Pengalaman Bulan Madu Seru di Bandung Bersama Traveloka

/ October 13, 2019

Menurut banyak orang, Bandung itu terbuat dari berjuta kenangan. Sama seperti di lagu "Halo-halo Bandung". Di dalamnya mengandung berjuta kerinduan yang melibatkan perasaan. Seorang penulis terkenal, M.A.W Brouwer mengibaratkan bahwa bumi Pasundan, Bandung khususnya lahir ketika Tuhan sedang tersenyum. Tak salah memang jika Kota Bandung dijuluki Kota Kembang karena keindahan yang tersedia di tiap sudutnya. Itulah alasannya saya memilih kota Bandung sebagai tujuan bulan madu setelah menikah.

Dengan lokasinya yang tak terlalu jauh dari Jakarta membuat kota ini menjadi salah satu destinasi favorit akhir pekan. Banyak cara yang bisa kita tempuh menuju Bandung, namun yang menjadi favorit bagi saya adalah menggunakan kereta. Tak hanya menyajikan budaya dan pemandangan alamnya saja yang indah, Bandung juga menawarkan wisata atraksi yang cocok untuk keluarga, salah satunya adalah Trans Studio Bandung.

Lalu apa serunya di sini ? Biasanya di sini kan untuk anak-anak.
Lho jangan salah, di sini kita bisa menaiki wahana yang memacu adrenalin, di sinilah kita bisa meluapkan emosi namun tetap bergembira karena terhibur bisa menjaga kekompakan bersama pasangan.

Beli tiket di Traveloka dapet bingkisan dong.

Alasan lain kami memilih Trans Studio untuk berwisata adalah yang pertama karena saya belum pernah ke sini merasakan bermain di Indoor Theme Park terbesar di Indonesia, yang kedua adalah ajang berlatih sambil membayangkan jika nanti punya anak, pasti bakal sering main ke tempat-tempat seperti ini. Maklumlah pengantin baru.


Trans Studio Bandung ini areanya menyatu dengan Trans Studio Mall, sehingga mudah aksesnya. Siang itu kami bergegas menuju loket untuk beli tiket dan disambut ramah dengan petugasnya.

"Mas udah punya kartunya belum ?", tanya petugasnya.

Ternyata untuk masuknya harus menggunakan kartu. Untungnya, seorang petugas loketnya memberi info tambahan jika beli tiket melalui Traveloka akan mendapatkan harga khusus, yang tentunya lebih murah daripada harga reguler. Tanpa berpikir panjang, kami berdua yang merupakan kaum pecinta diskon langsung buka aplikasi Traveloka dengan kategori Xperience melalui smartphone.
Traveloka Xperience adalah fitur terbaru Traveloka yang menyediakan layanan untuk kebutuhan travel dan lifestyle. Selain itu tersedia juga pilihan pengalaman wisata di seluruh dunia dengan harga spesial dan metode pembayaran yang beragam.


Beginilah tahap menggunakan Traveloka Xperience
Untuk menunya tinggal memilih kategori Xperience yang iconnya berwarna merah muda, lalu pilih Atraksi. Biasanya setelah pilih atraksi akan ada beberapa pilihan aktivitas alternatif menyesuaikan lokasi di mana kamu berada saat itu. Sebagai contoh, waktu itu saya sedang berada di Bandung, secara otomatis akan langsung mendeteksi area sekitar dan muncullah pilihan Trans Studio Bandung, tinggal klik saja. Namun jika tidak tersedia secara otomatis, bisa mengetikkan destinasi atau aktivitasnya di kolom bagian atas yang terdapat icon kaca pembesar.


Setelah ketemu aktivitasnya, tinggal pilih dan transfer deh, bisa lewat mobile banking maupun ATM. Abis itu kita akan mendapatkan "Voucher Issued" nya, yang menandakan transaksi telah berhasil, lalu laporkan ke petugas loketnya untuk diproses dan voilaaa...kita bisa melenggang masuk Trans Studio untuk menikmati berbagai wahana sepuasnya. Mudah dan cepat sekali prosesnya, nggak ribet.

Ada banyak keuntungan yang bisa kami dapatkan jika membeli tiket melalui Traveloka Xperience, seperti :

  • Harga spesial.
    Mau ada promo atau nggak, yang jelas harganya spesial, biasanya lebih murah daripada reguler. Waktu itu kami datang hari Rabu yang tiket normalnya per orang Rp 180.000. Setelah pesan lewat Traveloka, harga normal yang seharusnya untuk 2 orang sebesar Rp 360.000 jadi Rp 248.738. Kan lumayan banget hematnya. Nggak cuma itu, ternyata kita dapet tambahan Hampers Biskuit segambreng banyaknya. Wihh...untungnya berkali-kali nih.

  • Jalur Khusus.
    Di Trans Studio Bandung ada jalur khusus bagi pengguna Traveloka yaitu Traveloka Easy Access yang terpisah dan jelas lebih cepat daripada antrean reguler lainnya. Ini lumayan mengirit waktu banget, apalagi biasanya antrean loket yang reguler biasanya ramai.

  • Dapat Poin.
    Setiap transaksi atau pembelian tiket di Traveloka pasti akan mendapatkan poin, dan poin ini nantinya bisa ditukarkan dengan undian berhadiah atau berbagai voucher diskon lainnya.

  • Praktis.
    Nggak ribet
    sama sekali. Traveloka sangat membantu bagi yang gak bawa uang cash, jadi pembayaran bisa secara digital ke berbagai bank sehingga lebih ramah lingkungan karena paperless. Tapi pastikan baterai smartphone-mu cukup ya dan sinyal tersedia dengan baik.

