Asyiknya Bulan Madu di Hotel Best Western Premier La Grande Bandung

/ April 20, 2018

Tiap orang yang baru menikah pasti ingin merencanakan bulan madu di tempat romantis. Bukan Maldives atau Paris tempat tujuan kami saat itu tapi Bandung yang kami pilih sebagai destinasi bulan madu kali ini. Selain tiap sudutnya menampilkan keromantisan, kota Bandung juga cukup dekat dan mudah aksesnya, tapi yang paling penting adalah menyesuaikan budget kami saat itu :D 

Untuk mewujudkan semua kenyamanan selama traveling di Bandung, saya dan istri @rezadiasjetrani menginap di Hotel Best Western Premier La Grande. Dengan berlokasi di pusat kota Bandung membuat hotel ini sangat mudah ditemui, yaitu di Jl. Merdeka No. 25-29. Tapi saat sudah sampai lokasi, awas jangan sampai salah gedung, karena lokasinya menyatu dengan apartemen La Grande.


Saat memasuki lobby hotel, kami sudah disambut oleh resepsionis yang ramah dan melayani kami dengan aksen Sunda yang kental di setiap kata yang diucapkan. Berbagai ornamen warna merah pun menyemarakkan pagi itu, karena saat itu masih bernuansa Imlek. 

Setelah check in kami langsung menuju kamar di lantai 16 (kalo gak salah). Saat membuka pintu, di atas tempat tidur sudah tersusun rapi sepasang handuk berbentuk “love”, serta ucapan selamat Honey Moon dari manajemen hotel. Memang, saat sebulan sebelumnya saya booking dengan keterangan tambahan ingin Honey Moon di sana supaya dijamu lebih spesial :D


Kamar yang kami tempati merupakan tipe kamar Deluxe dengan tempat tidur yang berukuran besar, meja rias / meja kerja, kulkas mini, dan lemari pakaian dengan lampu otomatis. Pemandangan di luar jendela langsung mengarah ke perkotaan, jadi kita bisa memantau kepadatan jalan dari sini.

Menjelang Magrib, ada seseorang yang mengetuk pintu kamar, ternyata salah seorang pegawai hotel yang mengantarkan makanan. Makanan yang diantar berupa kue tart yang bertuliskan “Happy Honey Moon”.



“Waaaww….surprise sekali”. 

Malam harinya untuk mengisi waktu kosong, kami sempatkan untuk nonton ke bioskop yang terdapat di seberang jalan. Lokasi hotel ini memang strategis, persis di depannya ada Bandung Indah Plaza, di sebelahnya juga terdapat KFC dan berbagai makanan lain ala pedagang kaki 5. Jadi tidak perlu membawa kendaraan, cukup menyeberang jalan melewati jembatan penyeberangan. 


Untuk sarapan di hotel sudah tersedia mulai pukul 06.00 - 10.00 di Parc De Ville Restaurant yang berada di lantai 3. Makanan yang disajikan berupa makanan Asia dan juga Western, semuanya dijamin enak. Oh iya, restoran ini buka setiap hari dan tersedia juga layanan kamar 24 jam.


Sarapan hari pertama.
Sarapan hari ke-2.
Setelah sarapan asiknya adalah berenang di Cordial Pool Bar yang berada di lantai 4. Kolam renang ini merupakan semi outdoor, dan arahnya langsung berseberangan dengan Bandung Indah Plaza. Yang unik dari kolam renang ini adalah airnya yang hangat, lumayan untuk melancarkan peredaran darah dan membuat rileks tubuh sebelum mengeksplor kota Bandung. 

Well, asik banget bisa menginap di Hotel ini, selain nyaman, yang penting lokasinya sangat strategis, karena banyak spot menarik di sekitar sini, dan juga tidak jauh bila ingin menuju ke Lembang.

Selamat berbulan madu ^_^!

