Aksi Superhero Indonesia Menyelamatkan Lingkungan

/ January 20, 2020

Tren pendakian gunung di Indonesia menjadi booming pada tahun 2013. Salah satu penyebabnya adalah karena popularitas film yang bertemakan pendakian gunung dan juga tayangan tentang traveling di televisi maupun youtube. Seiring peningkatan jumlah pendaki gunung tidak dibarengi dengan kesadaran akan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Orang-orang berbondong-bondong naik ke gunung hanya untuk mencari stok foto untuk keperluan sosial media saja. Salah satu kerusakan yang terjadi itu ada di gunung Lawu. Sampah-sampah semakin banyak tak terkendali di tiap sudutnya, dimana orang nge-camp, di situ pasti ada tumpukan sampah.

Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur bagi saya sudah seperti rumah sendiri. Bagaimana tidak, sejak tahun 2007 saya telah mendedikasikan diri untuk bergabung sebagai relawan peduli lingkungan di sini, dengan berkonsentrasi juga di bidang kemanusiaan. Dari situlah semakin timbul rasa memiliki dan tanggungjawabnya terhadap gunung ini. Hampir tiap akhir pekan saya menyambangi posko Cemoro Kandang untuk melayani pendaki yang akan registrasi serta membantu jika ada pendaki yang sedang dalam keadaan darurat di atas.

Berdiri menjulang hingga 3265 mdpl, Gunung Lawu memiliki berbagai keanekaragaman hayati, yang paling khas yaitu adanya bunga Edelweiss yang berwarna pink dan juga ungu. Selain itu, hutan Lawu merupakan habitat dari Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus) yang masih terjaga.



Salah satu masalah yang ditimbulkan oleh para pendaki adalah sampah dan vandalisme. Kadang saya memutar otak bagaimana mereka bisa sadar untuk membawa turun kembali sampahnya. Suatu ketika terbesit saja untuk mengenakan pakaian Gatot Kaca dan juga Wiro Sableng saat perayaan upacara 17 Agustus di Gunung Lawu. Dengan mengenakan kostum tersebut, saya melakukan kampanye lingkungan sambil memungut sampah sepanjang jalur agar lebih didengar oleh para pendaki. Ternyata apa yang kami lakukan cukup didengar oleh mereka dan mau bertindak dengan memungut sampah-sampah lain yang berserakan.




Setelah dirasa cukup efektif, akhirnya pada tahun berikutnya setelah upacara 17 Agustus di dekat puncak Gunung Lawu, saya melakukan hal serupa. Namun bedanya kostum yang digunakan adalah Si Buta Dari Goa Hantu. Tujuan dari mengenakan kostum tersebut salah satunya adalah untuk melestarikan tokoh-tokoh superhero asli Indonesia dan diharapkan bisa memberikan edukasi bagi masyarakat pada umumnya. Satu hal yang spesial adalah kostum ini buatan saya sendiri. Yapp…sebulan sebelumnya saya dengan susah payah bikin kostum Si Buta Dari Goa Hantu, soalnya memang gak ada yang menyewakan kostum seperti ini.



Memang, kampanye yang saya lakukan tersebut merupakan rencana jangka pendek karena nggak bisa dilakukan setiap hari. Sebagai gantinya, untuk jangka panjang, setiap hari sebelum mendaki, para pendaki akan dihimbau jika kedapatan tidak membawa sampahnya turun kembali, maka akan diberi hukuman berupa push up dan denda, begitu juga yang kedapatan memetik atau membawa bunga edelweiss. Hal ini sangat perlu dilakukan, mengingat kondisi bumi yang semakin rusak ini.

Tak hanya penindakan, pencegahan pun juga harus dilakukan. Memang benar, manusia adalah makhluk yang paling kejam dan serakah, semua akan dilakukan demi uang. Padahal, pada kenyataannya manusia tidak bisa lepas ketergantungannya terhadap hutan dan segala isinya. Karena kita ditakdirkan saling melengkapi satu sama lain.

Bahaya Longsor


Di lereng Lawu sendiri juga rawan terjadinya longsor, salah satu upaya untuk mengurangi resikonya adalah melakukan reboisasi. Ternyata untuk melakukan penanaman pohon di hutan gak boleh sembarangan. Ada ketentuannya pohon apa aja yang boleh ditanam di situ dan cocok dengan ketinggiannya. Karena kalau sampai salah, pohon tersebut bisa mengganggu ekosistem dan mempengaruhi panganan satwa-satwa tersebut. Maka dari itu, saya pun harus berkoordinasi dengan pihak Perhutani. Karena pernah terjadi turunnya satwa-satwa seperti monyet ke permukiman, akibat berkurangnya makanan di hutan, dan ini sangat membuat resah warga sekitar.




Dampak terparah yang ditimbulkan akibat longsor adalah kehilangan nyawa yang gak mungkin dikembalikan lagi. Kalau soal kerusakan atau kerugian harta benda sih masih bisa mendapatkan ganti rugi dari fasilitas Asuransi Umum seperti MSIG. Semua bisa tercover dengan baik. Itulah pentingnya asuransi dalam kehidupan sehari-hari, kita nggak pernah tau apa yang akan terjadi nanti.


