Review Go Clean Sang Penyelamat Rumah Tanggaku


Hidup setelah berumah tangga itu berbeda sekali dengan waktu jaman masih ngekos dulu. Semua terbiasa dilakukan sendiri, bahkan cuma beresin kamar sendiri susahnya minta ampun. Namun sekarang, kita bisa saling berbagi pekerjaan rumah, istri nyapu, ngepel, nyuci, nyetrika, masak, sementara saya bersihin kamar mandi, nyuci motor, nyabutin rumput, dan nebang tanaman liar di depan rumah. Apa yang dilakukan membuat hidup saya jadi lebih seimbang dan teratur. Kita nggak pakai jasa asisten rumah tangga karena cuma tinggal berdua di rumah yang kecil ini, jadi cukup dikerjakan sendiri aja.

Semua yang terbiasa kami lakukan bersama itu terhenti pada bulan Juni pasca Idul Fitri. Saat itu istri saya tengah mengandung 8 bulan dan memang sudah saya rencanakan untuk lahiran di Jogja hingga 3 bulan ke depan pasca melahirkan agar bayi kami lebih siap untuk dipindahkan kembali ke Jakarta. Setelah ditinggalkan sementara oleh istri, saya kemudian membiasakan diri untuk mengerjakan semuanya sendirian.

“Wahh….jadi anak kost lagi nihh ?”


Itulah yang sering diucapkan oleh orang-orang terdekat saya saat tau kalau tinggal di rumah sendirian selama 4 bulan. Saat awal-awal pikirku terlihat gampang dan sepele. Yahh…cuma nyapu ini, nyuci juga ada mesin cuci, trus baju yang disetrika juga nggak banyak-banyak amat. Namun ternyata setelah dikerjakan cukup bikin saya kewalahan. Mulai dari gak sempet nyapu hingga nyetrika tapi gak rapi-rapi pakaiannya. Emang ya saya gak berbakat soal menyetrika ini.

Aktivitas harian saya sebagian besar dihabiskan di kantor. Berangkat pukul 08.00 hingga pulang setelah Magrib, bahkan kalo lembur bisa pulang pukul 22.00. Jadi mana sempat untuk bersih-bersih. Baru sampai rumah aja pikirannya selalu “Aduh pengen rebahan nihh”. Bagi saya rebahan itu adalah godaan yang sangat kuat sekali, padahal maksud hati cuma mau rebahan sebentar aja, tiba-tiba bablas sampai pagi. Hal paling mungkin tiap malam adalah nyuci baju dan nyuci piring, itu pun jemurnya besok paginya kalo gak lupa. Jadi boro-boro ngepel, ngelapin meja dan sebagainya aja gak sempat. Kalo lantai berdebu atau sudut ruangan penuh sarang Spiderman sih udah biasa. Tapi satu hal yang paling saya takutkan adalah kotornya kompor kesayangan istriku :D

Memang setiap masak punya resiko untuk mengotori kompor tersebut, mulai dari minyak, potongan mie instan, sampai tetesan putih telur yang mengerak. Bahkan kadang saya membiarkan piring kotor lebih dari 3 hari sehingga timbul jamur-jamur yang siap dipanen. Akhirnya saya menyerah deh, memang saya nggak bakal sanggup untuk mengerjakan ini semua. Padahal sebentar lagi istri mau balik ke Jakarta bersama bayi kami, mau nggak mau rumah harus dalam keadaan bersih, rapi, dan wangi.

Sempet bingung mau minta bantuan siapa, karena di sini saya belum kenal orang yang bisa dipercaya untuk bersih-bersih rumah. Saat browsing di internet, eh gak sengaja saya liat ada program layanan Go Life dari Gojek, namanya Go Clean. Langsung aja deh saya download aplikasinya trus order. Go Clean adalah layanan jasa membersihkan isi rumahmu, gak cuma debu-debu aja yang bisa dibersihkan, tapi juga bisa menyingkirkan barang pemberian mantan :D Sebelumnya saya belum pernah tau layanan ini seperti apa, belum sempet cek Review GoClean, tapi nekat aja langsung coba order. Cara ordernya pun mudah, pastikan kamu punya akun Gojek dulu dan memiliki saldo Gopay. Kalo nggak punya bisa bayar dengan uang cash.



Sistem kerja Go Clean ini berdasarkan kategori dan durasi pengerjaan. Penjelasannya sebagai berikut :

1. REGULER
Ini merupakan layanan yang biasa atau sering dipesan sehari-hari untuk membersihkan rumahmu. Bagi yang menggunakan peralatan pribadi, tentunya harga akan lebih murah. Durasi pengerjaan pun kita bisa pilih, mulai dari 1 jam hingga 6 jam, tergantung luas rumahmu, jadi kamu sendiri yang harus memperkirakan berapa lamanya. Area yang dibersihkan mulai dari teras, kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, kulkas, termasuk setrika 8 pakaian.

2. SPESIAL
Bagi yang tinggal di apartemen atau kost bisa memilih kategori ini. Selain itu juga ada layanan setrika yang dibuat terpisah. Jadi jumlah pakaian yang akan disetrika lebih banyak lagi.

