negeri kurang lengkap rasanya tanpa punya SIM Card lokal maupun paket Wifi Portable. Kita bisa menyewanya lewat sini.

11. Makanan & Minuman

Dapatkan harga spesial untuk menyantap makanan di berbagai restoran dalam maupun luar negeri.

12. Kursus & Workshop
Ini dia yang unik, Traveloka Xperience juga menyediakan pengalaman workshop menarik seperti kelas kecantikan, memasak, seni, bahkan sekolah jadi Ninja pun ada.


Saking banyaknya pilihan alternatif pengalaman baru, kami jadi bingung. Maunya sih semuanya dicobain. Gak sadar kalau kita udah main seharian di Trans Studio Mall dan hari sudah gelap karena puas bermain dan puas dengan harganya. Salah satu yang membuat bulan madu itu berkualitas adalah hadirnya mood yang baik. Kalau seperti ini sih, gak cuma Bandung saja yang bisa bikin kami tersenyum, ternyata #XperienceSeru juga bisa. Dan yang pasti pengalaman bulan madu ini telah jadi bagian kenangan yang membentuk Kota Bandung menjadi romantis.

Coba seandainya Traveloka udah hadir di tahun 1990-an. Mungkin Dilan pasti akan bilang,

"Jangan beli tiket langsung ke lokasi. Berat ! Kamu gak akan kuat. Biar Traveloka aja :D


 #TravelokaBlogContest2019
Tak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi semakin memudahkan hidup kita, seolah-olah dunia ini berada dalam genggaman. Bukan hanya untuk komunikasi, tapi juga bisa melakukan berbagai macam transaksi perbankan, bahkan untuk urusan membeli mobil pun bisa lewat ponsel. Dengan hadirnya teknologi itu menjadi semakin menjamurnya Fintech (Financial Technology) belakangan ini. Kita semua sudah tahu bahwa perusahaan-perusahaan Fintech tersebut banyak yang bermasalah karena menyebarkan data pribadi penggunanya untuk melakukan penagihan.

"Apa benar ini dengan no kontaknya bpk. Jarwo (nama panggilan saya) ? Dimohon jika ketemu dengan Ibu XXX harap segera menghubungi kami di nomor ini, karena yang bersangkutan belum melunasi hutangnya sebesar Rp 1.460.000 pada PT. XXX".

Kurang lebihnya mereka SMS seperti itu. Awalnya saya diam saja. Setelah dua kali dikirimkan, baru saya respon kalau saya tidak kenal dekat dengan orang itu.

Menurut pengalaman pribadi, setidaknya ada 10 kali perusahaan-perusahaan tersebut menghubungi saya untuk melakukan penagihan yang dilakukan atas nama 3 orang teman saya yang berbeda. Cara yang dilakukannya pun macam-macam, mulai dari kirim SMS, Whatsapp, Direct Message, dan juga wawancara melalui telepon. Bagi saya hal itu sangat mengganggu sekali, karena apa yang dilakukan itu tidak ada sangkutpautnya dengan saya, dan sama sekali tidak terlibat. Lucunya lagi, salah seorang teman saya yang bekerja di bank ternama pun menjadi korban dari Fintech ini.

Tapi gimana caranya mereka bisa dapet nomor kontak saya ?
Katanya sih di aplikasinya itu ada persetujuan yang membolehkan perusahaan mengakses kontak pribadi dan manajemen file di ponsel nasabah atau penggunanya. Kalo dari situ sih kan jadi serem, bagaikan menelanjangi diri sendiri lalu disebarkan ke mana-mana.

Menurut berita yang saya baca dari media, bahkan ada beberapa yang sampai bunuh diri karena tidak kuat dengan tekanan dan berbagai ancaman yang ditimbulkan dari perusahaan Fintech tersebut. Kejadian ini tidak boleh disepelekan lho karena menyangkut masalah mental seseorang. Dari kejadian itulah mulai timbul ketidakpercayaan masyarakat pada perusahaan Fintech, dan ini menjadi salah satu tantangan terbesar penyedia jasa keuangan di Indonesia, yaitu dengan mengembalikan kepercayaan terhadap masyarakat.