MSIG Protection

Bicara soal kelangsungan hidup, bumi yang kita pijak ini telah memberikan segalanya pada manusia. Jadi, jangan tanyakan apa yang bumi berikan pada kita, tapi apa yang telah kita berikan pada bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. Di usia bumi yang semakin senja ini, seharusnya kita semakin peka terhadap permasalahan yang terjadi pada bumi ini. Kita harus bisa memulai aksi yang ramah lingkungan mulai dari diri sendiri, lalu ajaklah ke komunitas atau kantor tempat kamu bekerja. Hal itu sama seperti apa yang dilakukan perusahaan Asuransi MSIG Indonesia yang mempunyai program Protecting Biodiversity For Sustainable Future atau melindungi keanekaragaman hayati yang berkesinambungan. Program tersebut sejalan dengan komitmen Grup global MSIG yang mendukung Sustainable Development Goals yang dicanangkan oleh PBB.

Penerapan gaya hidup ramah lingkungan itu bisa dimulai dari lingkungan sendiri, dan caranya juga sangat mudah kok, nggak ribet. Yang penting ada kesadaran dan kemauan untuk menyelamatkan bumi ini. Kita sebagai manusia yang diberi akal pikiran harusnya bisa melakukan tindakan dalam pelestarian lingkungan, karena ini demi generasi mendatang untuk masa depan yang lebih baik lagi. Jangan sampai terlambat. Karena nantinya manusia akan menyadari bahwa kita tidak bisa makan uang.#MSIGCintaBumi

Tren pendakian gunung di Indonesia menjadi booming pada tahun 2013. Salah satu penyebabnya adalah karena popularitas film yang bertemakan pendakian gunung dan juga tayangan tentang traveling di televisi maupun youtube. Seiring peningkatan jumlah pendaki gunung tidak dibarengi dengan kesadaran akan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Orang-orang berbondong-bondong naik ke gunung hanya untuk mencari stok foto untuk keperluan sosial media saja. Salah satu kerusakan yang terjadi itu ada di gunung Lawu. Sampah-sampah semakin banyak tak terkendali di tiap sudutnya, dimana orang nge-camp, di situ pasti ada tumpukan sampah.

Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur bagi saya sudah seperti rumah sendiri. Bagaimana tidak, sejak tahun 2007 saya telah mendedikasikan diri untuk bergabung sebagai relawan peduli lingkungan di sini, dengan berkonsentrasi juga di bidang kemanusiaan. Dari situlah semakin timbul rasa memiliki dan tanggungjawabnya terhadap gunung ini. Hampir tiap akhir pekan saya menyambangi posko Cemoro Kandang untuk melayani pendaki yang akan registrasi serta membantu jika ada pendaki yang sedang dalam keadaan darurat di atas.

Berdiri menjulang hingga 3265 mdpl, Gunung Lawu memiliki berbagai keanekaragaman hayati, yang paling khas yaitu adanya bunga Edelweiss yang berwarna pink dan juga ungu. Selain itu, hutan Lawu merupakan habitat dari Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus) yang masih terjaga.



Salah satu masalah yang ditimbulkan oleh para pendaki adalah sampah dan vandalisme. Kadang saya memutar otak bagaimana mereka bisa sadar untuk membawa turun kembali sampahnya. Suatu ketika terbesit saja untuk mengenakan pakaian Gatot Kaca dan juga Wiro Sableng saat perayaan upacara 17 Agustus di Gunung Lawu. Dengan mengenakan kostum tersebut, saya melakukan kampanye lingkungan sambil memungut sampah sepanjang jalur agar lebih didengar oleh para pendaki. Ternyata apa yang kami lakukan cukup didengar oleh mereka dan mau bertindak dengan memungut sampah-sampah lain yang berserakan.




Setelah dirasa cukup efektif, akhirnya pada tahun berikutnya setelah upacara 17 Agustus di dekat puncak Gunung Lawu, saya melakukan hal serupa. Namun bedanya kostum yang digunakan adalah Si Buta Dari Goa Hantu. Tujuan dari mengenakan kostum tersebut salah satunya adalah untuk melestarikan tokoh-tokoh superhero asli Indonesia dan diharapkan bisa memberikan edukasi bagi masyarakat pada umumnya. Satu hal yang spesial adalah kostum ini buatan saya sendiri. Yapp…sebulan sebelumnya saya dengan susah payah bikin kostum Si Buta Dari Goa Hantu, soalnya memang gak ada yang menyewakan kostum seperti ini.



Memang, kampanye yang saya lakukan tersebut merupakan rencana jangka pendek karena nggak bisa dilakukan setiap hari. Sebagai gantinya, untuk jangka panjang, setiap hari sebelum mendaki, para pendaki akan dihimbau jika kedapatan tidak membawa sampahnya turun kembali, maka akan diberi hukuman berupa push up dan denda, begitu juga yang kedapatan memetik atau membawa bunga edelweiss. Hal ini sangat perlu dilakukan, mengingat kondisi bumi yang semakin rusak ini.

Tak hanya penindakan, pencegahan pun juga harus dilakukan. Memang benar, manusia adalah makhluk yang paling kejam dan serakah, semua akan dilakukan demi uang. Padahal, pada kenyataannya manusia tidak bisa lepas ketergantungannya terhadap hutan dan segala isinya. Karena kita ditakdirkan saling melengkapi satu sama lain.