Tiap orang yang baru menikah pasti ingin merencanakan bulan madu di tempat romantis. Bukan Maldives atau Paris tempat tujuan kami saat itu tapi Bandung yang kami pilih sebagai destinasi bulan madu kali ini. Selain tiap sudutnya menampilkan keromantisan, kota Bandung juga cukup dekat dan mudah aksesnya, tapi yang paling penting adalah menyesuaikan budget kami saat itu :D 

Untuk mewujudkan semua kenyamanan selama traveling di Bandung, saya dan istri @rezadiasjetrani menginap di Hotel Best Western Premier La Grande. Dengan berlokasi di pusat kota Bandung membuat hotel ini sangat mudah ditemui, yaitu di Jl. Merdeka No. 25-29. Tapi saat sudah sampai lokasi, awas jangan sampai salah gedung, karena lokasinya menyatu dengan apartemen La Grande.


Saat memasuki lobby hotel, kami sudah disambut oleh resepsionis yang ramah dan melayani kami dengan aksen Sunda yang kental di setiap kata yang diucapkan. Berbagai ornamen warna merah pun menyemarakkan pagi itu, karena saat itu masih bernuansa Imlek. 

Setelah check in kami langsung menuju kamar di lantai 16 (kalo gak salah). Saat membuka pintu, di atas tempat tidur sudah tersusun rapi sepasang handuk berbentuk “love”, serta ucapan selamat Honey Moon dari manajemen hotel. Memang, saat sebulan sebelumnya saya booking dengan keterangan tambahan ingin Honey Moon di sana supaya dijamu lebih spesial :D


Kamar yang kami tempati merupakan tipe kamar Deluxe dengan tempat tidur yang berukuran besar, meja rias / meja kerja, kulkas mini, dan lemari pakaian dengan lampu otomatis. Pemandangan di luar jendela langsung mengarah ke perkotaan, jadi kita bisa memantau kepadatan jalan dari sini.

Menjelang Magrib, ada seseorang yang mengetuk pintu kamar, ternyata salah seorang pegawai hotel yang mengantarkan makanan. Makanan yang diantar berupa kue tart yang bertuliskan “Happy Honey Moon”.



“Waaaww….surprise sekali”. 

Malam harinya untuk mengisi waktu kosong, kami sempatkan untuk nonton ke bioskop yang terdapat di seberang jalan. Lokasi hotel ini memang strategis, persis di depannya ada Bandung Indah Plaza, di sebelahnya juga terdapat KFC dan berbagai makanan lain ala pedagang kaki 5. Jadi tidak perlu membawa kendaraan, cukup menyeberang jalan melewati jembatan penyeberangan. 


Untuk sarapan di hotel sudah tersedia mulai pukul 06.00 - 10.00 di Parc De Ville Restaurant yang berada di lantai 3. Makanan yang disajikan berupa makanan Asia dan juga Western, semuanya dijamin enak. Oh iya, restoran ini buka setiap hari dan tersedia juga layanan kamar 24 jam.


Sarapan hari pertama.
Sarapan hari ke-2.
Setelah sarapan asiknya adalah berenang di Cordial Pool Bar yang berada di lantai 4. Kolam renang ini merupakan semi outdoor, dan arahnya langsung berseberangan dengan Bandung Indah Plaza. Yang unik dari kolam renang ini adalah airnya yang hangat, lumayan untuk melancarkan peredaran darah dan membuat rileks tubuh sebelum mengeksplor kota Bandung. 

Well, asik banget bisa menginap di Hotel ini, selain nyaman, yang penting lokasinya sangat strategis, karena banyak spot menarik di sekitar sini, dan juga tidak jauh bila ingin menuju ke Lembang.

Selamat berbulan madu ^_^!
Continue Reading
Usia 30 tahun adalah usia yang matang untuk membina rumah tangga. Alhamdulilah saya telah mewujudkan hal itu. Memang, saya menikah baru dua bulan, maka dari itu sejak awal pernikahan saya harus memikirkan segala aspek untuk masa yang akan datang seperti investasi perlindungan kesehatan dan juga pendidikan anak-anak nanti.