  • Layanan Maksimal.
    Kita bisa menikmati aktivitas dengan tenang dan nyaman karena pelayanan customer Traveloka siap membantu selama 24 jam jika terjadi kendala. Dulu pernah punya pengalaman ada masalah booking karena kesalahan saya, terus saya minta bantuan dan dilayani dengan baik sama CS-nya, padahal waktu itu udah tengah malam.

Jadi hemat banget kan.

Yang perlu kami pikirkan selanjutnya adalah bersenang-senang menikmati wahana yang ada sepuasnya tanpa kepanasan. Jujur, ini adalah salah satu pengalaman menyenangkan bagi kami saat berbulan madu di Bandung. Gak cuma bisa beli tiket transportasi, ternyata di Traveloka Xperience menyediakan berbagai ribuan pengalaman di seluruh dunia sesuai minat kita seperti. Setidaknya ada 12 kategori Xperience yang bisa kita jelajahi :

1. Atraksi
Atraksi ini berupa taman hiburan (amusement park), museum / galeri, wisata alam, kolam renang.

2. Bioskop
Gak perlu capek-capek ngantri dateng duluan biar bisa nonton film terbaru di bioskop.

3. Event
Berbagai event pertunjukkan seperti konser atau festival bisa kita dapatkan tiketnya di sini.

4. Hiburan
Hiburan untuk segala usia tersedia seperti karaoke, virtual reality, dan game online.


5. Olahraga
Mulai dari fitness center, tenis, futsal, dan lain sebagainya.

6. Spa & Kecantikan
Kalau yang ini jelas favoritnya para wanita untuk memanjakan diri melalui perawatan tubuh.

7. Taman Bermain
Anak-anak pun tersedia tempat bermainnya seperti voucher game arcade dan voucher tempat bermain anak.

8. Transportasi
Bagi yang traveling ke luar negeri bisa terbantu untuk layanan antar jemput bandara maupun transportasi umum lokal di sana.

9. Tur
Saat ini banyak operator tur yang abal-abal, tapi kalo di Traveloka dijamin profesional. Pakai layanan ini kita bisa ikutan tur wisata ke berbagai daerah.

10. Pelengkap Travel
Traveling ke luar negeri kurang lengkap rasanya tanpa punya SIM Card lokal maupun paket Wifi Portable. Kita bisa menyewanya lewat sini.

11. Makanan & Minuman

Dapatkan harga spesial untuk menyantap makanan di berbagai restoran dalam maupun luar negeri.

12. Kursus & Workshop
Ini dia yang unik, Traveloka Xperience juga menyediakan pengalaman workshop menarik seperti kelas kecantikan, memasak, seni, bahkan sekolah jadi Ninja pun ada.


Saking banyaknya pilihan alternatif pengalaman baru, kami jadi bingung. Maunya sih semuanya dicobain. Gak sadar kalau kita udah main seharian di Trans Studio Mall dan hari sudah gelap karena puas bermain dan puas dengan harganya. Salah satu yang membuat bulan madu itu berkualitas adalah hadirnya mood yang baik. Kalau seperti ini sih, gak cuma Bandung saja yang bisa bikin kami tersenyum, ternyata #XperienceSeru juga bisa. Dan yang pasti pengalaman bulan madu ini telah jadi bagian kenangan yang membentuk Kota Bandung menjadi romantis.

Coba seandainya Traveloka udah hadir di tahun 1990-an. Mungkin Dilan pasti akan bilang,

"Jangan beli tiket langsung ke lokasi. Berat ! Kamu gak akan kuat. Biar Traveloka aja :D


 #TravelokaBlogContest2019

Menurut banyak orang, Bandung itu terbuat dari berjuta kenangan. Sama seperti di lagu "Halo-halo Bandung". Di dalamnya mengandung berjuta kerinduan yang melibatkan perasaan. Seorang penulis terkenal, M.A.W Brouwer mengibaratkan bahwa bumi Pasundan, Bandung khususnya lahir ketika Tuhan sedang tersenyum. Tak salah memang jika Kota Bandung dijuluki Kota Kembang karena keindahan yang tersedia di tiap sudutnya. Itulah alasannya saya memilih kota Bandung sebagai tujuan bulan madu setelah menikah.

Dengan lokasinya yang tak terlalu jauh dari Jakarta membuat kota ini menjadi salah satu destinasi favorit akhir pekan. Banyak cara yang bisa kita tempuh menuju Bandung, namun yang menjadi favorit bagi saya adalah menggunakan kereta. Tak hanya menyajikan budaya dan pemandangan alamnya saja yang indah, Bandung juga menawarkan wisata atraksi yang cocok untuk keluarga, salah satunya adalah Trans Studio Bandung.

Lalu apa serunya di sini ? Biasanya di sini kan untuk anak-anak.
Lho jangan salah, di sini kita bisa menaiki wahana yang memacu adrenalin, di sinilah kita bisa meluapkan emosi namun tetap bergembira karena terhibur bisa menjaga kekompakan bersama pasangan.

Beli tiket di Traveloka dapet bingkisan dong.

Alasan lain kami memilih Trans Studio untuk berwisata adalah yang pertama karena saya belum pernah ke sini merasakan bermain di Indoor Theme Park terbesar di Indonesia, yang kedua adalah ajang berlatih sambil membayangkan jika nanti punya anak, pasti bakal sering main ke tempat-tempat seperti ini. Maklumlah pengantin baru.


Trans Studio Bandung ini areanya menyatu dengan Trans Studio Mall, sehingga mudah aksesnya. Siang itu kami bergegas menuju loket untuk beli tiket dan disambut ramah dengan petugasnya.

"Mas udah punya kartunya belum ?", tanya petugasnya.