Bahaya Longsor


Di lereng Lawu sendiri juga rawan terjadinya longsor, salah satu upaya untuk mengurangi resikonya adalah melakukan reboisasi. Ternyata untuk melakukan penanaman pohon di hutan gak boleh sembarangan. Ada ketentuannya pohon apa aja yang boleh ditanam di situ dan cocok dengan ketinggiannya. Karena kalau sampai salah, pohon tersebut bisa mengganggu ekosistem dan mempengaruhi panganan satwa-satwa tersebut. Maka dari itu, saya pun harus berkoordinasi dengan pihak Perhutani. Karena pernah terjadi turunnya satwa-satwa seperti monyet ke permukiman, akibat berkurangnya makanan di hutan, dan ini sangat membuat resah warga sekitar.




Dampak terparah yang ditimbulkan akibat longsor adalah kehilangan nyawa yang gak mungkin dikembalikan lagi. Kalau soal kerusakan atau kerugian harta benda sih masih bisa mendapatkan ganti rugi dari fasilitas Asuransi Umum seperti MSIG. Semua bisa tercover dengan baik. Itulah pentingnya asuransi dalam kehidupan sehari-hari, kita nggak pernah tau apa yang akan terjadi nanti.


MSIG Protection

Bicara soal kelangsungan hidup, bumi yang kita pijak ini telah memberikan segalanya pada manusia. Jadi, jangan tanyakan apa yang bumi berikan pada kita, tapi apa yang telah kita berikan pada bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. Di usia bumi yang semakin senja ini, seharusnya kita semakin peka terhadap permasalahan yang terjadi pada bumi ini. Kita harus bisa memulai aksi yang ramah lingkungan mulai dari diri sendiri, lalu ajaklah ke komunitas atau kantor tempat kamu bekerja. Hal itu sama seperti apa yang dilakukan perusahaan Asuransi MSIG Indonesia yang mempunyai program Protecting Biodiversity For Sustainable Future atau melindungi keanekaragaman hayati yang berkesinambungan. Program tersebut sejalan dengan komitmen Grup global MSIG yang mendukung Sustainable Development Goals yang dicanangkan oleh PBB.

Penerapan gaya hidup ramah lingkungan itu bisa dimulai dari lingkungan sendiri, dan caranya juga sangat mudah kok, nggak ribet. Yang penting ada kesadaran dan kemauan untuk menyelamatkan bumi ini. Kita sebagai manusia yang diberi akal pikiran harusnya bisa melakukan tindakan dalam pelestarian lingkungan, karena ini demi generasi mendatang untuk masa depan yang lebih baik lagi. Jangan sampai terlambat. Karena nantinya manusia akan menyadari bahwa kita tidak bisa makan uang.#MSIGCintaBumi
Continue Reading

Gak pernah terbayangkan sebelumnya untuk mengunjungi Dubai, bahkan bisa dibilang di luar 10 besar bucket list saya saat ini. Itu dikarenakan Dubai identik dengan kemewahan dan serba mahal. Dari situ saja saya sudah ciut duluan untuk menjadikannya negara prioritas traveling. Tapi apa daya, Alhamdulillah sekali saya diberi rejeki dan mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi ke kota yang sangat luar biasa ini selama 5 hari 4 malam.

Dengan kondisi yang lagi flu dan sedikit demam, saya pacu dengan obat dan vitamin. Pesawat Emirates yang saya tumpangi berangkat pukul 12 malam. Sang Pilot yang mengumumkan lewat speaker menggunakan bahasa Arab sempat membuat saya bingung.

“Sssttt….ehh doa dulu” kata saya sambil menyenggol lengan Bona yang duduk di sebelah kiri.

“Amin…amin, hihihi” balas Bona cekikikan sambil menengadahkan kedua tangan.

Maklum, ini adalah kali pertama saya traveling ke negara Arab, jadi tiap ada orang Arab ngomong, berasa lagi berdoa sih :D

Selepas take off saya memutuskan untuk langsung tidur supaya saat mendarat bisa sehat, karena ini waktu yang terbaik. Tapi baru setengah jam terbang, tiba-tiba saya dibangunkan oleh pramugarinya yang menawarkan makanan ringan. Sebenernya saya enggan untuk bangun, tapi ya sudah terlanjur. Pengen marah tapi mbaknya cantik, gimana dong. Gak lama kemudian saya terima makanan tersebut. Ternyata cuma roti isi daging yang dingin dan nyaris gak ada rasanya.

“Oh may goshh…wes mak lerrr turu, tapi dibangunan cuma suruh makan kayak gini ?” dalam hati saya.

Haduhh, gimana mau sembuh kalo gini caranya. Bahkan jam 5 Subuh pun saya kembali dibangunin untuk sarapan. Ini sarapan apa sahur yaa T_T Setelah sarapan pokoknya saya mau balas dendam tidur di sisa waktu yang ada.

Akhirnya sekitar pukul 06.00 waktu setempat, kami sampai di bandara Dubai yang sangat megah ini. Dan ajaibnya, alhamdulillah, kondisi saya jadi sehat ketika menjejakkan kaki di sini. Saya pun mulai terbiasa melihat pria-pria yang memakai pakaian tradisional Arab berwarna putih nampak hilir mudik di sini, begitu juga wanita yang mengenakan gamis serba hitam. Bahkan nampak juga beberapa orang yang mengenakan baju ihram untuk pergi umroh.

