Memanfaatkan Teknologi Untuk Membuat Jera Pelanggar Aturan di Kotaku

Landmark Kota Cilegon
Sejak kecil saya tinggal dan besar di Cilegon yang juga dijuluki Kota Baja. Disebut demikian karena Cilegon merupakan kota industri yang memiliki pabrik baja terbesar. Secara fisik, pertumbuhan Cilegon sangat lambat sekali dalam hal infrastruktur, padahal pendapatan daerahnya bisa dibilang sangat besar. Namun saat ini mulai tumbuh berbagai infrastruktur berupa trotoar dan juga ruang terbuka hijau. Tapi sayangnya, perbaikan sarana tersebut tidak diimbangi dengan pola pikir masyarakat yang semakin baik.
 
Trotoar terhalang bak sampah.
Seperti kebanyakan masyarakat Indonesia, hal yang menjadi masalah dan sangat krusial sampai saat ini adalah kurangnya kesadaran terhadap kebersihan lingkungan. Mereka seenaknya membuang sampah tidak pada tempatnya, buang air kecil, dan juga merokok sembarangan yang dapat mengganggu kesehatan orang lain. Seringkali saya perhatikan di ruang terbuka hijau dan sepanjang jalan, banyak yang tidak peduli akan sampah. Tidak hanya anak muda, tapi banyak juga orang orang dewasa, baik bapak-bapak maupun ibu-ibu memberikan contoh yang tidak baik terhadap anaknya. 

Meskipun kecil, sampah tetaplah sampah.
Untuk mengatasi hal itu, sebaiknya menempatkan kamera pengawas di berbagai titik dan ada petugas yang berjaga atau memantau pergerakan menggunakan aplikasi sehingga bisa memonitor dari jarak jauh. Dari situ kita bisa mengetahui orang-orang melanggar aturan. Sebagai barang buktinya, hasil capture atau rekaman kamera pengawas dapat digunakan untuk memperingatkan para pelaku. 


Agar menimbulkan efek jera, barang bukti berupa foto tersebut dipajang, lalu namanya dicantumkan di layar besar di pusat kota, dan di sarana / prasarana, sehingga orang-orang yang lewat dapat melihatnya. Berhubung Cilegon adalah kota yang sangat kecil, jadi ada kemungkinan masyarakat mengenali pelakunya, sehingga dari situ akan timbul malu jika mengalami kejadian serupa, dan akan saling mengingatkan. Jadi sama prinsipnya ketika guru menghukum siswanya di depan kelas, semua pasti akan tertuju padanya.

Pada era digital seperti saat ini, hukuman sosial tersebut cukup efektif, seperti halnya beberapa kejadian yang diekspos di sosial media dan mendapat banyak respon dari netizen. Jika aturan tersebut diterapkan terus menerus, pesan tersebut akan masuk ke alam bawah sadar, dan masyarakat pun akan berpikir berulang kali jika ingin melanggar aturan. Dengan begitu, teknologi akan turut mengedukasi masyarakat agar menjadi lebih baik dan cerdas, menuju Smart City.



#Menuju100SmartCity