Ternyata untuk masuknya harus menggunakan kartu. Untungnya, seorang petugas loketnya memberi info tambahan jika beli tiket melalui Traveloka akan mendapatkan harga khusus, yang tentunya lebih murah daripada harga reguler. Tanpa berpikir panjang, kami berdua yang merupakan kaum pecinta diskon langsung buka aplikasi Traveloka dengan kategori Xperience melalui smartphone.
Traveloka Xperience adalah fitur terbaru Traveloka yang menyediakan layanan untuk kebutuhan travel dan lifestyle. Selain itu tersedia juga pilihan pengalaman wisata di seluruh dunia dengan harga spesial dan metode pembayaran yang beragam.


Beginilah tahap menggunakan Traveloka Xperience
Untuk menunya tinggal memilih kategori Xperience yang iconnya berwarna merah muda, lalu pilih Atraksi. Biasanya setelah pilih atraksi akan ada beberapa pilihan aktivitas alternatif menyesuaikan lokasi di mana kamu berada saat itu. Sebagai contoh, waktu itu saya sedang berada di Bandung, secara otomatis akan langsung mendeteksi area sekitar dan muncullah pilihan Trans Studio Bandung, tinggal klik saja. Namun jika tidak tersedia secara otomatis, bisa mengetikkan destinasi atau aktivitasnya di kolom bagian atas yang terdapat icon kaca pembesar.


Setelah ketemu aktivitasnya, tinggal pilih dan transfer deh, bisa lewat mobile banking maupun ATM. Abis itu kita akan mendapatkan "Voucher Issued" nya, yang menandakan transaksi telah berhasil, lalu laporkan ke petugas loketnya untuk diproses dan voilaaa...kita bisa melenggang masuk Trans Studio untuk menikmati berbagai wahana sepuasnya. Mudah dan cepat sekali prosesnya, nggak ribet.

Ada banyak keuntungan yang bisa kami dapatkan jika membeli tiket melalui Traveloka Xperience, seperti :

  • Harga spesial.
    Mau ada promo atau nggak, yang jelas harganya spesial, biasanya lebih murah daripada reguler. Waktu itu kami datang hari Rabu yang tiket normalnya per orang Rp 180.000. Setelah pesan lewat Traveloka, harga normal yang seharusnya untuk 2 orang sebesar Rp 360.000 jadi Rp 248.738. Kan lumayan banget hematnya. Nggak cuma itu, ternyata kita dapet tambahan Hampers Biskuit segambreng banyaknya. Wihh...untungnya berkali-kali nih.

  • Jalur Khusus.
    Di Trans Studio Bandung ada jalur khusus bagi pengguna Traveloka yaitu Traveloka Easy Access yang terpisah dan jelas lebih cepat daripada antrean reguler lainnya. Ini lumayan mengirit waktu banget, apalagi biasanya antrean loket yang reguler biasanya ramai.

  • Dapat Poin.
    Setiap transaksi atau pembelian tiket di Traveloka pasti akan mendapatkan poin, dan poin ini nantinya bisa ditukarkan dengan undian berhadiah atau berbagai voucher diskon lainnya.

  • Praktis.
    Nggak ribet
    sama sekali. Traveloka sangat membantu bagi yang gak bawa uang cash, jadi pembayaran bisa secara digital ke berbagai bank sehingga lebih ramah lingkungan karena paperless. Tapi pastikan baterai smartphone-mu cukup ya dan sinyal tersedia dengan baik.

  • Layanan Maksimal.
    Kita bisa menikmati aktivitas dengan tenang dan nyaman karena pelayanan customer Traveloka siap membantu selama 24 jam jika terjadi kendala. Dulu pernah punya pengalaman ada masalah booking karena kesalahan saya, terus saya minta bantuan dan dilayani dengan baik sama CS-nya, padahal waktu itu udah tengah malam.

Jadi hemat banget kan.

Yang perlu kami pikirkan selanjutnya adalah bersenang-senang menikmati wahana yang ada sepuasnya tanpa kepanasan. Jujur, ini adalah salah satu pengalaman menyenangkan bagi kami saat berbulan madu di Bandung. Gak cuma bisa beli tiket transportasi, ternyata di Traveloka Xperience menyediakan berbagai ribuan pengalaman di seluruh dunia sesuai minat kita seperti. Setidaknya ada 12 kategori Xperience yang bisa kita jelajahi :

1. Atraksi
Atraksi ini berupa taman hiburan (amusement park), museum / galeri, wisata alam, kolam renang.

2. Bioskop
Gak perlu capek-capek ngantri dateng duluan biar bisa nonton film terbaru di bioskop.

3. Event
Berbagai event pertunjukkan seperti konser atau festival bisa kita dapatkan tiketnya di sini.

4. Hiburan
Hiburan untuk segala usia tersedia seperti karaoke, virtual reality, dan game online.


5. Olahraga
Mulai dari fitness center, tenis, futsal, dan lain sebagainya.

6. Spa & Kecantikan
Kalau yang ini jelas favoritnya para wanita untuk memanjakan diri melalui perawatan tubuh.

7. Taman Bermain
Anak-anak pun tersedia tempat bermainnya seperti voucher game arcade dan voucher tempat bermain anak.

8. Transportasi
Bagi yang traveling ke luar negeri bisa terbantu untuk layanan antar jemput bandara maupun transportasi umum lokal di sana.

9. Tur
Saat ini banyak operator tur yang abal-abal, tapi kalo di Traveloka dijamin profesional. Pakai layanan ini kita bisa ikutan tur wisata ke berbagai daerah.

10. Pelengkap Travel
Traveling ke luar negeri kurang lengkap rasanya tanpa punya SIM Card lokal maupun paket Wifi Portable. Kita bisa menyewanya lewat sini.

11. Makanan & Minuman

Dapatkan harga spesial untuk menyantap makanan di berbagai restoran dalam maupun luar negeri.