Usut punya usut. Ternyata banyak lho orang yang mengira Dubai merupakan sebuah negara, padahal Dubai berbentuk Emirat, kalau di kita mah ibaratnya provinsi. Nah, dari 7 Emirat yang ada seperti Abu Dhabi, Fujairah, Ajman, Ras Al-Khaimah, Sharjah, Um al-Qaiwain, dan Dubai ini membentuk sebuah negara yaitu Uni Emirat Arab. Tapi bisa juga kita menyebut Dubai sebagai sebuah Kotamadya.

Seperti biasa saat traveling ke luar negeri, saat sampai di bandara pagi harinya, saya dan rekan perjalanan memutuskan untuk gak mandi, cukup cuci muka pakai sabun dan gosok gigi. Itu dilakukan untuk menghemat waktu, karena pada hari pertama biasanya jadwalnya dibuat lebih padat sambil menunggu pukul 14.00 untuk bisa check in di hotel.





Sekitar pukul 07.00 waktu setempat, sebuah minibus menjemput kami di depan pintu keluar bandara. Bagian belakangnya terdapat box tambahan yang digunakan untuk menyimpan koper-koper kami agar tempat duduknya tidak jadi sempit. Senyum yang ramah dari sang supir berwajah Arab yang dagunya terbelah menyambut kami sambil memasukkan koper-koper itu. Ternyata pengemudi travel di sini rapi sekali, seragamnya seperti pekerja kantoran, mengenakan kemeja panjang dan dasi. Padahal saya yang kerja di kantor aja cuma pakai kawos dan celana jeans :p

Saat masuk mobil, saya cukup kaget, karena mobil yang saya tumpangi adalah mobil yang benar-benar baru. Aroma khas sofa yang baru dibuka pembungkus plastiknya mengisi seisi mobil. Saya perhatikan dengan seksama bagian lantainya pun nyaris tidak terlihat bekas tapak kaki.



Mobil baru pun melaju memasuki pusat kota. Saya dibuat takjub menganga lihat gedung-gedung pencakar langit di mana-mana. Terutama siluet Burj Khalifa yang menjulang dari kejauhan. Meskipun lalu lintas yang ramai, di sini sangat menghargai sekali penyeberang jalan. Para pengendara dengan senang hati memberi kesempatan untuk menyeberang jalan di zebra cross. Mobil-mobil mewah pun dengan mudahnya kita jumpai berseliweran di jalanan. Bahkan saya senang bukan main ketika lihat ada mobil Avanza yang lewat, karena di sini sangat langka sekali. Kebalikan dari Indonesia yang jadi mobil sejuta umat.



Selama di Dubai, kami makan di berbagai restoran di hotel-hotel dan mall yang berbeda. Tiap tempat memiliki karakteristik sendiri, dan bagusnya lagi lidah saya cocok dengan makanan lokal di sini. Soal kehalalan mah gak usah dipikir lagi, karena di sini merupakan negara Islam, bahkan chinese food dan makanan asing di sini harus memiliki sertifikasi halal dari MUD (Majelis Ulama Dubai) :D



Destinasi pertama yang saya kunjungi adalah Dubai Miracle Garden yang merupakan taman bunga terbesar. Di tempat inilah mengaburkan bayangan saya tentang kesan Dubai yang berupa gedung bertingkat yang diselimuti pasir gurun. Indah sekali, mirip di film-film fantasi, dan sepertinya tempat ini cocok untuk digunakan syuting film India. Saya pun mencoba naik ke atas pelataran untuk bisa melihat keseluruhan tempat ini. Cukup lama termenung sambil membayangkan Dubai yang dulu berupa gurun pasir, kini disulap menjadi taman bunga yang super indah. Uniknya lagi, ternyata bunga-bunganya disiram menggunakan air olahan limbah.

Sepanjang area Dubai Miracle Garden ini dijaga oleh petugas, mereka memantau aktivitas pengunjung yang sekiranya akan merusak tanaman di sana. Saat itu cuaca sedang teriknya, kami memutuskan untuk makan es krim untuk penyegaran. Dari dalam kedai saya perhatikan para petugas keamanan, sejak pagi tempat ini dibuka, mereka tetap berdiri di beberapa titik. Padahal sudah berjam-jam. Tak ada tuh yang namanya mainan ponsel atau merokok. Mereka bekerja sangat profesional, namun tetap ramah pada pengunjung.

Paviliun Syria di Global Village.
Siang harinya kami check in di Copthorne Hotel yang berada di Deira untuk istirahat dan unpack barang bawaan. Sore harinya perjalanan dilanjutkan ke Global Village sampai malam. Di Global Village ini kita bagaikan berkeliling dunia, karena di dalamnya terdapat area-area paviliun dari seluruh benua yang menyajikan makanan dan souvenir khas negara masing-masing, pedagangnya pun asli dari negara-negara tersebut. FYI, sebagian besar penduduk Dubai adalah kaum ekspatriat yang bekerja di sini. Maka dari itu pemerintah setempat memberikan uang yang cukup besar apabila ada orang lokal yang menikah dengan orang lokal juga untuk menambah jumlah populasi penduduk asli negara ini.