Caranya bagaimana ?
Caranya adalah dengan melindungi data para penggunanya. Menurut saya itu adalah hal yang cukup sulit, apalagi bagi yang pernah merasakan dikhianati, pasti akan berpikir berulang kali sebelum memutuskan. Membangun “trust” itu harus dari bawah. Bersikap jujur dan profesional kepada siapapun adalah kuncinya.

Saat ini kita harus pintar memilah mana Fintech yang resmi mana yang tidak, karena Fintech yang baik itu terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan terdaftarnya di OJK, maka akan ada fleksibilitas ruang inovasi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip transparan, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness. Salah satu Fintech terpercaya dan telah terdaftar di OJK adalah MAUCASH dari PT. Astra Welab Digital Artha yang merupakan bagian dari Astra Financial. Meski terbilang baru, Fintech ini dijamin aman dan terpercaya. Maucash sendiri menawarkan produk pinjaman yang dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi smartphone kepada konsumen ritel. Selain itu mereka juga menyediakan solusi finansial berbasis teknologi kepada konsumen korporasi.


Cari Fintech yang aman


 
Rendahnya Inklusi Keuangan

Negara Indonesia ini merupakan kepulauan yang dipisahkan oleh lautan. Pusat perekonomian masih terfokus di Jawa, maka dari itu masih banyak wilayah lain yang kurang tersentuh dengan teknologi informasi tentang jasa keuangan ini. Padahal banyak sekali potensi-potensi pertumbuhan ekonomi dari daerah pelosok, namun terkendala dengan akses dan infrastrukturnya yang belum merata. Beberapa kepala keluarga atau pekerja di daerah pelosok bahkan sama sekali tidak memiliki rekening tabungan. Menurut Global Findex 2017, orang dewasa di Indonesia yang tidak memiliki rekening bank, relatif tidak memiliki ponsel juga dan akses internet. Dan itu cukup tinggi. Salah satu alasan yang terlihat adalah minimnya sarana seperti bank, ATM, telekomunikasi, dan transportasi. Hal inilah yang turut menghambat pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia dan menjadi PR dari berbagai pihak.


Sebenarnya banyak sekali manfaat dari inklusi keuangan yang bisa kita rasakan secara langsung. Peningkatan 1% saja maka pertumbuhan ekonomi bertambah 0,03%, dengan begitu nantinya akan tercipta lapangan pekerjaan serta otomatis menurunkan tingkat kemiskinan dan kesenjangan sosial. Bayangkan, banyak di daerah-daerah yang memiliki usaha kecil terkendala pendanaan untuk modal mengembangkan usahanya. Modal itu tidak hanya untuk bahan baku saja, tapi juga dari segi pemasarannya. Bisa juga digunakan untuk membeli alat transportasi untuk investasi jangka panjang agar bisa menekan biaya produksi.

Menurut OJK, unsur yang berperan dalam inklusi keuangan adalah akses, ketersediaan produk layanan jasa keuangan, penggunaan serta kualitas. Contoh perluasan akses antara lain :

1. Penambahan jaringan kantor
2. Penambahan jumlah agen
3. Penambahan jumlah ATM
4. Penambahan point of access melalui layanan digital
5. Persiapan infrastruktur berbentuk fasilitas nir kantor
6. Penambahan kerjasama dengan pihak lain
7. Pengembangan delivery channel layanan jasa keuangan.



Inovasi Teknologi Keuangan

Dengan adanya perkembangan teknologi harus dibarengi juga dengan inovasi terutama di bidang keuangan, dari yang konvensional mulai beralih ke digital. Salah satu perusahaan penyedia jasa keuangan, Astra Financial telah melakukannya. Digitalisasi digunakan untuk mempermudah nasabah mendapatkan berbagai informasi akurat dan juga bertransaksi yang aman. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, pengguna internet di negara ini mencapai 51,8% yang didominasi usia produktif. Artinya, orang yang melek teknologi informasi harusnya melek juga dengan teknologi keuangan. Bagi yang belum mengetahui tinggal diarahkan pada platform yang tepat agar tidak salah pilih.