12. Kursus & Workshop
Ini dia yang unik, Traveloka Xperience juga menyediakan pengalaman workshop menarik seperti kelas kecantikan, memasak, seni, bahkan sekolah jadi Ninja pun ada.


Saking banyaknya pilihan alternatif pengalaman baru, kami jadi bingung. Maunya sih semuanya dicobain. Gak sadar kalau kita udah main seharian di Trans Studio Mall dan hari sudah gelap karena puas bermain dan puas dengan harganya. Salah satu yang membuat bulan madu itu berkualitas adalah hadirnya mood yang baik. Kalau seperti ini sih, gak cuma Bandung saja yang bisa bikin kami tersenyum, ternyata #XperienceSeru juga bisa. Dan yang pasti pengalaman bulan madu ini telah jadi bagian kenangan yang membentuk Kota Bandung menjadi romantis.

Coba seandainya Traveloka udah hadir di tahun 1990-an. Mungkin Dilan pasti akan bilang,

"Jangan beli tiket langsung ke lokasi. Berat ! Kamu gak akan kuat. Biar Traveloka aja :D


 #TravelokaBlogContest2019
Continue Reading
Tak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi semakin memudahkan hidup kita, seolah-olah dunia ini berada dalam genggaman. Bukan hanya untuk komunikasi, tapi juga bisa melakukan berbagai macam transaksi perbankan, bahkan untuk urusan membeli mobil pun bisa lewat ponsel. Dengan hadirnya teknologi itu menjadi semakin menjamurnya Fintech (Financial Technology) belakangan ini. Kita semua sudah tahu bahwa perusahaan-perusahaan Fintech tersebut banyak yang bermasalah karena menyebarkan data pribadi penggunanya untuk melakukan penagihan.

"Apa benar ini dengan no kontaknya bpk. Jarwo (nama panggilan saya) ? Dimohon jika ketemu dengan Ibu XXX harap segera menghubungi kami di nomor ini, karena yang bersangkutan belum melunasi hutangnya sebesar Rp 1.460.000 pada PT. XXX".

Kurang lebihnya mereka SMS seperti itu. Awalnya saya diam saja. Setelah dua kali dikirimkan, baru saya respon kalau saya tidak kenal dekat dengan orang itu.

Menurut pengalaman pribadi, setidaknya ada 10 kali perusahaan-perusahaan tersebut menghubungi saya untuk melakukan penagihan yang dilakukan atas nama 3 orang teman saya yang berbeda. Cara yang dilakukannya pun macam-macam, mulai dari kirim SMS, Whatsapp, Direct Message, dan juga wawancara melalui telepon. Bagi saya hal itu sangat mengganggu sekali, karena apa yang dilakukan itu tidak ada sangkutpautnya dengan saya, dan sama sekali tidak terlibat. Lucunya lagi, salah seorang teman saya yang bekerja di bank ternama pun menjadi korban dari Fintech ini.

Tapi gimana caranya mereka bisa dapet nomor kontak saya ?
Katanya sih di aplikasinya itu ada persetujuan yang membolehkan perusahaan mengakses kontak pribadi dan manajemen file di ponsel nasabah atau penggunanya. Kalo dari situ sih kan jadi serem, bagaikan menelanjangi diri sendiri lalu disebarkan ke mana-mana.

Menurut berita yang saya baca dari media, bahkan ada beberapa yang sampai bunuh diri karena tidak kuat dengan tekanan dan berbagai ancaman yang ditimbulkan dari perusahaan Fintech tersebut. Kejadian ini tidak boleh disepelekan lho karena menyangkut masalah mental seseorang. Dari kejadian itulah mulai timbul ketidakpercayaan masyarakat pada perusahaan Fintech, dan ini menjadi salah satu tantangan terbesar penyedia jasa keuangan di Indonesia, yaitu dengan mengembalikan kepercayaan terhadap masyarakat.

Caranya bagaimana ?
Caranya adalah dengan melindungi data para penggunanya. Menurut saya itu adalah hal yang cukup sulit, apalagi bagi yang pernah merasakan dikhianati, pasti akan berpikir berulang kali sebelum memutuskan. Membangun “trust” itu harus dari bawah. Bersikap jujur dan profesional kepada siapapun adalah kuncinya.

Saat ini kita harus pintar memilah mana Fintech yang resmi mana yang tidak, karena Fintech yang baik itu terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan terdaftarnya di OJK, maka akan ada fleksibilitas ruang inovasi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip transparan, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness. Salah satu Fintech terpercaya dan telah terdaftar di OJK adalah MAUCASH dari PT. Astra Welab Digital Artha yang merupakan bagian dari Astra Financial. Meski terbilang baru, Fintech ini dijamin aman dan terpercaya. Maucash sendiri menawarkan produk pinjaman yang dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi smartphone kepada konsumen ritel. Selain itu mereka juga menyediakan solusi finansial berbasis teknologi kepada konsumen korporasi.


Cari Fintech yang aman


 
Rendahnya Inklusi Keuangan

Negara Indonesia ini merupakan kepulauan yang dipisahkan oleh lautan. Pusat perekonomian masih terfokus di Jawa, maka dari itu masih banyak wilayah lain yang kurang tersentuh dengan teknologi informasi tentang jasa keuangan ini. Padahal banyak sekali potensi-potensi pertumbuhan ekonomi dari daerah pelosok, namun terkendala dengan akses dan infrastrukturnya yang belum merata. Beberapa kepala keluarga atau pekerja di daerah pelosok bahkan sama sekali tidak memiliki rekening tabungan. Menurut Global Findex 2017, orang dewasa di Indonesia yang tidak memiliki rekening bank, relatif tidak memiliki ponsel juga dan akses internet. Dan itu cukup tinggi. Salah satu alasan yang terlihat adalah minimnya sarana seperti bank, ATM, telekomunikasi, dan transportasi. Hal inilah yang turut menghambat pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia dan menjadi PR dari berbagai pihak.