Tak hanya minyak bumi, Dubai juga mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata, namun yang terbesar adalah sektor properti. Jadi wajar saja di mana-mana banyak pembangunan dan hunian mewah untuk disewakan. Baru merasakan suasananya saja saya jadi tertarik untuk kerja di sini.




Bayangan Dubai yang selalu mahal sirna sudah ketika saya belanja di pasar tradisional dan supermarket. Selain itu ada juga hotel-hotel murah yang cocok untuk backpacker. Ternyata harganya gak beda jauh sama di Jakarta. Begitupun soal cuaca, di sini memang panas, tapi panasnya cenderung kering, gak lembab seperti di Indonesia. Saat sore hari menjelang malam pun udara jauh lebih dingin daripada di Jakarta. Soal keamanan, di sini jelas lebih aman dan tertib, karena jika sekali bermasalah dengan kepolisian, selain dihukum dan denda, akan “di-black list” sehingga sulit mendapatkan pekerjaan maupun layanan umum.



Dubai memang penuh keajaiban. Dalam tiga dekade terakhir, wilayahnya yang berupa gurun tandus, kini disulap menjadi kota metropolitan yang mewah dan memiliki berbagai kecanggihan yang ada. Pemerintahnya pun tak henti-hentinya membuat sesuatu yang fenomenal di dunia seperti gedung tertinggi di dunia, mall terbesar, frame terbesar, pertunjukkan air mancur terbesar, dan masih banyak lainnya. Sheik Mohammed bin Rashid Al-Maktoum sang pemimpin Dubai pun berujar, bahwa “Kata Tidak Mungkin, Tidak Ada Dalam Kamus di Dubai”, jadi ia akan terus menghadirkan segala ketidakmungkinan yang belum pernah ada sebelumnya.

Malam itu selepas dari Global Village, kami kembali ke hotel untuk istirahat. Bersiap bermimpi hidup layaknya sultan dalam 4 hari ke depan. Yaa…paling nggak minimal merasakan makanan berlapis emas :D



*trip ini dipersembahkan oleh Detik Travel dan juga Dubai Tourism Board.

Hidup setelah berumah tangga itu berbeda sekali dengan waktu jaman masih ngekos dulu. Semua terbiasa dilakukan sendiri, bahkan cuma beresin kamar sendiri susahnya minta ampun. Namun sekarang, kita bisa saling berbagi pekerjaan rumah, istri nyapu, ngepel, nyuci, nyetrika, masak, sementara saya bersihin kamar mandi, nyuci motor, nyabutin rumput, dan nebang tanaman liar di depan rumah. Apa yang dilakukan membuat hidup saya jadi lebih seimbang dan teratur. Kita nggak pakai jasa asisten rumah tangga karena cuma tinggal berdua di rumah yang kecil ini, jadi cukup dikerjakan sendiri aja.

Semua yang terbiasa kami lakukan bersama itu terhenti pada bulan Juni pasca Idul Fitri. Saat itu istri saya tengah mengandung 8 bulan dan memang sudah saya rencanakan untuk lahiran di Jogja hingga 3 bulan ke depan pasca melahirkan agar bayi kami lebih siap untuk dipindahkan kembali ke Jakarta. Setelah ditinggalkan sementara oleh istri, saya kemudian membiasakan diri untuk mengerjakan semuanya sendirian.

“Wahh….jadi anak kost lagi nihh ?”


Itulah yang sering diucapkan oleh orang-orang terdekat saya saat tau kalau tinggal di rumah sendirian selama 4 bulan. Saat awal-awal pikirku terlihat gampang dan sepele. Yahh…cuma nyapu ini, nyuci juga ada mesin cuci, trus baju yang disetrika juga nggak banyak-banyak amat. Namun ternyata setelah dikerjakan cukup bikin saya kewalahan. Mulai dari gak sempet nyapu hingga nyetrika tapi gak rapi-rapi pakaiannya. Emang ya saya gak berbakat soal menyetrika ini.

Aktivitas harian saya sebagian besar dihabiskan di kantor. Berangkat pukul 08.00 hingga pulang setelah Magrib, bahkan kalo lembur bisa pulang pukul 22.00. Jadi mana sempat untuk bersih-bersih. Baru sampai rumah aja pikirannya selalu “Aduh pengen rebahan nihh”. Bagi saya rebahan itu adalah godaan yang sangat kuat sekali, padahal maksud hati cuma mau rebahan sebentar aja, tiba-tiba bablas sampai pagi. Hal paling mungkin tiap malam adalah nyuci baju dan nyuci piring, itu pun jemurnya besok paginya kalo gak lupa. Jadi boro-boro ngepel, ngelapin meja dan sebagainya aja gak sempat. Kalo lantai berdebu atau sudut ruangan penuh sarang Spiderman sih udah biasa. Tapi satu hal yang paling saya takutkan adalah kotornya kompor kesayangan istriku :D

Memang setiap masak punya resiko untuk mengotori kompor tersebut, mulai dari minyak, potongan mie instan, sampai tetesan putih telur yang mengerak. Bahkan kadang saya membiarkan piring kotor lebih dari 3 hari sehingga timbul jamur-jamur yang siap dipanen. Akhirnya saya menyerah deh, memang saya nggak bakal sanggup untuk mengerjakan ini semua. Padahal sebentar lagi istri mau balik ke Jakarta bersama bayi kami, mau nggak mau rumah harus dalam keadaan bersih, rapi, dan wangi.