Jaman sekarang, untuk belanja makanan atau keperluan sehari-hari tinggal menggunakan uang digital. Bahkan saat ini kita bisa juga dengan mudah membeli atau kredit mobil menggunakan aplikasi ACCYes ! dari Astra Credit Companies yang merupakan lembaga jasa keuangan yang melayani pembiayaan mobil segala merk. Ini cocok sekali bagi pemilik usaha kecil yang membutuhkan kendaraan untuk operasional sehari-hari. Banyak sekali kemudahan yang diberikan untuk pengajuan kreditnya, apalagi bagi nasabah Bank Permata seperti saya ini. Tiap bulannya tidak perlu repot bayar karena bisa autodebet dan bisa dipantau menggunakan aplikasi PermataMobile X. Selain itu, bagi yang ingin memiliki motor merk Honda bisa mengajukan kreditnya ke FIFGroup yang cabangnya tersebar hingga ke Papua.
Beli mobil di GIIAS
Manfaatkan Bank Permata dengan segala kemudahannya.

Memiliki kendaraan bermotor kurang lengkap jika tidak mendapatkan perlindungan dari Asuransi Astra yaitu Garda Oto dan Garda Motor. Saat ini kita bisa semakin gampang untuk klaim, beli asuransi, dan juga terdapatnya layanan darurat di jalan raya yang siaga selama 24 jam. Tak hanya itu, Astra Financial juga memiliki asuransi kesehatan dan asuransi pendidikan dari Astra Life. Lagi-lagi dengan inovasi teknologinya, kita bisa mendapatkan informasi, mengurus, dan melakukan transaksinya melalui aplikasi di smartphone.


Corporate Social Responsibility

Sebagai perusahaan penyedia jasa keuangan, Astra Financial memiliki tanggungjawab lain di kehidupan sosial masyarakat, dan ini merupakan tantangan karena bagian dari meningkatkan perekonomian Indonesia. Kontribusi Astra Financial group pada negara ini tak perlu diragukan lagi. Saya yang sejak tahun 2008 tergabung dengan relawan Anak Gunung Lawu (AGL) di Karanganyar Jawa Tengah merasa sangat terbantu dengan CSR FIFGroup. Kami yang bergerak di bidang lingkungan dan kemanusiaan sering disupport mulai dari pengadaan tower untuk alat komunikasi, bantuan logistik dan transportasi saat erupsi Merapi 2010, mengangkut sampah di gunung, hingga reboisasi Gunung Lawu pasca kebakaran besar tahun 2015.
 

Mendukung kegiatan upacara bendera di Gn. Lawu


Tak hanya sampai di situ, Asuransi Astra tak mau ketinggalan juga dengan program #PijarIlmu nya yang mendukung pendidikan bagi anak-anak yatim piatu dan berkebutuhan khusus di Sumba, NTT. Peran serta Astra Financial yang lain dalam membantu peningkatan perekonomian pun diwujudkan dengan pemberian dana untuk UMKM “Hilmi Car/Motorcycle Wash Disability”. Di tempat usaha yang mempekerjakan orang berkebutuhan khusus ini diberi 100 juta rupiah untuk pengadaan peralatan pendukung seperti kompresor, vacum, dan perlengkapan pencucian untuk memperbaiki proses kerja agar lebih maksimal. Dengan adanya bantuan tersebut diharapkan bisa meningkatkan pendapatan UMKM agar bisa mandiri dan mengurangi angka pengangguran daerah sekitar.

Bantuan bagi pengungsi erupsi Merapi 2010
Reboisasi Gunung Lawu

Tantangan terbesar penyedia jasa keuangan di Indonesia selanjutnya adalah sosialisasi ke masyarakat dengan gencar. Melalui program CSR, selain untuk sosial, perusahaan bisa mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan awareness tentang inklusi dan literasi keuangan serta memberikan pendampingan. Dari situ masyarakat akan bertambah pengetahuannya dan otomatis tingkat kepercayaan terhadap penyedia jasa keuangan akan meningkat kembali. Jadi akan terjadi simbiosis mutualisme, saling menguntungkan satu sama lainnya demi terciptanya kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Jadi, pakai Fintech resmi siapa takut ? :D