Sebagai seorang yang gemar traveling dan menggeluti olahraga ekstrim, saya sangat concern terhadap kesehatan dan keselamatan, karena dua hal itulah modal utama untuk melakukan aktivitas tersebut. Saya sadar bahwa aktivitas outdoor memiliki resiko yang tinggi, maka dari itu saya butuh perlindungan melalui asuransi jiwa.




Bicara soal asuransi, banyak orang yang menyepelekan hal ini, padahal pada kenyataannya memang memberikan manfaat yang sangat besar buat kehidupan sehari-hari kita. Seperti contohnya ketika saya sakit dan membutuhkan obat-obatan yang tidak murah, langsung segera asuransi meng-covernya, jadi sangat membantu sekali kondisi keuangan kita saat bermasalah, terutama bagi yang sudah berumah-tangga. Proses klaimnya pun sangat mudah.


Ada banyak pilihan penyedia jasa asuransi saat ini, salah satunya adalah Commonwealth Life yang layanannya tersebar di lebih dari 20 kota besar Indonesia dan telah melayani lebih dari 500.000 nasabah. Selain itu juga produk-produk yang ditawarkan Commonwealth Life seperti Proteksi, Program Unit Link (Investra Link), Asuransi Jiwa Tradisional, dan lain-lain, telah mendapatkan otorisasi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi kredibilitasnya tidak perlu diragukan lagi.

http://www.commlife.co.id
Maka di usia saya yang sekarang ini, rencana untuk 10 tahun mendatang sudah tersusun matang. Harapan saya ketika usia 40an nanti bisa ter-cover semua kebutuhannya pada jangka panjang dengan mengikuti program Investra Link Extra dari Commonwealth Life. 

Dengan mengikuti program tersebut, kita bisa merencanakan berbagai macam tujuan masa depan seperti pendidikan anak, kesehatan, akumulasi pertumbuhan, persiapan masa pensiun, dan juga sekaligus melindungi kekayaan kita. Jadi program tersebut merupakan perpaduan asuransi jiwa dan juga investasi secara fleksibel. 

Keunggulan lain dari Investra Link Extra adalah adanya Commitment Bonus sebesar 25% dari nilai premi dasar berkala tahun pertama, dan akan diakumulasikan ke dalam nilai investasi pada tahun ke 9 Polis. Pas banget untuk rencana hingga umur 40 tahunan nanti. Jadi, asuransi itu tidak hanya untuk perlindungan, tapi juga merupakan investasi terbaik untuk masa depan, sehingga banyak sekali manfaatnya, bukan cuma diri sendiri tapi juga anggota keluarga yang lain. Jadi tidak perlu ragu lagi. 

Dengan begitu, saya bisa lebih tenang dan bahagia menjalani hidup sehari-hari dan melakukan kegiatan traveling ke berbagai penjuru bersama keluarga.

#HappyLifeBefore40

Sebuah gundukan berwarna putih agak kecoklatan menjadi pusat perhatian mata saya ketika melangkahkan kaki melewati lorong pepohonan di Nami Island Korea Selatan. Awalnya saya pikir itu adalah garam, namun setelah didekati ternyata adalah sisa-sisa salju musim dingin. Saya beruntung saat datang di musim semi masih menemukan salju. Bagi orang yang tinggal di negara tropis pasti akan senang sekali bisa merasakan dinginnya salju. 


Tak lama kemudian datang beberapa turis Indonesia lainnya ke gundukan salju ini untuk bermain membuat bola-bola salju untuk dilemparkan ke temannya. Karena penasaran sekali, saya mencoba menggenggam salju itu, ternyata rasanya sama seperti es serut, namun jumlahnya saja lebih banyak. Seandainya ditambah sirup pasti akan lebih enak, pikir saya.  


Meskipun sudah musim semi, namun udara di sini masih cukup dingin, sekitar 18 derajat Celcius saat siang menjelang sore. Angin yang sesekali berhembus menambah dingin kala itu dan sempat juga terjadi hujan salju tipis saat di perjalanan. Daun-daun pepohonan dan bunga belum seutuhnya bermekaran, karena akhir Maret ini merupakan masa peralihan musim.