Sebenarnya banyak sekali manfaat dari inklusi keuangan yang bisa kita rasakan secara langsung. Peningkatan 1% saja maka pertumbuhan ekonomi bertambah 0,03%, dengan begitu nantinya akan tercipta lapangan pekerjaan serta otomatis menurunkan tingkat kemiskinan dan kesenjangan sosial. Bayangkan, banyak di daerah-daerah yang memiliki usaha kecil terkendala pendanaan untuk modal mengembangkan usahanya. Modal itu tidak hanya untuk bahan baku saja, tapi juga dari segi pemasarannya. Bisa juga digunakan untuk membeli alat transportasi untuk investasi jangka panjang agar bisa menekan biaya produksi.

Menurut OJK, unsur yang berperan dalam inklusi keuangan adalah akses, ketersediaan produk layanan jasa keuangan, penggunaan serta kualitas. Contoh perluasan akses antara lain :

1. Penambahan jaringan kantor
2. Penambahan jumlah agen
3. Penambahan jumlah ATM
4. Penambahan point of access melalui layanan digital
5. Persiapan infrastruktur berbentuk fasilitas nir kantor
6. Penambahan kerjasama dengan pihak lain
7. Pengembangan delivery channel layanan jasa keuangan.



Inovasi Teknologi Keuangan

Dengan adanya perkembangan teknologi harus dibarengi juga dengan inovasi terutama di bidang keuangan, dari yang konvensional mulai beralih ke digital. Salah satu perusahaan penyedia jasa keuangan, Astra Financial telah melakukannya. Digitalisasi digunakan untuk mempermudah nasabah mendapatkan berbagai informasi akurat dan juga bertransaksi yang aman. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, pengguna internet di negara ini mencapai 51,8% yang didominasi usia produktif. Artinya, orang yang melek teknologi informasi harusnya melek juga dengan teknologi keuangan. Bagi yang belum mengetahui tinggal diarahkan pada platform yang tepat agar tidak salah pilih.

Jaman sekarang, untuk belanja makanan atau keperluan sehari-hari tinggal menggunakan uang digital. Bahkan saat ini kita bisa juga dengan mudah membeli atau kredit mobil menggunakan aplikasi ACCYes ! dari Astra Credit Companies yang merupakan lembaga jasa keuangan yang melayani pembiayaan mobil segala merk. Ini cocok sekali bagi pemilik usaha kecil yang membutuhkan kendaraan untuk operasional sehari-hari. Banyak sekali kemudahan yang diberikan untuk pengajuan kreditnya, apalagi bagi nasabah Bank Permata seperti saya ini. Tiap bulannya tidak perlu repot bayar karena bisa autodebet dan bisa dipantau menggunakan aplikasi PermataMobile X. Selain itu, bagi yang ingin memiliki motor merk Honda bisa mengajukan kreditnya ke FIFGroup yang cabangnya tersebar hingga ke Papua.
Beli mobil di GIIAS
Manfaatkan Bank Permata dengan segala kemudahannya.

Memiliki kendaraan bermotor kurang lengkap jika tidak mendapatkan perlindungan dari Asuransi Astra yaitu Garda Oto dan Garda Motor. Saat ini kita bisa semakin gampang untuk klaim, beli asuransi, dan juga terdapatnya layanan darurat di jalan raya yang siaga selama 24 jam. Tak hanya itu, Astra Financial juga memiliki asuransi kesehatan dan asuransi pendidikan dari Astra Life. Lagi-lagi dengan inovasi teknologinya, kita bisa mendapatkan informasi, mengurus, dan melakukan transaksinya melalui aplikasi di smartphone.


Corporate Social Responsibility

Sebagai perusahaan penyedia jasa keuangan, Astra Financial memiliki tanggungjawab lain di kehidupan sosial masyarakat, dan ini merupakan tantangan karena bagian dari meningkatkan perekonomian Indonesia. Kontribusi Astra Financial group pada negara ini tak perlu diragukan lagi. Saya yang sejak tahun 2008 tergabung dengan relawan Anak Gunung Lawu (AGL) di Karanganyar Jawa Tengah merasa sangat terbantu dengan CSR FIFGroup. Kami yang bergerak di bidang lingkungan dan kemanusiaan sering disupport mulai dari pengadaan tower untuk alat komunikasi, bantuan logistik dan transportasi saat erupsi Merapi 2010, mengangkut sampah di gunung, hingga reboisasi Gunung Lawu pasca kebakaran besar tahun 2015.
 

Mendukung kegiatan upacara bendera di Gn. Lawu


Tak hanya sampai di situ, Asuransi Astra tak mau ketinggalan juga dengan program #PijarIlmu nya yang mendukung pendidikan bagi anak-anak yatim piatu dan berkebutuhan khusus di Sumba, NTT. Peran serta Astra Financial yang lain dalam membantu peningkatan perekonomian pun diwujudkan dengan pemberian dana untuk UMKM “Hilmi Car/Motorcycle Wash Disability”. Di tempat usaha yang mempekerjakan orang berkebutuhan khusus ini diberi 100 juta rupiah untuk pengadaan peralatan pendukung seperti kompresor, vacum, dan perlengkapan pencucian untuk memperbaiki proses kerja agar lebih maksimal. Dengan adanya bantuan tersebut diharapkan bisa meningkatkan pendapatan UMKM agar bisa mandiri dan mengurangi angka pengangguran daerah sekitar.