Sempet bingung mau minta bantuan siapa, karena di sini saya belum kenal orang yang bisa dipercaya untuk bersih-bersih rumah. Saat browsing di internet, eh gak sengaja saya liat ada program layanan Go Life dari Gojek, namanya Go Clean. Langsung aja deh saya download aplikasinya trus order. Go Clean adalah layanan jasa membersihkan isi rumahmu, gak cuma debu-debu aja yang bisa dibersihkan, tapi juga bisa menyingkirkan barang pemberian mantan :D Sebelumnya saya belum pernah tau layanan ini seperti apa, belum sempet cek Review GoClean, tapi nekat aja langsung coba order. Cara ordernya pun mudah, pastikan kamu punya akun Gojek dulu dan memiliki saldo Gopay. Kalo nggak punya bisa bayar dengan uang cash.



Sistem kerja Go Clean ini berdasarkan kategori dan durasi pengerjaan. Penjelasannya sebagai berikut :

1. REGULER
Ini merupakan layanan yang biasa atau sering dipesan sehari-hari untuk membersihkan rumahmu. Bagi yang menggunakan peralatan pribadi, tentunya harga akan lebih murah. Durasi pengerjaan pun kita bisa pilih, mulai dari 1 jam hingga 6 jam, tergantung luas rumahmu, jadi kamu sendiri yang harus memperkirakan berapa lamanya. Area yang dibersihkan mulai dari teras, kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, kulkas, termasuk setrika 8 pakaian.

2. SPESIAL
Bagi yang tinggal di apartemen atau kost bisa memilih kategori ini. Selain itu juga ada layanan setrika yang dibuat terpisah. Jadi jumlah pakaian yang akan disetrika lebih banyak lagi.

3. DEEP CLEANING
Ini khusus untuk membersihkan area secara mendetail, seperti kamar mandi, lantai keramik, tandon air, hingga sedot WC. Tentunya ini dilakukan oleh tim yang profesional karena membutuhkan alat dan penanganan khusus.

4.SERVICE AT EVENT
Pilihan ini membersihkan selama event berlangsung, seperti meeting di kantor, reuni, atau syukuran.

Ini dia tahapannya dalam memesan.

Untuk pembayarannya, berdasarkan pengalaman, jika membayar menggunakan Gopay maka biasanya tarifnya lebih murah seperti Go Ride. Eh iya bener, waktu itu saya liat ada promo, tarif normalnya sebesar Rp 40.000, setelah menggunakan voucher promo Gopay kena potongan jadi Rp 20.000, murah banget kan. Maka dari itu sebelum memesan, saya isi saldo Gopay terlebih dahulu. Karena rumah saya kecil, saya memesan layanan reguler selama 1 jam. Saya rasa durasi itu cukup untuk membersihkan hal yang inti berupa lantai, meja, kursi, kamar tidur, kamar mandi, dan juga dapur.

Siapkan perlengkapannya terlebih dahulu.

Kita juga bisa memilih preferensi penyedia jasanya, pria atau wanita. Kalo saya sendiri sih lebih memilih wanita untuk soal kebersihan rumah tangga, karena biasanya lebih ulet kayak istri saya. Setelah menentukan pilihan, tinggal order deh. Aplikasi akan otomatis mencari penyedia jasa yang terdekat dari rumahmu. Jangan lupa menyertakan alamat lengkap dan patokannya supaya mudah sampai ke tempatmu. Estimasi waktu order dengan kedatangan penyedia jasa sekitar 45 menit, jadi harap bersabar yaa. Kebetulan yang datang itu Ibu Desiani, beliau rumahnya tidak jauh dari tempat saya, maka dari itu beliau lebih memilih jalan kaki. Tapi untungnya datangnya tepat waktu.


Sore itu ketika beliau datang, saya sudah menyiapkan peralatan apa saja yang akan digunakan dan memindahkan motor-motor di teras serta merapikan peralatan fotografi yang tercecer. Ini sangat penting sekali, karena untuk membantu kinerja mereka agar lebih efisien waktu dan kerja jadi maksimal. Jangan mentang-mentang ada yang bersih-bersih, kita bisa seenaknya ngacak-ngacak barang dan bikin kotor. Lagipula yang lebih mengerti posisi barang-barang itu kan kita sendiri, tugas kita hanya memberi instruksi dengan jelas mana aja yang jadi prioritas untuk dibersihkan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan. Contohnya seperti ini, saat ingin membersihkan kamar mandi udah saya kasih tau lokasi sikat yang biasa digunakan, sehingga tidak perlu menggunakan sikat yang biasa digunakan untuk menyikat pakaian.


Ketika semua sudah siap, bu Desiani menekan tombol start melalui aplikasi di ponsel yang telah usang itu. Artinya dia sudah memulai pekerjaannya hingga 1 jam ke depan. Sementara itu saya bisa dengan tenang meneruskan pekerjaan saya di rumah, sambil beberapa kali rebahan agar rileks. Tak terasa 1 jam berlalu, si ibu telah menyelesaikan pekerjaannya. Karena penasaran, saya cek satu persatu yang sudah dikerjakannya, dan ternyata semuanya telah bersih sesuai dengan target yang telah saya instruksikan, bahkan si ibu membantu mengumpulkan sampah lain yang tercecer di depan rumah. Tapi yang paling penting adalah kompor istriku kembali kinclong lagi seperti baru, aduhh lega deh rasanya, karena saya pikir kotorannya nggak bisa dibersihkan lagi.

Sesaat sebelum pulang, si ibu sejenak cerita.

“Iya mas, Go Clean ini ngebantu banget perekonomian saya, lumayan nambah penghasilan” kata si ibu bangga.

“Emang sehari bisa berapa orderan bu ?” tanya saya.

“Kalo sepi cuma 1, kalo rame bisa sampai 5 kali mas sehari kayak pas mau lebaran itu, tapi hari ini untungnya deket, jadi saya cukup jalan kaki ke rumah masnya”.



Setelah saya cari tahu, ternyata semua mitra GoClean ini telah mendapatkan pelatihan khusus, sehingga lebih terampil dan cekatan sesuai dengan target waktu yang ditentukan. Pantas saja kinerjanya…sat…set…sat…set, karena emang udah terbiasa, yang penting kita sebagai pengguna jasanya turut membantu juga agar mereka bisa bekerja dengan baik.

Tak terasa hari semakin sore, waktunya si ibu pulang dan saya menikmati rumah yang telah bersih dan rapi. Hari itu beban saya sudah banyak berkurang, kini bisa menyambut kedatangan istri dan anak saya dengan tenang tanpa ada khawatir lagi rumahnya kayak kapal pecah. Saya percaya, tiap ada kesulitan mengatur rumah, pasti ada jalan :D



Menurut banyak orang, Bandung itu terbuat dari berjuta kenangan. Sama seperti di lagu "Halo-halo Bandung". Di dalamnya mengandung berjuta kerinduan yang melibatkan perasaan. Seorang penulis terkenal, M.A.W Brouwer mengibaratkan bahwa bumi Pasundan, Bandung khususnya lahir ketika Tuhan sedang tersenyum. Tak salah memang jika Kota Bandung dijuluki Kota Kembang karena keindahan yang tersedia di tiap sudutnya. Itulah alasannya saya memilih kota Bandung sebagai tujuan bulan madu setelah menikah.

Dengan lokasinya yang tak terlalu jauh dari Jakarta membuat kota ini menjadi salah satu destinasi favorit akhir pekan. Banyak cara yang bisa kita tempuh menuju Bandung, namun yang menjadi favorit bagi saya adalah menggunakan kereta. Tak hanya menyajikan budaya dan pemandangan alamnya saja yang indah, Bandung juga menawarkan wisata atraksi yang cocok untuk keluarga, salah satunya adalah Trans Studio Bandung.

Lalu apa serunya di sini ? Biasanya di sini kan untuk anak-anak.
Lho jangan salah, di sini kita bisa menaiki wahana yang memacu adrenalin, di sinilah kita bisa meluapkan emosi namun tetap bergembira karena terhibur bisa menjaga kekompakan bersama pasangan.

Beli tiket di Traveloka dapet bingkisan dong.

Alasan lain kami memilih Trans Studio untuk berwisata adalah yang pertama karena saya belum pernah ke sini merasakan bermain di Indoor Theme Park terbesar di Indonesia, yang kedua adalah ajang berlatih sambil membayangkan jika nanti punya anak, pasti bakal sering main ke tempat-tempat seperti ini. Maklumlah pengantin baru.


Trans Studio Bandung ini areanya menyatu dengan Trans Studio Mall, sehingga mudah aksesnya. Siang itu kami bergegas menuju loket untuk beli tiket dan disambut ramah dengan petugasnya.

"Mas udah punya kartunya belum ?", tanya petugasnya.

Ternyata untuk masuknya harus menggunakan kartu. Untungnya, seorang petugas loketnya memberi info tambahan jika beli tiket melalui Traveloka akan mendapatkan harga khusus, yang tentunya lebih murah daripada harga reguler. Tanpa berpikir panjang, kami berdua yang merupakan kaum pecinta diskon langsung buka aplikasi Traveloka dengan kategori Xperience melalui smartphone.
Traveloka Xperience adalah fitur terbaru Traveloka yang menyediakan layanan untuk kebutuhan travel dan lifestyle. Selain itu tersedia juga pilihan pengalaman wisata di seluruh dunia dengan harga spesial dan metode pembayaran yang beragam.


Beginilah tahap menggunakan Traveloka Xperience
Untuk menunya tinggal memilih kategori Xperience yang iconnya berwarna merah muda, lalu pilih Atraksi. Biasanya setelah pilih atraksi akan ada beberapa pilihan aktivitas alternatif menyesuaikan lokasi di mana kamu berada saat itu. Sebagai contoh, waktu itu saya sedang berada di Bandung, secara otomatis akan langsung mendeteksi area sekitar dan muncullah pilihan Trans Studio Bandung, tinggal klik saja. Namun jika tidak tersedia secara otomatis, bisa mengetikkan destinasi atau aktivitasnya di kolom bagian atas yang terdapat icon kaca pembesar.


Setelah ketemu aktivitasnya, tinggal pilih dan transfer deh, bisa lewat mobile banking maupun ATM. Abis itu kita akan mendapatkan "Voucher Issued" nya, yang menandakan transaksi telah berhasil, lalu laporkan ke petugas loketnya untuk diproses dan voilaaa...kita bisa melenggang masuk Trans Studio untuk menikmati berbagai wahana sepuasnya. Mudah dan cepat sekali prosesnya, nggak ribet.