Perjalanan selanjutnya adalah ke Mount Seorak menggunakan Cable Car, salju di gunung ini jumlahnya lebih banyak karena memang letaknya di ketinggian jadi udaranya lebih dingin. Warnanya pun lebih putih daripada salju di Nami Island karena di Mount Seorak medannya berupa batuan bukan berupa tanah. Saat berada di cable car saya berbarengan dengan ibu-ibu sosialita, beberapa dari mereka teriak kegirangan ketika mengetahui di puncaknya terdapat banyak salju.

"Wihhh.....SALJU, saljuuu.....ada saljunya" kata mereka.

Dalam hati saya berkata,

"Hihh, dasar ndeso....ndeso,....so...sooooo".

Padahal sebenernya saya juga girang sekali pertama kali ke gunung bersalju dan pengen lompat-lompat. Tapi saya harus tetap tenang dan menjaga image supaya tidak dibilang "Ihh geuleuh" sama orang-orang Korea yang ada di cable car :D


Saya takjub melihat keindahan gunungnya yang beberapa bagiannya masih ditutupi putihnya salju yang berserakan hingga ke lerengnya. Hal itu mengingatkan saya pada gunung-gunung di Indonesia, namun bedanya yang berserakan di Indonesia adalah warna-warni sampah, sungguh miris sekali.

Sebenarnya untuk merasakan dinginnya salju tidak perlu ke luar negeri, tapi bisa juga ke puncak Pegunungan Jayawijaya di Papua, namun untuk menuju ke sana membutuhkan latihan khusus dan biaya yang tidak sedikit. 


Ada keinginan terbesar saya saat ingin sekali merasakan salju pertama kali yaitu ingin menyentuh salju tropis Papua, karena tiap tahun wilayah yang tertutupi salju semakin berkurang karena pemanasan global. Meskipun begitu saya sangat bersyukur sekali bisa diberi kesempatan merasakan salju pertama kali di tanah Korea. Akhirnya rasa penasaran saya terhadap salju selama ini terjawab sudah di tahun 2017 ini.


Taman Impian Jaya Ancol tidak hanya terdapat Dunia Fantasi saja, tetapi ada juga Ocean Dream Samudra, Atlantis, dan juga SeaWorld. Rasanya tidak cukup hanya satu hari untuk mengeksplor semua tempat itu.

Tapi setidaknya membutuhkan waktu tiga hari agar lebih puas dan maksimal menikmatinya. Untuk mendukung segala aktivitas tersebut kita bisa menginap di Putri Duyung Cottage yang masih berada di kawasan Ancol.


Sebuah patung putri duyung besar berwarna putih menyambut kedatangan saya saat itu. Payudadanya yang besar dengan puting yang terlihat jelas, membuat mata saya autofokus ke area tersebut. Saya belum sempat bertanya kenapa si putri tidak mengenakan bra. Untung saja patung ini tidak berada di tengah kota, karena bisa-bisa nasibnya seperti patung kaki raksasa di Yogyakarta yang dipaksa pindah oleh komunitas orang seperti itu karena dianggap pornografi.


Hari itu saya berkesempatan mengeksplorasi Ancol dan menginap di Putri Duyung Cottage bersama tim Detik Travel.

Kenapa harus menginap di sini? Karena Putri Duyung Cottage merupakan satu-satunya hotel resor pantai yang eksotis di Jakarta. Lokasinya pun strategis, hanya berjarak sekitar 20 km saja dari Bandara Soekarno Hatta, jadi memudahkan sekali bagi yang berasal dari luar Jakarta.



Ada banyak fasilitas tambahan yang ditawarkan jika menginap di sini, yaitu masuk gratis kawasan Ancol, lalu saat weekend para tamu akan mendapatkan harga spesial masuk ke Dufan. Dengan memiliki wilayah yang cukup luas, di sini kita bisa lari pagi mengelilingi kompleks cottage sambil melewati danau yang indah, ataupun menggunakan sepeda, dan semuanya gratis.