Bantuan bagi pengungsi erupsi Merapi 2010
Reboisasi Gunung Lawu

Tantangan terbesar penyedia jasa keuangan di Indonesia selanjutnya adalah sosialisasi ke masyarakat dengan gencar. Melalui program CSR, selain untuk sosial, perusahaan bisa mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan awareness tentang inklusi dan literasi keuangan serta memberikan pendampingan. Dari situ masyarakat akan bertambah pengetahuannya dan otomatis tingkat kepercayaan terhadap penyedia jasa keuangan akan meningkat kembali. Jadi akan terjadi simbiosis mutualisme, saling menguntungkan satu sama lainnya demi terciptanya kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Jadi, pakai Fintech resmi siapa takut ? :D

Termakan Hoax

Dahulu waktu SMA sekitar tahun 2003, di saat belum ada smartphone secanggih saat ini, saya yang masih awam begitu dengan mudahnya termakan hoax. Semua itu berawal dari sebuah berita yang dikabarkan oleh salah seorang senior saya di organisasi. Ketika itu, dikabarkan bahwa akan ada gempa bumi yang terjadi di patahan Selat Sunda pada hari sekian tanggal sekian, dan mengakibatkan Gunung Anak Krakatau yang sudah lama tertidur akan meletus. Dari situ akan terjadi tsunami hingga ke Cilegon. Saya yang masih junior, langsung percaya saja dengan kabar tersebut, karena dia mengaku mendapatkan kabar dari rekan yang bekerja di institusi terkait serta pengalaman dia di bidang alam bebas begitu meyakinkan. Semua anggota harus mempersiapkan diri menghadapi bencana ini dengan memberi tahu keluarga terdekatnya, tapi tidak diberitahukan dulu ke orang lain.

Singkat cerita, pada hari-H yang dia “janjikan” akan terjadi gempa dan tsunami tidak kunjung datang. Sementara kami telah mempersiapkan diri untuk evakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan membawa tas yang berisi pakaian dan perbekalan. Di hari yang sama juga kami sedang berduka karena om saya meninggal dunia dan dimakamkan hari itu juga. Rasa was-was pun menyelimuti keluarga kami tatkala saat perjalanan menggotong jenazah ke pemakaman, karena takut akan datangnya tsunami. Belum lagi bencana yang ditimbulkan akibat bocornya pabrik-pabrik kimia di Cilegon jika terjadi tsunami.

Ternyata yang ditakutkan tidak terjadi. Bahkan tidak diberitakan di media massa.Saya pun jadi malu, merasa bersalah, dan kecewa pada diri sendiri juga pada senior, karena telah membuat panik dengan berita bohong. Butuh waktu berhari-hari untuk melupakannya, meskipun keluarga besar tidak pernah membahasnya. Dari kejadian itulah saya jadi tidak mudah percaya tentang isu gempa, serta semakin tertarik untuk belajar tentang tanda-tanda bencana alam. Karena saat ini ternyata belum ada alat canggih yang dapat memprediksi gempa bumi kapan tepatnya terjadi, tapi hanya bisa dideteksi dan berbagai potensinya.

Indonesia memang sudah ditakdirkan berada di kawasan “Ring of Fire” yang rawan gempa maupun letusan gunung berapi. Tugas kita selanjutnya adalah mengantisipasi dengan kenali bahayanya dan kurangi resikonya.

Awal kali pertama saya merasakan gempa bumi adalah ketika saya kost di Jogja. Saat itu malam hari ketika sedang santai, tiba-tiba lantai yang saya tiduri terasa bergejolak seperti bergerak, gantungan kunci yang menyantol di pintu bergoyang-goyang sendiri. Setelah sadar itu adalah gempa, akhirnya saya mencoba berdiri dan keluar, namun kepala ini agak terasa pusing, seolah-olah sedang berdiri di dalam kapal yang terkena gelombang besar. Saya pun berhasil keluar rumah, sementara tetangga-tetangga sudah pada keluar dan teriak-teriak menyuruh warga lain untuk keluar juga. Panik sekali rasanya. Beberapa hari kemudian juga terjadi hal yang serupa, dan masih terasa shock.

Gempa bumi datang tiba-tiba tanpa ada gejalanya terlebih dahulu seperti gunung meletus. Alat pendeteksi pun baru mencatat ketika gempa sedang atau sudah terjadi.

Saya jadi kepikiran, bagaimana rasa paniknya jika terjadi gempa saat buang air besar, saat di gedung lantai 25, atau saat proses melahirkan, apakah anaknya akan memiliki kekuatan supranatural seperti di film Gerhana ?

Ketakutan yang selama ini saya pikirkan nyaris terjadi saat saya bekerja di Jakarta. Kala itu sekitar pukul 19.00 terjadi gempa, saya dan teman-teman masih bekerja di dalam kantor, untung saja ruangan saya berada di lantai 2. Getaran lantai dan suara retakan kaca di sekeliling membuat saya takut dan sempat panik. Tapi itu adalah hal yang wajar dan manusiawi. Tinggal kita bagaimana kita mengatasi rasa panik itu sesegera mungkin. Belajar dari kejadian-kejadian sebelumnya, sesaat setelah gempa datang saya mencoba tetap tenang, dan sadar apa yang harus saya lakukan sebisa mungkin yaitu :

1. Mengambil ponsel.
Inilah hal pertama yang saya lakukan, dikarenakan tidak ada survival kit di kantor, saya mengambil ponsel yang berada di meja. Bagi saya ponsel sangatlah penting, karena di ponsel (smartphone) terdapat senter yang bisa kita gunakan jika sewaktu-waktu listrik padam. Selain itu untuk mencari tahu apakah yang sebenarnya terjadi. Kita bisa mengetahuinya melalui aplikasi BMKG ataupun via Twitter karena langsung update realtime. Di situ kita bisa menilai apakah ada potensi tsunami, gempa susulan atau tidak. Tapi perlu cermat, karena di saat suasana genting ini biasanya ada berita hoax yang membuat panik orang-orang. Jadi carilah sumber atau media yang benar-benar terpercaya.

2. Lindungi kepala.
Kepala adalah organ vital, jika terbentur bisa tidak sadarkan diri. Jadi ambillah barang yang bisa digunakan untuk melindungi kepala, seperti bantal atau kursi plastik untuk melindungi dari benda yang jatuh dari atas. Jika tidak ada, bisa gunakan tangan saja.

3. Lewat Tangga Darurat.
Jangan gunakan lift saat gempa atau kebakaran, tapi gunakanlah tangga darurat. Maka dari itu saat berada di dalam gedung, kita harus mengetahui letak tangga daruratnya jika terjadi bencana. Untuk pengelola gedung juga harus memperhatikan keamanan akses tangga daruratnya, apakah kuat pegangannya, apakah penerangannya cukup.

4. Berlindung di bawah meja.
Jika sedang berada di gedung tinggi (lantai 3 ke atas), berlindung di bawah meja atau furniture yang kokoh adalah pilihan tepat seperti yang biasa dilakukan orang-orang Jepang. Gempa bumi biasanya tidak berlangsung lama, jadi untuk turun keluar gedung membutuhkan waktu yang cukup lama, pada proses itulah banyak benda-benda yang berpotensi jatuh mengenai kita, belum lagi antrian desak-desakan orang-orang yang terburu-buru ingin turun.

5. Capai Titik Kumpul
Di gedung-gedung bertingkat, biasanya sudah ditandai mana yang digunakan untuk titik kumpul saat terjadi bencana, di sinilah bisa dibilang titik amannya.

6. Hubungi Keluarga
Setelah gempa reda, segera hubungi keluarga terdekat dan kabarkan kondisinya. Jika dirasa perlu bantuan di TKP, hubungi nomor darurat BNPB atau Tim SAR.




Tsunami Kecil Ternyata Dahsyat Juga

Perlu kita ketahui, Tsunami berasal dari bahasa Jepang yang artinya “Air yang berlabuh ke daratan”.
Tak semua gempa diiiringi dengan datangnya gelombang tsunami. Tsunami datang memang biasanya diawali dengan gempa besar, tapi ada juga yang berasal dari longsoran atau patahan material gunung di laut.

Induk Gunung Krakatau memang telah hancur tahun pada Agustus 1883 dan kini menyisakan anaknya. Meskipun ukurannya tidak sebesar "induknya", Gunung Anak Krakatau ternyata menyimpan tenaga yang cukup besar untuk erupsi dengan tipe eksplosif. Dampaknya berupa "tsunami kecil" pun telah dirasakan masyarakat Banten dan sekitarnya.
Gunung Anak Krakatau sebelum erupsi
Sebenarnya, Gn. Anak Krakatau sudah lama mengalami gejala fase erupsi, tanda-tanda alamnya sudah bisa kita lihat. Namun menurut saya itu diluar prediksi, letusannya ternyata sangat besar sehingga menghancurkan sekitar 50% tubuhnya dan menyisakan kawah yang menjadi basah.

Saat tsunami Selat Sunda menerjang tanggal 22 Desember 2018, saya sedang berada di rumah Cilegon, Banten. Malam itu di grup Whatsapp telah ramai adanya laporan warga yang lingkungannya terendam air laut. Saya pun mencari tahu penyebabnya karena awalnya hanya air laut pasang biasa saja akibat pengaruh dari bulan purnama yang menyebabkan gelombang tinggi. Begitu juga saat dicek melalui aplikasi tidak terdeteksi adanya gempa bumi, jadi kami tenang saja. Lalu semakin malam ternyata pernyataan rilis resmi dari Humas BNPB Pak Topo (Alm) menerangkan bahwa yang terjadi sebelumnya dipastikan adalah tsunami. Dari situ saya langsung syok karena telah terjadi bencana seperti itu di daerah sendiri.

Tsunami kali ini berbeda dari tsunami pada umumnya di Indonesia karena timbul bukan dari gempa tektonik, melainkan dari longsoran material erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, sehingga tidak ada early warning seperti biasanya. Seperti yang diberitakan Pak Topo, Indonesia ternyata belum memiliki alat pendeteksi tsunami yang diakibatkan longsoran bawah laut. Jadi selama ini masih mengandalkan alat milik BMKG yang hanya merespon sensor kegempaan tektonik.


Menebus Rasa Bersalah


Keesokan hari setelah terjadi tsunami, saya dan rekan-rekan terpanggil menuju TKP. Berbekal pengalaman menangani bencana bersama BPBD dan Basarnas, saya siap membantu melakukan pencarian dan evakuasi korban yang masih tertimpa reruntuhan. Bagi saya, ini bagaikan menebus rasa bersalah saat SMA, saya ingin sekali memberikan kontribusi bidang bencana pada daerah sendiri.


Lokasi yang terparah berada di Kecamatan Sumur, Pandeglang. Di Kecamatan ini adalah salah satu akses menuju Taman Nasional Ujung Kulon. Sepanjang perjalanan menuju Carita, saya melihat bangunan di kanan dan kiri sudah hancur lebur. Puing-puing dan pepohonan tumbang menutupi jalan. Kami sempat putar balik karena dikabarkan bahwa sirine early warning system-nya berbunyi yang mengakibatkan semua petugas berlarian menjauhi bibir pantai. Setelah ditelusuri, ternyata alatnya sedang mengalami gangguan sehingga tiba-tiba bunyi tanpa sebab.


Budaya Sadar Bencana

Menurut data BNPB, jumlah korban meninggal tsunami Selat Sunda mencapai 437 orang, yang terbanyak di wilayah Banten, dan yang masih hilang sebanyak 10 orang. Dari situ kita perlu memandang pentingnya Budaya Sadar Bencana agar diterapkan ke semua kalangan, terutama yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB).
Persiapkan Emergency Survival Kit di rumah.
Sama seperti di Indonesia, Jepang juga berada di wilayah rawan bencana. Gempa bumi sudah seakan seperti makanan sehari-hari bagi mereka. Namun bedanya, mereka telah dilatih untuk siap “bersahabat” dengan bencana sejak dini. Di sekolah-sekolah mulai dari Taman Kanak-kanak, sudah diajarkan mitigasi bencana gempa bumi. Paling tidak sebulan sekali mereka melakukan simulasi. Ketika sirine peringatan berbunyi, otomatis pada berlindung di bawah meja yang kokoh, seolah-olah terjadi gempa beneran. Hal ini bertujuan agar mereka lebih tenang, cepat, tepat, dan tertib saat bertindak ketika menghadapi bencana yang sesungguhnya. Selain itu, sikap saling tolong menolong juga diajarkan, jadi anak-anak akan diprioritaskan saat evakuasi.

Ini ternyata terbukti seperti yang dialami di
Kamaishi Prefektur Iwate Jepang pada 11 Maret 2011. Hampir 3.000 siswa sekolah selamat berkat pendidikan mitigasi bencana.
Terapkan simulasi mitigasi bencana di kantor agar terbiasa.
Indonesia seharusnya bisa berkaca pada Jepang bagaimana mitigasi bencana dalam mengurangi resiko jatuhnya korban. Pembelajaran tentang mitigasi bencana sangat penting diajarkan secara rutin di sekolah, kantor, komunitas, dan juga di tengah masyarakat agar paham benar apa yang dilakukan ketika ada bencana. Terutama di KRB dan lokasi-lokasi vital lainnya seperti di Cilegon yang banyak terdapat pabrik kimia, ada penanganan khusus untuk hal itu.

Suasana di pengungsian.
Teknologi early warning system memang sangat diperlukan, tapi lebih penting lagi soal kesadaran masyarakatnya. Buoy dan Tide Gauge mahal yang dimiliki negara kita seakan tak berguna karena banyak yang rusak oleh ulah manusia tidak bertanggungjawab. Pencurian seismograf juga kerap terjadi di beberapa gunung karena kurangnya pengawasan. Masalah ekonomi dan pola pikir yang jadi musuh bersama. Padahal peralatan itu digunakan untuk mendeteksi gelombang tsunami dan juga aktivitas kegempaan yang menyangkut nyawa ribuan orang. Lucunya lagi, bahkan baut pada jembatan dan rel kereta api pun banyak yang dicuri. Maka dari itu harus disosialisasikan pentingnya alat itu agar bisa saling menjaga dan merawatnya. Bagi yang melakukan vandalisme atau mencuri harus dihukum seberat-beratnya, karena ini masalah serius.


Alam Memberikan Kehidupan


Disamping pemanfaatan teknologi yang canggih juga harus ada kesadaran dalam menjaga lingkungan. Menanam mangove adalah salah satu cara alami untuk meredam gelombang tsunami yang masuk ke daratan. Selain dapat menahan gelombang juga bisa menjadi habitat satwa-satwa dan juga bisa dijadikan tempat wisata. Tak hanya itu, pohon-pohon di pinggir jalan yang biasa hanya dijadikan tempat kencing manusia atau tempat menempel iklan, bisa sangat berguna jika terjadi bencana.
Begitu pepohonan di hutan memiliki peran sangat penting untuk meredam potensi longsor maupun banjir bandang.
Peran pohon mangore (bakau) dalam meredam gelombang tsunami.

Masih ingat dengan kisah Martunis sang bocah survivor tsunami Aceh ?


Dia bisa bertahan berhari-hari dari serbuan tsunami dengan cara menaiki pohon. Tanpa sadar alam telah memberikan kita segalanya, tinggal bagaimana kita bisa simbiosis mutualisme agar saling menguntungkan. Dengan begitu kita jaga alam, maka alam akan jaga kita. Saling bersinergi dengan alam.

Upaya pertolongan diri sendiri (self assistance) merupakan salah satu faktor yang mendukung tingkat keberhasilan dalam menghadapi bencana. Tapi bukan berarti kita jadi individual lebih mementingkan keselamatan sendiri lalu saling sikut dengan yang lainnya. Melainkan harus mengetahui batas kemampuan dari diri sendiri dan berpikiran positif akan selamat, dan menerapkan apa yang telah dipelajari sebelumnya. Namun itu juga harus didukung dengan infrastruktur yang memadai. Jangan sampai ketika bencana datang, Shelter Tsunami yang telah dibangun malah tidak bisa difungsikan karena rusak atau tidak layak, karena itu adalah salah satu tumpuan bila daerahnya jauh dari bukit.

Menjadi tangguh bukan berarti harus dengan fisik yang kuat, tapi bisa juga dengan pemikiran yang cerdas dan mampu memberikan solusi untuk kebaikan semua orang. Hidup mati memang di tangan Tuhan, tapi Tuhan tentunya lebih senang dengan hambanya yang mau berusaha,…berusaha sekuat tenaga untuk tetap hidup. Karena itu adalah salah satu cara mensyukuri nikmat-Nya. Jadi saat terjadi bencana, yang harus benar-benar ditanamkan di otak adalah bukan Siap Mati, melainkan SIAP UNTUK SELAMAT !



#TangguhAward2019 #KitaJagaAlam #AlamJagaKita #SiapUntukSelamat #BudayaSadarBencana