3. DEEP CLEANING
Ini khusus untuk membersihkan area secara mendetail, seperti kamar mandi, lantai keramik, tandon air, hingga sedot WC. Tentunya ini dilakukan oleh tim yang profesional karena membutuhkan alat dan penanganan khusus.

4.SERVICE AT EVENT
Pilihan ini membersihkan selama event berlangsung, seperti meeting di kantor, reuni, atau syukuran.

Ini dia tahapannya dalam memesan.

Untuk pembayarannya, berdasarkan pengalaman, jika membayar menggunakan Gopay maka biasanya tarifnya lebih murah seperti Go Ride. Eh iya bener, waktu itu saya liat ada promo, tarif normalnya sebesar Rp 40.000, setelah menggunakan voucher promo Gopay kena potongan jadi Rp 20.000, murah banget kan. Maka dari itu sebelum memesan, saya isi saldo Gopay terlebih dahulu. Karena rumah saya kecil, saya memesan layanan reguler selama 1 jam. Saya rasa durasi itu cukup untuk membersihkan hal yang inti berupa lantai, meja, kursi, kamar tidur, kamar mandi, dan juga dapur.

Siapkan perlengkapannya terlebih dahulu.

Kita juga bisa memilih preferensi penyedia jasanya, pria atau wanita. Kalo saya sendiri sih lebih memilih wanita untuk soal kebersihan rumah tangga, karena biasanya lebih ulet kayak istri saya. Setelah menentukan pilihan, tinggal order deh. Aplikasi akan otomatis mencari penyedia jasa yang terdekat dari rumahmu. Jangan lupa menyertakan alamat lengkap dan patokannya supaya mudah sampai ke tempatmu. Estimasi waktu order dengan kedatangan penyedia jasa sekitar 45 menit, jadi harap bersabar yaa. Kebetulan yang datang itu Ibu Desiani, beliau rumahnya tidak jauh dari tempat saya, maka dari itu beliau lebih memilih jalan kaki. Tapi untungnya datangnya tepat waktu.


Sore itu ketika beliau datang, saya sudah menyiapkan peralatan apa saja yang akan digunakan dan memindahkan motor-motor di teras serta merapikan peralatan fotografi yang tercecer. Ini sangat penting sekali, karena untuk membantu kinerja mereka agar lebih efisien waktu dan kerja jadi maksimal. Jangan mentang-mentang ada yang bersih-bersih, kita bisa seenaknya ngacak-ngacak barang dan bikin kotor. Lagipula yang lebih mengerti posisi barang-barang itu kan kita sendiri, tugas kita hanya memberi instruksi dengan jelas mana aja yang jadi prioritas untuk dibersihkan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan. Contohnya seperti ini, saat ingin membersihkan kamar mandi udah saya kasih tau lokasi sikat yang biasa digunakan, sehingga tidak perlu menggunakan sikat yang biasa digunakan untuk menyikat pakaian.


Ketika semua sudah siap, bu Desiani menekan tombol start melalui aplikasi di ponsel yang telah usang itu. Artinya dia sudah memulai pekerjaannya hingga 1 jam ke depan. Sementara itu saya bisa dengan tenang meneruskan pekerjaan saya di rumah, sambil beberapa kali rebahan agar rileks. Tak terasa 1 jam berlalu, si ibu telah menyelesaikan pekerjaannya. Karena penasaran, saya cek satu persatu yang sudah dikerjakannya, dan ternyata semuanya telah bersih sesuai dengan target yang telah saya instruksikan, bahkan si ibu membantu mengumpulkan sampah lain yang tercecer di depan rumah. Tapi yang paling penting adalah kompor istriku kembali kinclong lagi seperti baru, aduhh lega deh rasanya, karena saya pikir kotorannya nggak bisa dibersihkan lagi.

Sesaat sebelum pulang, si ibu sejenak cerita.

“Iya mas, Go Clean ini ngebantu banget perekonomian saya, lumayan nambah penghasilan” kata si ibu bangga.

“Emang sehari bisa berapa orderan bu ?” tanya saya.

“Kalo sepi cuma 1, kalo rame bisa sampai 5 kali mas sehari kayak pas mau lebaran itu, tapi hari ini untungnya deket, jadi saya cukup jalan kaki ke rumah masnya”.



Setelah saya cari tahu, ternyata semua mitra GoClean ini telah mendapatkan pelatihan khusus, sehingga lebih terampil dan cekatan sesuai dengan target waktu yang ditentukan. Pantas saja kinerjanya…sat…set…sat…set, karena emang udah terbiasa, yang penting kita sebagai pengguna jasanya turut membantu juga agar mereka bisa bekerja dengan baik.

Tak terasa hari semakin sore, waktunya si ibu pulang dan saya menikmati rumah yang telah bersih dan rapi. Hari itu beban saya sudah banyak berkurang, kini bisa menyambut kedatangan istri dan anak saya dengan tenang tanpa ada khawatir lagi rumahnya kayak kapal pecah. Saya percaya, tiap ada kesulitan mengatur rumah, pasti ada jalan :D


4 comments: