Menginap di Putri Duyung Ancol Bagaikan Nostalgia Tahun 90an


Taman Impian Jaya Ancol tidak hanya terdapat Dunia Fantasi saja, tetapi ada juga Ocean Dream Samudra, Atlantis, dan juga SeaWorld. Rasanya tidak cukup hanya satu hari untuk mengeksplor semua tempat itu.

Tapi setidaknya membutuhkan waktu tiga hari agar lebih puas dan maksimal menikmatinya. Untuk mendukung segala aktivitas tersebut kita bisa menginap di Putri Duyung Cottage yang masih berada di kawasan Ancol.


Sebuah patung putri duyung besar berwarna putih menyambut kedatangan saya saat itu. Payudadanya yang besar dengan puting yang terlihat jelas, membuat mata saya autofokus ke area tersebut. Saya belum sempat bertanya kenapa si putri tidak mengenakan bra. Untung saja patung ini tidak berada di tengah kota, karena bisa-bisa nasibnya seperti patung kaki raksasa di Yogyakarta yang dipaksa pindah oleh komunitas orang seperti itu karena dianggap pornografi.


Hari itu saya berkesempatan mengeksplorasi Ancol dan menginap di Putri Duyung Cottage bersama tim Detik Travel.

Kenapa harus menginap di sini? Karena Putri Duyung Cottage merupakan satu-satunya hotel resor pantai yang eksotis di Jakarta. Lokasinya pun strategis, hanya berjarak sekitar 20 km saja dari Bandara Soekarno Hatta, jadi memudahkan sekali bagi yang berasal dari luar Jakarta.



Ada banyak fasilitas tambahan yang ditawarkan jika menginap di sini, yaitu masuk gratis kawasan Ancol, lalu saat weekend para tamu akan mendapatkan harga spesial masuk ke Dufan. Dengan memiliki wilayah yang cukup luas, di sini kita bisa lari pagi mengelilingi kompleks cottage sambil melewati danau yang indah, ataupun menggunakan sepeda, dan semuanya gratis.

Setelah berolahraga pagi, cobalah untuk berenang di kolam renang yang letaknya di tepi pantai. Kolam renang ini memiliki bentuk yang unik yaitu menyerupai kapal laut, jadi sangat cocok sekali untuk berenang bersama keluarga sambil bermain ala bajak laut.


Bangunan dengan desain arsitektur ala tahun 90an membuat saya bernostalgia saat jaman keemasan jaman dahulu, karena sering kali lokasi ini dipakai untuk keperluan syuting film.

Cottage yang tersedia memiliki beragam tipe dan bentuknya. Nama-namanya pun menggunakan nama hewan laut yang unik, seperti Paus, Marlin, Hiu, Kakap, Ubur-ubur, dan lain-lain. Hal itu digunakan untuk memudahkan pengunjung untuk mengingatnya dan juga untuk lebih mengenal dunia kelautan.



Tiap cottage kapasitasnya berbeda-beda, mulai dari 4 orang hingga 7 orang, tergantung tipenya. Tapi yang pasti semuanya nyaman dan bikin betah, karena terasa seperti rumah sendiri. Satu hal lagi yang asyik ketika menginap di sini, yaitu pelayanannya 24 jam.

Jadi ketika para peserta acara Piknik detikTravel di Ancol ingin keluar kamar menuju lobby, agak kesulitan, karena saat malam itu hujan deras, sementara jarak dari kamar menuju lobby lumayan jauh jika berjalan kaki.

Tak habis akal, kami langsung saja menelpon resepsionis untuk meminta dijemput menuju lobby menggunakan mobil. Tanpa menunggu lama, mobil jemputan langsung datang dan membawa kami ke tempat tujuan. 




*Saat saya pergi ke pinggir pantai, saya melihat sesuatu yang menyangkut di bebatuan, setelah saya dekati ternyata itu adalah sebuah bra tanpa isinya. Berdasarkan pengamatan itu saya jadi yakin kalau patung putri duyung tadi saat malam berenang di laut, dan ketika siang berubah menjadi batu. Jadi sepertinya malam itu si putri kesiangan untuk balik ke cottage, makanya tidak sempat memakai bra :D