Ada banyak keuntungan yang bisa kami dapatkan jika membeli tiket melalui Traveloka Xperience, seperti :

  • Harga spesial.
    Mau ada promo atau nggak, yang jelas harganya spesial, biasanya lebih murah daripada reguler. Waktu itu kami datang hari Rabu yang tiket normalnya per orang Rp 180.000. Setelah pesan lewat Traveloka, harga normal yang seharusnya untuk 2 orang sebesar Rp 360.000 jadi Rp 248.738. Kan lumayan banget hematnya. Nggak cuma itu, ternyata kita dapet tambahan Hampers Biskuit segambreng banyaknya. Wihh...untungnya berkali-kali nih.

  • Jalur Khusus.
    Di Trans Studio Bandung ada jalur khusus bagi pengguna Traveloka yaitu Traveloka Easy Access yang terpisah dan jelas lebih cepat daripada antrean reguler lainnya. Ini lumayan mengirit waktu banget, apalagi biasanya antrean loket yang reguler biasanya ramai.

  • Dapat Poin.
    Setiap transaksi atau pembelian tiket di Traveloka pasti akan mendapatkan poin, dan poin ini nantinya bisa ditukarkan dengan undian berhadiah atau berbagai voucher diskon lainnya.

  • Praktis.
    Nggak ribet
    sama sekali. Traveloka sangat membantu bagi yang gak bawa uang cash, jadi pembayaran bisa secara digital ke berbagai bank sehingga lebih ramah lingkungan karena paperless. Tapi pastikan baterai smartphone-mu cukup ya dan sinyal tersedia dengan baik.

  • Layanan Maksimal.
    Kita bisa menikmati aktivitas dengan tenang dan nyaman karena pelayanan customer Traveloka siap membantu selama 24 jam jika terjadi kendala. Dulu pernah punya pengalaman ada masalah booking karena kesalahan saya, terus saya minta bantuan dan dilayani dengan baik sama CS-nya, padahal waktu itu udah tengah malam.

Jadi hemat banget kan.

Yang perlu kami pikirkan selanjutnya adalah bersenang-senang menikmati wahana yang ada sepuasnya tanpa kepanasan. Jujur, ini adalah salah satu pengalaman menyenangkan bagi kami saat berbulan madu di Bandung. Gak cuma bisa beli tiket transportasi, ternyata di Traveloka Xperience menyediakan berbagai ribuan pengalaman di seluruh dunia sesuai minat kita seperti. Setidaknya ada 12 kategori Xperience yang bisa kita jelajahi :

1. Atraksi
Atraksi ini berupa taman hiburan (amusement park), museum / galeri, wisata alam, kolam renang.

2. Bioskop
Gak perlu capek-capek ngantri dateng duluan biar bisa nonton film terbaru di bioskop.

3. Event
Berbagai event pertunjukkan seperti konser atau festival bisa kita dapatkan tiketnya di sini.

4. Hiburan
Hiburan untuk segala usia tersedia seperti karaoke, virtual reality, dan game online.


5. Olahraga
Mulai dari fitness center, tenis, futsal, dan lain sebagainya.

6. Spa & Kecantikan
Kalau yang ini jelas favoritnya para wanita untuk memanjakan diri melalui perawatan tubuh.

7. Taman Bermain
Anak-anak pun tersedia tempat bermainnya seperti voucher game arcade dan voucher tempat bermain anak.

8. Transportasi
Bagi yang traveling ke luar negeri bisa terbantu untuk layanan antar jemput bandara maupun transportasi umum lokal di sana.

9. Tur
Saat ini banyak operator tur yang abal-abal, tapi kalo di Traveloka dijamin profesional. Pakai layanan ini kita bisa ikutan tur wisata ke berbagai daerah.

10. Pelengkap Travel
Traveling ke luar negeri kurang lengkap rasanya tanpa punya SIM Card lokal maupun paket Wifi Portable. Kita bisa menyewanya lewat sini.

11. Makanan & Minuman

Dapatkan harga spesial untuk menyantap makanan di berbagai restoran dalam maupun luar negeri.

12. Kursus & Workshop
Ini dia yang unik, Traveloka Xperience juga menyediakan pengalaman workshop menarik seperti kelas kecantikan, memasak, seni, bahkan sekolah jadi Ninja pun ada.


Saking banyaknya pilihan alternatif pengalaman baru, kami jadi bingung. Maunya sih semuanya dicobain. Gak sadar kalau kita udah main seharian di Trans Studio Mall dan hari sudah gelap karena puas bermain dan puas dengan harganya. Salah satu yang membuat bulan madu itu berkualitas adalah hadirnya mood yang baik. Kalau seperti ini sih, gak cuma Bandung saja yang bisa bikin kami tersenyum, ternyata #XperienceSeru juga bisa. Dan yang pasti pengalaman bulan madu ini telah jadi bagian kenangan yang membentuk Kota Bandung menjadi romantis.

Coba seandainya Traveloka udah hadir di tahun 1990-an. Mungkin Dilan pasti akan bilang,

"Jangan beli tiket langsung ke lokasi. Berat ! Kamu gak akan kuat. Biar Traveloka aja :D


 #TravelokaBlogContest2019