Setelah berolahraga pagi, cobalah untuk berenang di kolam renang yang letaknya di tepi pantai. Kolam renang ini memiliki bentuk yang unik yaitu menyerupai kapal laut, jadi sangat cocok sekali untuk berenang bersama keluarga sambil bermain ala bajak laut.


Bangunan dengan desain arsitektur ala tahun 90an membuat saya bernostalgia saat jaman keemasan jaman dahulu, karena sering kali lokasi ini dipakai untuk keperluan syuting film.

Cottage yang tersedia memiliki beragam tipe dan bentuknya. Nama-namanya pun menggunakan nama hewan laut yang unik, seperti Paus, Marlin, Hiu, Kakap, Ubur-ubur, dan lain-lain. Hal itu digunakan untuk memudahkan pengunjung untuk mengingatnya dan juga untuk lebih mengenal dunia kelautan.



Tiap cottage kapasitasnya berbeda-beda, mulai dari 4 orang hingga 7 orang, tergantung tipenya. Tapi yang pasti semuanya nyaman dan bikin betah, karena terasa seperti rumah sendiri. Satu hal lagi yang asyik ketika menginap di sini, yaitu pelayanannya 24 jam.

Jadi ketika para peserta acara Piknik detikTravel di Ancol ingin keluar kamar menuju lobby, agak kesulitan, karena saat malam itu hujan deras, sementara jarak dari kamar menuju lobby lumayan jauh jika berjalan kaki.

Tak habis akal, kami langsung saja menelpon resepsionis untuk meminta dijemput menuju lobby menggunakan mobil. Tanpa menunggu lama, mobil jemputan langsung datang dan membawa kami ke tempat tujuan. 




*Saat saya pergi ke pinggir pantai, saya melihat sesuatu yang menyangkut di bebatuan, setelah saya dekati ternyata itu adalah sebuah bra tanpa isinya. Berdasarkan pengamatan itu saya jadi yakin kalau patung putri duyung tadi saat malam berenang di laut, dan ketika siang berubah menjadi batu. Jadi sepertinya malam itu si putri kesiangan untuk balik ke cottage, makanya tidak sempat memakai bra :D 
Masih teringat jelas 2011 silam, saat seorang tunadaksa berkaki satu  meluncur dengan tali dari atas tribun menuju bawah sambil membawa obor di Stadion Manahan Solo. Yapp, pria itu adalah Sabar Gorky, pria tunadaksa yang menjadi salah satu atraksi pembuka Asean Paragames 2011.
Apa yang dilakukan Sabar Gorky membuktikan bahwa atlet-atlet Indonesia mempunyai semangat yang tinggi dalam menjunjung sportivitas pesta olahraga meskipun dalam keterbatasan fisik.
Selain itu berbagai prestasi yang ditorehkan Sabar Gorky dalam menggapai puncak-puncak gunung dunia hanya dengan satu kaki memberi pesan kepada dunia, bahwa kaum disabilitas mampu juga berprestasi dan sejajar dengan orang-orang pada umumnya. Tidak hanya itu, keberhasilannya menjuarai kompetisi panjat tebing Asia di Korea Selatan tahun 2009 sanggup membungkam banyak orang yang selama ini meragukan dirinya.



Berbekal semangat yang kuat, Sabar Gorky sanggup melakukan hal-hal yang sulit dilakukan oleh orang berkaki satu. Hal itu tidaklah mengherankan, karena Sabar butuh waktu yang cukup lama untuk bangkit lagi dan beradaptasi pasca kecelakaan kereta yang merenggut salah satu kakinya tahun 1996. Terus berlatih, bersabar, selalu optimis, dan memaksimalkan kesempatan yang ada adalah kuncinya meraih kesuksesan.

Hal-hal yang dilakukan Sabar Gorky itu seharusnya dapat memecut semangat para atlet lainnya dalam berkompetisi dan meraih prestasi di kancah internasional serta mengharumkan nama bangsa ini.
Tahun 2018 nanti, Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan pesta olahraga se-Asia, yaitu Asian Games dan juga Asian Para Games di Jakarta dan Palembang. Berbagai negara akan saling bersaing demi meraih prestasi terbaiknya. 

Kita sebagai rakyat Indonesia tentunya memiliki harapan yang besar agar para atlet bisa menyumbangkan medali sebanyak-banyaknya dan meraih juara umum. Itu bukanlah hal yang tidak mungkin, mengingat kita sebagai tuan rumahnya sendiri pasti bisa lebih menguasai keadaan dan bisa bermain lebih lepas tanpa beban. Doa dan dukungan secara langsung di venue pasti akan selalu menggema di seantero nusantara. 

Tidak hanya itu, kita juga bisa menyumbangkan energi positif kita melalui hal yang lain, seperti postingan di sosial media misalnya. Meski terkesan sepele, hal itu cukup memberi pengaruh para atlet dalam hal mentalitas. Maka dari itu sebaiknya postinglah hal-hal positif yang dapat membangkitkan energi dan mental para atlet.

Janganlah memposting isu-isu yang dapat memecah belah persatuan seperti yang ada pada belakangan ini. Ingat ! Kita ini adalah satu, INDONESIA. Perjuangan para pahlawan di medan perang dahulu akan dilanjutkan oleh para atlet pejuang kita melalui olahraga. Mereka berjuang tanpa memandang latar belakang suku, ras, dan agama. Mereka berjuang mati-matian demi negara tanah air kita tercinta.
Mari kita berikan energi positif kepada para atlet agar bisa membuktikan bahwa kita pantas jadi juara di rumah sendiri !


#DukungBersama
#BelaIndonesia

#EnergiAsia
#RoadToAsianGames2018
Photo : @eyes_of_a_nomad

Bagi sebagian orang, erupsi Gunung Berapi merupakan sebuah bencana. Tapi di sisi lain kejadian ini dapat menjadi daya tarik pariwisata bagi turis asing yang belum pernah melihat gunung meletus. Hal itu boleh saja dilakukan, asalkan tidak mengganggu proses evakuasi dan merugikan orang lain.

Untuk dapat menyaksikan fenomena alam tersebut, ada hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai kenyamanan dan keselamatan bersama.

1. Sebelum melihat gunung meletus, bawalah peta, kompas, dan teropong untuk memudahkan melihat gunung tersebut. Pastikan sudah melihat dengan jelas gunung yang sedang meletus, bukan gunung yang lain, meskipun di beberapa tempat terhalang dengan gunung yang lain.

2. Carilah angle yang tepat, karena posisi menentukan kenyamanan dan keindahan dalam melihat gunung meletus.

3. Lihatlah dari tempat yang aman, yang jauh dari jangkauan letusan. Tapi janganlah mencoba untuk menjangkau gunungnya, karena akan sangat berbahaya bagi diri sendiri dan masa depanmu.

4. Pakailah masker untuk menyaring debu akibat letusan. Jika tidak mampu membeli masker bisa pakai Bra mantan pacarmu yang sudah tidak terpakai. Dengan demikian, kamu turut menyelamatkan lingkungan dengan mendaur ulang barang2 bekas.

5. Meskipun sudah memakai masker, jangan lupa bernapas dengan teratur seperti biasanya. Karena jika sampai lupa bernapas dan terlalu fokus melihat gunung meletus, bisa menyebabkan kematian.

Demikian tips yang bisa saya berikan, semoga bermanfaat bagi semuanya.


Salam Olahraga !


Credit photo :
@eyes_of_a_nomad @hellotinamay
 
 
Tidak selamanya uang rupiah Indonesia tidak berlaku di Internasional. Buktinya di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Dongdaemun, Seoul, Korea Selatan bisa melakukan transaksi menggunakan uang rupiah.

Saat malam yang dingin itu saya arahkan tujuan ke Good Morning City Mall. Berdasarkan rekomendasi dari teman-teman, jika ingin membeli souvenir khas Korea sebaiknya ke Chungsil-Hongsil Souvenir Shop yang terletak di lantai 2. 


Kupon yang terdapat peta lokasi toko tersebut
Ada banyak keuntungan bila berbelanja souvenir di sini. Saat masuk ke dalamnya kita akan diberi kupon yang nantinya bisa ditukarkan dengan bonus saat melakukan transaksi di kasir. Bonusnya tersebut bisa bermacam-macam, seperti makanan, kosmetik, dan juga souvenir lainnya. Secara fisik, jika dilihat sekilas tidak ada yang berbeda dengan toko souvenir lainnya, namun jika dilihat dengan seksama, ternyata di sini juga menjual boneka atau pajangan karakter khas Indonesia yang mengenakan pakaian adat Bali. Meskipun begitu, pemilik tokonya berani menjamin bahwa souvenir khas Korea di sini semua buatan asli Korea, bukan dari China atau negara lainnya.



Untuk soal harga di sini tergolong murah, kaos bertuliskan "Korea" atau bergambar obyek-obyek wisata Korea dibandrol mulai 10.000 Won atau sekitar Rp 120.000, dengan kurs saat itu 1 Won = 12 rupiah. Tidak hanya itu, ada juga berbagai souvenir berupa boneka, gantungan kunci, magnet lemari es, miniatur rumah tradisional Korea, hingga makanan ringan dengan olahan ginseng Korea.

Keuntungan lainnya yang bisa didapatkan di sini yaitu pemiliknya yang asli Korea ternyata bisa berbahasa Indonesia, begitupun beberapa pegawainya yang merupakan orang Indonesia, jadi bisa dengan leluasa menanyakan berbagai hal tentang barang dagangannya. 


Ada hal unik lainnya yang saya temui di sini, yaitu kita bisa bertransaksi dengan berbagai macam cara, yaitu dengan kartu kredit ataupun tunai menggunakan mata uang Won, Dollar, dan juga Rupiah. Jadi tidak sia-sia saya masih menyimpan beberapa lembar uang rupiah di dompet, tanpa ragu saya pun membayarkannya ke kasir dan diterima dengan senang hati.

Usut punya usut, ternyata toko tersebut merupakan rekomendasi resmi dari Kedutaan Besar Indonesia, jadi wajar saja bila mendapatkan banyak kemudahan di sini. Perlu juga diketahui, pembeli di sini bukan hanya warga Indonesia biasa, tapi juga selebritas tanah air dan pejabat-pejabat negara selalu mampir ke sini untuk membeli oleh-oleh. Hal itu dibuktikan dengan dipajangnya foto-foto dokumentasi dan testimonial saat berbelanja di sana.




Di Korea, kunjungan turis Indonesia memberikan dampak yang cukup besar bagi pariwisata di sana. Saat datang ke lokasi, kita banyak mendapatkan sambutan dari para pedagang lokal di beberapa tempat wisata seperti Seoraksan National Park, pusat perbelanjaan Dongdaemun, dan juga Myeongdong. Mereka akan menyambut dengan ucapan "Selamat Datang", dan juga menawarkan dagangannya menggunakan bahasa Indonesia seperti "Silahkan, di sini murah", "Beli 3 Gratis 1", dengan logat Korea yang kental tentunya. Apa yang dilakukan di Korea itu merupakan sebuah apresiasi kepada turis Indonesia yang telah menggerakkan perekonomian negara mereka melalui pariwisata. 


Selamat datang, selamat berbelanja.
Turis Indonesia sebagai tamu pun dimudahkan dalam bertransaksi. Penggunaan mata uang rupiah sebagai alat tukar resmi di negara lain menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai warna negara Indonesia. Hal itu membuktikan bahwa rupiah memiliki peran yang cukup penting karena diakui di sana, dan itu membuat kita semakin mencintai rupiah.


#CintaRupiah